Di negara maju, seperti Belanda dan Jerman, menggunakan Porsche sebagai mobil polisi adalah hal yang umum. Bahkan di Uni Emirat Arab, Porsche Taycan menjadi bagian dari armada Kepolisian Dubai. Namun, ternyata Indonesia juga pernah memiliki mobil buah karya Porsche yang digunakan sebagai tunggangan para camat.
Porsche sendiri awalnya merupakan salah satu insinyur di Volkswagen (VW), pabrikan mobil plat merah yang lahir dari mimpi Adolf Hitler untuk menciptakan mobil bagi khalayak. Setelah Perang Dunia II, VW Type 1 alias VW Beetle mulai diproduksi dan menjadi sangat populer. Namun, tidak hanya itu, VW juga memproduksi versi militer dari Type 1 yang digunakan dalam operasi militer Nazi Jerman.
Versi militer tersebut adalah Volkswagen Type 62 alias Kübelwagen, yang kemudian dikembangkan menjadi Type 82 dengan bantuan Ferry Porsche, anak Ferdinand Porsche. Type 82 ini digunakan dalam berbagai aksi militer dan dianggap sangat tangguh.
Setelah Perang Dunia II, VW Type 82 tidak diproduksi lagi. Namun, pada akhir dekade 1960-an, VW mulai memperkenalkan versi baru dari Type 82 yang kemudian diberi nama Type 181 dan 182. Mobil ini disebut VW Safari dan digunakan oleh pemerintah Indonesia sebagai mobil dinas para camat.
VW Safari pertama kali masuk di Indonesia pada tahun 1972 melalui PT Garuda Mataram, yang memiliki kontrak dengan ABRI. Mobil ini kemudian dipakai sebagai kendaraan resmi bagi perwira dan digunakan dalam berbagai aktivitas pemerintahan. Harga mobil ini terbilang mahal pada saat itu, mencapai Rp2,95 juta per unit.
Setelah produksi VW Safari berhenti pada tahun 1980, mobil ini menjadi sangat langka dan sulit ditemukan di pasar. Sekarang, VW Safari dapat ditemukan di beberapa lokapasar, termasuk di tempat wisata seperti Candi Borobudur, Magelang. Meskipun demikian, kisah VW Safari di Indonesia tetap menarik dan menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Indonesia.
Porsche sendiri awalnya merupakan salah satu insinyur di Volkswagen (VW), pabrikan mobil plat merah yang lahir dari mimpi Adolf Hitler untuk menciptakan mobil bagi khalayak. Setelah Perang Dunia II, VW Type 1 alias VW Beetle mulai diproduksi dan menjadi sangat populer. Namun, tidak hanya itu, VW juga memproduksi versi militer dari Type 1 yang digunakan dalam operasi militer Nazi Jerman.
Versi militer tersebut adalah Volkswagen Type 62 alias Kübelwagen, yang kemudian dikembangkan menjadi Type 82 dengan bantuan Ferry Porsche, anak Ferdinand Porsche. Type 82 ini digunakan dalam berbagai aksi militer dan dianggap sangat tangguh.
Setelah Perang Dunia II, VW Type 82 tidak diproduksi lagi. Namun, pada akhir dekade 1960-an, VW mulai memperkenalkan versi baru dari Type 82 yang kemudian diberi nama Type 181 dan 182. Mobil ini disebut VW Safari dan digunakan oleh pemerintah Indonesia sebagai mobil dinas para camat.
VW Safari pertama kali masuk di Indonesia pada tahun 1972 melalui PT Garuda Mataram, yang memiliki kontrak dengan ABRI. Mobil ini kemudian dipakai sebagai kendaraan resmi bagi perwira dan digunakan dalam berbagai aktivitas pemerintahan. Harga mobil ini terbilang mahal pada saat itu, mencapai Rp2,95 juta per unit.
Setelah produksi VW Safari berhenti pada tahun 1980, mobil ini menjadi sangat langka dan sulit ditemukan di pasar. Sekarang, VW Safari dapat ditemukan di beberapa lokapasar, termasuk di tempat wisata seperti Candi Borobudur, Magelang. Meskipun demikian, kisah VW Safari di Indonesia tetap menarik dan menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Indonesia.