Pekerja Anak di Tanah Air: Waka MPR Dorong Kebijakan Komprehensif untuk Pencegahan
Dampak peningkatan jumlah pekerja anak di tanah air sangat serius, kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Lestari Moerdijat. Menurutnya, anak-anak yang merupakan masa depan bangsa berpotensi kehilangan hak mereka untuk bersekolah, bermain, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat proporsi pekerja anak mencapai 2,85%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi belum sepenuhnya diikuti oleh pemulihan kesejahteraan rumah tangga, terutama keluarga dengan keterbatasan akses pendidikan dan pendapatan.
Lestari berpendapat bahwa upaya mencegah peningkatan pekerja anak melibatkan pemangku kepentingan di sejumlah sektor, seperti pendidikan, ketenagakerjaan, dan perekonomian di tingkat pusat dan daerah. Kolaborasi yang kuat antarsektor tersebut harus segera dibangun agar kebijakan yang tepat dapat diterapkan untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa.
Dengan demikian, Lestari berharap penghapusan pekerja anak di tanah air dapat direalisasikan dengan dukungan kebijakan serta komitmen kuat seluruh pihak terkait, termasuk masyarakat. Menyelamatkan anak dari tindakan eksploitasi berarti menyelamatkan masa depan bangsa.
Dampak peningkatan jumlah pekerja anak di tanah air sangat serius, kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Lestari Moerdijat. Menurutnya, anak-anak yang merupakan masa depan bangsa berpotensi kehilangan hak mereka untuk bersekolah, bermain, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat proporsi pekerja anak mencapai 2,85%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi belum sepenuhnya diikuti oleh pemulihan kesejahteraan rumah tangga, terutama keluarga dengan keterbatasan akses pendidikan dan pendapatan.
Lestari berpendapat bahwa upaya mencegah peningkatan pekerja anak melibatkan pemangku kepentingan di sejumlah sektor, seperti pendidikan, ketenagakerjaan, dan perekonomian di tingkat pusat dan daerah. Kolaborasi yang kuat antarsektor tersebut harus segera dibangun agar kebijakan yang tepat dapat diterapkan untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa.
Dengan demikian, Lestari berharap penghapusan pekerja anak di tanah air dapat direalisasikan dengan dukungan kebijakan serta komitmen kuat seluruh pihak terkait, termasuk masyarakat. Menyelamatkan anak dari tindakan eksploitasi berarti menyelamatkan masa depan bangsa.