Pemerintah daerah di Indonesia harus mempertimbangkan kebutuhan rakyat dalam menyusun kebijakan. Pertemuan antara DPRD dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menguatkan peran keadilan sebagai landasan pembangunan.
Sorotan MUI terhadap Pemillihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD menekankan pentingnya kebijakan politik memiliki dampak positif bagi masyarakat. "Kebijakan harus memenuhi kepentingan publik dan dijalankan dengan prinsip keadaban serta upaya mengurangi potensi destruktif," kata Asrorun Ni'am Sholeh, Ketua MUI Bidang Fatwa.
Dalam perspektif Islam, kebijakan yang ditetapkan harus membawa manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan publik perlu terus dievaluasi secara objektif untuk memastikan dampaknya positif.
MUI telah melakukan analisis mendalam tentang sistem pemilihan langsung sejak Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI 2012. Hasil kajian tersebut menunjukkan dampak negatif dari pilkada langsung yang perlu diatasi dalam menyusun kebijakan pemerintahan daerah.
Sorotan MUI terhadap Pemillihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD menekankan pentingnya kebijakan politik memiliki dampak positif bagi masyarakat. "Kebijakan harus memenuhi kepentingan publik dan dijalankan dengan prinsip keadaban serta upaya mengurangi potensi destruktif," kata Asrorun Ni'am Sholeh, Ketua MUI Bidang Fatwa.
Dalam perspektif Islam, kebijakan yang ditetapkan harus membawa manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan publik perlu terus dievaluasi secara objektif untuk memastikan dampaknya positif.
MUI telah melakukan analisis mendalam tentang sistem pemilihan langsung sejak Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI 2012. Hasil kajian tersebut menunjukkan dampak negatif dari pilkada langsung yang perlu diatasi dalam menyusun kebijakan pemerintahan daerah.