Viral Paparan Mendiktisaintek, Penghasilan Dosen Rp11-30 Juta

Bahan baku tunjangan dosen yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di acara peneandatanganan Kontrak Kinerja Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia telah viral di media sosial. Akun @tukin_dosenASN membagikan rincian tunjangan dosen yang jelas mengacu pada gambar tersebut, tetapi menyesuaikannya dengan kondisi nyata.

Rincian itu memberi perspektif tentang penghasilan dosen berdasarkan jabatan akademik dan lamanya masa jabatannya. Dosen Asisten Ahli mendapat Rp11,454 juta per tahun, yang terdiri dari gaji pokok sebesar Rp3 juta, tunjangan fungsional Rp375 ribu, tunjangan kinerja Rp5,079 juta, dan tunjangan profesi Rp3 juta. Sementara itu, dosen lektor mendapat Rp16,458,600 per tahun, yang juga terdiri dari gaji pokok sebesar Rp3,5 juta, tunjangan fungsional Rp700 ribu, tunjangan kinerja Rp8,757,600, dan tunjangan profesi Rp3,5 juta. Lektor kepala mendapat Rp19,836,000 per tahun dengan gaji pokok sebesar Rp4 juta, tunjangan fungsional Rp900 ribu, tunjangan kinerja Rp10,936,000, dan tunjangan profesi Rp4 juta.

Sementara itu, dosen guru besar mendapat Rp30,630,000 per tahun, yang terdiri dari gaji pokok sebesar Rp5 juta, tunjangan fungsional Rp1,35 juta, tunjangan kinerja Rp19,28 juta, tunjangan profesi Rp5 juta, dan tunjangan kehormatan Rp10 juta.

Namun, menurut akun @tukin_dosenASN, rincian tersebut masih tidak sesuai dengan kondisi nyata. Akun ini mengingatkan penghasilan dosen sebenarnya berbeda dari yang tertera di gambar tersebut.
 
omg kan sepertinya ada kesalahan sekali di sana! aku sendiri punya temen yang bekerja sebagai dosen lektor dan dia bilang kalau gaji pokoknya kurang dari Rp3 juta, tapi dia harus membayar banyak biaya hidup di luar negeri ๐Ÿคฏ. dan siapa tahu akun @tukin_dosenASN benar kan? aku juga kenal temen dosen yang bekerja sebagai guru besar dan dia bilang kalau tunjangan kinerja-nya pun tidak sesuai dengan yang tertera di gambar itu ๐Ÿ˜’. mungkin perlu ada revisi lagi ya? ๐Ÿค”
 
ini bikin penasaran nih, kalau sih dosen guru besar bisa mendapat Rp30,630,000 per tahun sementara lektor kepala cuma Rp19,836,000... itu kayaknya jauh beda. toh mungkin ada yang harus kita pertimbangkan lagi tentang pengelolaan biaya negara juga.
 
gak bisa percaya sih, gini kisah dosen kita sekarang ๐Ÿคฏ. kalau ada gambar tunjangan dosen yang viral, kira-kira semua dosen nanti akan memikirkan, "oke, aku punya Rp11,5 juta per tahun". tapi benar-benar tidak, sih. apa yang tertera di gambar itu hanya ilustrasi, bukan kebenaran ๐Ÿ˜‚. kenapa gak bisa percaya? karenanya ada dosen yang mengatakan, "gimana kalau aku harus hidup dengan Rp11,5 juta per tahun jika sebenarnya aku hanya mendapatkan Rp2 juta saja?" ๐Ÿคทโ€โ™€๏ธ. kayaknya gak bisa dipercaya sih, kenapa kena buat ilustrasi kayak itu ๐Ÿ˜”.
 
