Wakapolri Luncuran Buku Strategi Berantas TPPO-Perlindungan Perempuan dan Anak

Polri Gelar Buku Strategi Pemberantasan TPPO, Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kejahatan perdagangan orang, perempuan, dan anak di era digital, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo meluncurkan buku strategi pemberantasan TPPO (Terorisme dan Pemberontakan Politik) yang dilakukan bersama-sama oleh Polri dan stakeholders lainnya.

Menurut Wakapolri, kejahatan perdagangan orang, perempuan, dan anak di era digital ini masih sangatlah banyak dan kompleks. "Kejahatan itu merupakan bayang-bayang dari masyarakat", katanya saat meluncurkan buku strategi tersebut di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (21/1/2026).

Buku strategi yang ditulis bersama oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan dua orang lainnya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kejahatan perdagangan orang, perempuan, dan anak di era digital. Dalam buku strategi tersebut juga disebutkan pentingnya Polri dan stakeholders melakukan antisipasi awal bersama-sama dalam mencegah kejahatan pada perempuan, anak, serta perdagangan orang.

Wakapolri menekankan bahwa jika pihak berwenang telat mengantisipasi, maka penanganan atas kejahatan tersebut akan terlambat. "Di era digital ini kalau kita terlambat mengantisipasi dan memitigasi kejahatan TPPO, kejahatan terhadap perempuan dan anak, maka kita akan terlambat terus penanganannya", katanya.

Dalam buku strategi tersebut juga disebutkan pentingnya Polri dan stakeholders melakukan kerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Wakapolri menekankan bahwa penanganan terpadu lintas lembaga sangat penting untuk mengatasi kejahatan perdagangan orang, perempuan, dan anak di era digital.

Dengan demikian, buku strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kejahatan perdagangan orang, perempuan, dan anak di era digital serta memperkuat kerja sama antara Polri dengan stakeholders lainnya.
 
ini gini, kalau kita terus ngeceh bakal lama sengaja korban TPPO, perempuan dan anak ya. harus ada upaya lebih untuk mencegah kejahatan ini, bukan cuma buku strategi aja, tapi juga harus ada tindakan nyata dari pihak berwenang.
 
Ayo gak sabarnya! Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya TPPO itu penting banget! Tapi apa yang bisa kita lakukan sendiri, rasanya masih terlalu banyak korban yang terjebak dalam situasi ini πŸ˜•. Saya pikir strategi ini harus lebih fokus pada pelatihan dan edukasi bagi masyarakat tentang cara-cara membedakan antara yang normal dan tidak normal di era digital, biar siapa pun bisa menjadi deteksi kejahatan. Dan Polri juga harus meningkatkan kemampuan mereka untuk menerima laporan dan melakukan antisipasi awal, biar korban tidak terlambat lagi πŸ•΅οΈβ€β™‚οΈ
 
aku paham betapa serius masalah ini, tapi kenapa lagi kita harus banyak lagi buku strategi tentang hal ini? apakah kita tidak sudah cukup berbicara tentang hal ini? kalau tidak, maka saya rasa kita perlu mulai dari sisi pendidikan, agar masyarakat lebih sadar akan bahaya kejahatan perdagangan orang, perempuan, dan anak di era digital. tapi saya pikir ada hal lain yang bisa kita lakukan, seperti meningkatkan kesadaran kita sendiri tentang hal ini, sehingga kita bisa menjadi contoh bagus bagi orang lain πŸ’‘
 
Maksud Wakapolri ini kalau kita terlambat aja, penanganannya akan keterlambatan lagi... tapi gak bisa ngerti sih, jadi aku pikir kalau kita harus cepat-cepat aja buat mencegah ya? πŸ€”

Aku rasa buku strategi ini bagus, tapi aku juga rasa Polri sudah lama banget memperhatikan masalah ini. Maksudnya, kalau kita udah tahu masalahnya, apa yang diharapkan lagi? πŸ™„

