Banjir Ciledug Indah, Karang Tengah, Tangerang akhirnya mengungkap wajah kekeringannya. Kekakuan air banjir yang terus-menerus menggenangi kawasan perumahan Ciledug Indah membuat aktivitas warga di sini tunduk pada kesulitan. Sejak beberapa hari kemarin, sebagian besar jalan raya mulai merengut segala sesuatu di tengahnya.
Banyak rumah warga yang terendam banjir, meskipun ini bukan hanya masalah hampir semua rumah saja, melainkan juga penggunaan berbagai fasilitas. Misalnya saja ada warga Darman yang memiliki rumah di perumahan Duren Village dan bekerja sebagai tukang servis mesin cuci. Malam Jumat sekitar pukul 20.00 WIB, air mulai merendam rumah milik Darman dan akhirnya menggenangi perbaikan beberapa mesin cuci yang ia pegang.
Meskipun ini belum pernah dialami oleh Darman sebelumnya, namun pengalaman kehidupan keterbatasannya membuat beliau mengerti betapa pentingnya merencanakan hal seperti hal ini. Ia berharap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk membantu mengatasi kesulitan yang dihadapinya.
Kisah Darman tidak hanya menjadi satu-satu, melainkan juga warga lain yang memiliki pengalaman serupa. Misalnya saja ada Sarnubi yang memiliki toko ban di Jalan KH Hasyim Asyari. Air banjir yang mulai menggenangi kawasan perumahan Ciledug Indah pada pagi hari kemarin mencapai betis orang dewasa, memaksa berbagai barang-barang yang ada di lantai satu diangkat ke lantai dua untuk tetap aman dari air tersebut.
Sarnubi menuturkan bahwa air banjir datang tiba-tiba dan tidak ada sinyal warna. "Kalau ini [airnya datang] dari belakang, dari tanggul kali itu. Lubernya dari belakang, masuk ke jalan ini," katanya.
Banyak warga yang memanfaatkan banjir untuk mendapatkan uang tambahan. Misalnya saja ada Edi yang menawarkan jasa gerobak dorong sejak Jumat pagi. Ia mengatakan bahwa biayanya tidak terlalu mahal dan ia hanya meminta solidaritas dari warga lainnya.
Banyak warga lain juga memiliki pengalaman serupa, termasuk mereka mencari cara untuk mendapatkan uang tambahan saat ini karena banyak pengendara yang mematikan mesin motornya agar terhindar dari mogok.
Banyak rumah warga yang terendam banjir, meskipun ini bukan hanya masalah hampir semua rumah saja, melainkan juga penggunaan berbagai fasilitas. Misalnya saja ada warga Darman yang memiliki rumah di perumahan Duren Village dan bekerja sebagai tukang servis mesin cuci. Malam Jumat sekitar pukul 20.00 WIB, air mulai merendam rumah milik Darman dan akhirnya menggenangi perbaikan beberapa mesin cuci yang ia pegang.
Meskipun ini belum pernah dialami oleh Darman sebelumnya, namun pengalaman kehidupan keterbatasannya membuat beliau mengerti betapa pentingnya merencanakan hal seperti hal ini. Ia berharap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk membantu mengatasi kesulitan yang dihadapinya.
Kisah Darman tidak hanya menjadi satu-satu, melainkan juga warga lain yang memiliki pengalaman serupa. Misalnya saja ada Sarnubi yang memiliki toko ban di Jalan KH Hasyim Asyari. Air banjir yang mulai menggenangi kawasan perumahan Ciledug Indah pada pagi hari kemarin mencapai betis orang dewasa, memaksa berbagai barang-barang yang ada di lantai satu diangkat ke lantai dua untuk tetap aman dari air tersebut.
Sarnubi menuturkan bahwa air banjir datang tiba-tiba dan tidak ada sinyal warna. "Kalau ini [airnya datang] dari belakang, dari tanggul kali itu. Lubernya dari belakang, masuk ke jalan ini," katanya.
Banyak warga yang memanfaatkan banjir untuk mendapatkan uang tambahan. Misalnya saja ada Edi yang menawarkan jasa gerobak dorong sejak Jumat pagi. Ia mengatakan bahwa biayanya tidak terlalu mahal dan ia hanya meminta solidaritas dari warga lainnya.
Banyak warga lain juga memiliki pengalaman serupa, termasuk mereka mencari cara untuk mendapatkan uang tambahan saat ini karena banyak pengendara yang mematikan mesin motornya agar terhindar dari mogok.