Tapi, aku juga setuju bahwa kerja sama lintas lembaga itu penting banget... tapi siapa aja yang mau bekerja sama? πŸ€·β€β™‚οΈ

Aku pikir buku strategi ini perlu dibaca oleh semua orang, tapi aku juga rasa buku ini bakal jadi obat yang tidak diobati, ya? πŸ’Š
 
Kalau sini kalau buku strategi dari polri punya tujuan yang tepat, tapi aku masih paham mengapa mereka harus banyak lagi bercerita tentang hal ini. Aku ingat kalau tahun 90an, korban perdagangan anak sudah banyak tapi malah banyak lagi sekarang! Tapi aku rasa apa yang dibicarakan polri disini tidak ada apa-apa. Kalau kita ingin tahu benar-benar tentang hal ini, kita harus lihat dari pengalaman hidup di luar kota besar atau di daerah tertutup. Kita harus lihat dari cerita-cerita di desa atau pedesaan yang masih begitu tenang dan damai.
 
Buku strategi ini kayaknya penting banget. Gue rasa polisi harus lebih proaktif dalam mencegah kejahatan ini. Kalau kita terlambat, nanti korban akan banyak banget. Kita harus bekerja sama dengan lembaga lainnya seperti LPSK dan PPATK agar bisa memecahkan kasus ini dengan efektif. Gue harap buku strategi ini bisa memberikan solusi yang tepat untuk mencegah kejahatan perdagangan orang, perempuan, dan anak di era digital πŸ€”πŸ“š
 
Aku pikir buku strategi ini penting banget, tapi gampang dipahami juga. Karena kalau kita nggak ada kesadaran tentang kejahatan perdagangan orang dan perempuan di era digital, maka terusnya cipratan korban, kan? Jadi, aku harap buku strategi ini bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dan membuat pihak berwenang siap-siap untuk mengantisipasi kejahatan itu. Tapi, kita juga perlu memperhatikan bahwa kejahatan itu kompleks banget, jadi butuh kerja sama yang baik antara Polri dengan stakeholders lainnya. πŸ€”
 
TPPO gampang banget kewalahan siapa yang nggak tahu nih πŸ€¦β€β™‚οΈ. Kalau mau berubah, harus mulai dari kesadaran masyarakat, ya?
 
πŸ˜ŠπŸ“š Maksudnya kalau polri punya strategi buku untuk pemberantasan TPPO itu apa sih? πŸ€”πŸ’­ Banyak sekali korban perdagangan orang, perempuan, dan anak di era digital ini πŸ˜•. Tapi makanya polri punya rencana yang tepat πŸ’‘. Kalau kita semua kerja sama πŸ’ͺ maka bisa mengurangi kejahatan itu πŸ™. Waktunya kita meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kejahatan perdagangan orang, perempuan, dan anak di era digital ini πŸ’₯. Polri harus berkomunikasi dengan stakeholders lainnya πŸ‘₯ agar semuanya bisa bekerja sama πŸ’¬. Buku strategi ini sangat membantu πŸ’―!
 
Aku pikir apa yang dibawa Wakapolri itu bukan hanya strategi pemberantasan TPPO ya... tapi juga ada rahasia lain yang tidak tertera dalam buku strateginya. Aku bayangin kalau mungkin ada konspirasi belakangan ini untuk membiarkan kejahatan perdagangan orang, perempuan, dan anak di era digital semakin berkembang. Apa yang mereka lakukan sengaja? Mungkin mereka ingin membuat Polri lebih kuat dalam mengawasi, tapi di balik itu ada tanda-tanda lain yang kita tidak sadari. Aku tidak yakin apa pun yang benar-benar terjadi disini... tapi aku akan tetap waspada.
 
Maksudnya apa lagi kaya! Aku saking penasaran, ternyata ada banyak sekali korban kejahatan perdagangan orang, perempuan, dan anak di era digital. Makanya Waka Polri juga harus buat strategi yang serius untuk memperkuat kerja sama dengan stakeholders lainnya. Tapi aku pikir kalau kita ingin benar-benar mengurangi kejahatan itu, kita harus mulai dari diri sendiri. Apa baju apa lagi!
 
Gak paham kenapa harus buku strategi lagi, apalagi kalau sudah ada beberapa lembaga yang bisa ngatur hal ini... Kita udah punya LPSK dan PPATK, jadi apa kebutuhan lagi buku strategi? Dan kayaknya gini, Wakapolri ini hanya mencoba menunjukkan dirinya aja. Kalau bukannya sapa yang harus bertanggung jawab karena ada kasus-kasus kejahatan perdagangan orang, perempuan, dan anak di era digital... Tapi, aku rasa buku strategi ini mungkin bisa bermanfaat jika diterapkan dengan baik, jadi mohon maaf deh kalau aku terlalu kasar... πŸ€”
 
Puluh kali aku dengerin laporan ini πŸ€”, tapi sekarang setelah melihat buku strategi ini, aku pikir ini gampang sekali untuk diterapkan ya... tapi, bagaimana kalau ini hanya menjadi buku strategi aja? πŸ“š apa sebenarnya yang bisa dilakukan jika tidak ada implementasi yang tepat? dan siapa nanti yang akan bertanggung jawab untuk memastikin ini berjalan lancar? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Kurang ajar banget sih, kalau gini terus berkelana, nih! Jangan biarkan korban TPPO terus menjadi korban, kita harus proaktif ya 😊. Kalau kita nggak sengaja mengantisipasi, itu seperti tidak ada di sini πŸ™…β€β™‚οΈ. Kita harus bekerja sama dengan LPSK dan PPATK, karena itu penting banget untuk menangani kasus-kasus yang serius πŸ’ͺ.
 
maaf klo nulis ni, aku lagi gak paham apa itu TPPO πŸ€”. siapa tahu itu apa? kalau ada yang tahu, mampu beritahu aja! aku pikir TPPO itu bisa jadi seperti perang kejahatan atau apa? tapi kalau benar-benar seperti perdagangan orang atau perempuan anak di era digital, itu super keren dan penting! 🀝 kita harus waspada dan mengawal hal ini agar tidak menyebar, ya!
 
Oke lah broooo! Buku strategi ini kayaknya bakal help banyak kan? Tapi aku rasa gampang banget untuk pihak berwenang, mau ngantisipasi apa lagi kalau bisa. Polri sudah punya keterampilan apa adanya dalam menangani kejahatan, tapi mungkin perlu ada peningkatan juga ya bro. Dan yang penting kayaknya adalah kerja sama dengan stakeholders lainnya, itu kayaknya bagus juga! Aku percaya buku strategi ini bakal bantu banyak untuk mengatasi masalah TPPO dan perlindungan perempuan anak di era digital πŸ™πŸ“š
 
gak sabar banget kayaknya buku strategi ini bisa mengurangi kasus perdagangan orang, perempuan, dan anak di era digital 🀯. tapi apa yang bikin saya senang adalah ada buku strategi yang sama-sama ditulis oleh Wakapolri dan stakeholders lainnya, itu kayaknya menunjukkan bahwa kita sudah mulai sadar tentang masalah ini dan ingin bekerja sama untuk mengatasinya πŸ’‘. tapi masih banyak hal yang perlu diperhatikan, seperti bagaimana cara mencegah kejahatan ini sejak awal, dan bagaimana caranya membuat kerja sama antara Polri dengan stakeholders lainnya lebih efektif πŸ€”.
 
aku penasaran apa yang akan terjadi jika polri tidak berhasil mengantisipasi dan mengatasi TPPO di era digital πŸ€”. aku rasa harus ada kebijakan yang lebih ketat dari pemerintah untuk menghadapi permasalahan ini, seperti memperkuat lembaga perlindungan korban atau membuat hukuman yang lebih keras bagi pelaku kejahatan perdagangan orang 🚫.
 
kembali
Top