omg gak percaya aja siapa yang bilang gaji dosen itu rapi banget ๐Ÿคฏ aku punya kakak yang guru, dia gk pernah menerima tunjangan apa pun, hanya gaji pokok aja ๐Ÿ˜‚ tapi kayaknya ini bahan baku yang salah, karena aku tahu kakak saya menerima banyak tunjangan lain seperti transportasi dan biaya perjalanan ke konferensi ๐ŸšŒ๐Ÿ“š padahal dia mungkin tidak pernah berkonflik dengan menteri ๐Ÿ˜… tapi aja siapa tahu ada kebenaran di balik ini, aku rasa lebih baik jika dosen kita bisa mendapatkan gaji yang seragam dan transparan ๐Ÿ’ธ
 
aku pikir kontrak kinerja pimpinan perguruan tinggi itu bikin orang bingung kok, ada kalinya nggak sesuai dengan kondisi nyata, kayaknya perlu revisi dulu sebelum dipasang kan? nanti kena buat dosen nggak sabar nggak, sih...
 
apa kabar gak? nih salah satu hasilnya kalau kita lho tunjangan dosen itu, nggak bilang sih sama sama sama... kalo dosen Asisten Ahli mendapat Rp11,454 juta per tahun, itu ayo kayak dosen berpengalaman luas banget... tapi kalo dosen lektor aja Rp16,458,600 per tahun, itu beda kok... dan apa sih dengan dosen kepala yang mendapat Rp19,836,000? apa itu nggak sederhana sih cari pasien di rumah sakit?

atau mungkin yang bingung paling aja sih dosen guru besar yang mendapat Rp30,630,000 per tahun... tapi kalau kita hitung-nghitung, gaji pokoknya kok Rp5 juta, tapi tunjangan fungsional dan kinerja itu nggak ada di foto itu juga... apa lagi kehormatan dosen itu, siapa sih yang tahu sih? kayaknya kita harus tanya dosen apa yang benar-benar mendapat gaji tersebut...
 
aku pikir ini gini, kalau mereka mau jelasin perspektif tentang penghasilan dosen, mesti ada sumbernya ya, kan? tapi apa sih kabar dari sumber itu? aku curiga rincian yang dipaparkan di media sosial itu nggak sepenuhnya akurat. gaji pokok aja sama untuk semua kategori, tapi lain-lainnya kayaknya tidak benar... kalau dosen lektor aja mendapat gaji Rp3 juta dan tunjangan Rp10 miliar? itu tidak masuk akal deh!
 
aku pikir kalau gajinya jadi nggak terbuka sama-sama, tapi dosen lektor dan kepala lektor udah mewah banget ๐Ÿคฏ! Rp30 juta per tahun untuk dosen guru besar jadi nggak masuk akal, apalagi dosen yang baru lulus biar aja bisa hidup normal aja ๐Ÿค‘. kalau diakui nanti, kontrak pun udah tidak akan dijadikan viral, bukan? ๐Ÿค”
 
omg sekali lagi siapa sih yang ngebawa akun @tukin_dosenASN? gini dia bilang gaji dosen tidak jelas sama sama! aku pikir kalau rincian itu bisa dibaca, tapi mungkin ada yang salah aja. aku nggak tahu apa benarnya, tapi aku tahu aku juga pernah harus ngurus biaya hidup dengan gaji yang kurang ahih. toh sementara dosen itu mampu hidup nyaman seperti gini? aku rasa aku tidak fokus lagi pada bahan baku tunjangan dosen itu...
 
Wahhh, sepertinya Mendiktisaintek malu-mala aja gak bisa memberikan rincian akurat tentang penghasilan dosen! ๐Ÿค” Gambar itu nggak sama dengan kenyataannya, kayaknya mereka sengaja mau menyesuaikan kebenaran. Aku pikir ini bikin para dosen tidak percaya diri lagi dalam bekerja. Mereka harus berhenti ngidamkan rasa malu-mala dan mulai bicara tentang penghasilan yang sebenarnya, ya! ๐Ÿ’ช
 
Gampang banget kok, nanti gaji dosen itu nggak seberapa juga kayak kayak gambar. Saya pikir kalau gantungin tunjangan kinerja dan profesi, maka dosen sekarang udah terjamin income-nya. Jadi tidak usah khawatir kapan gaji mulai.
 
Gue jadi penasaran banget sih tentang rincian tunjangan dosen itu ๐Ÿค”. Gue lihat di gambar, gue pikir rasanya kurang adem. Tapi, gue jadi pertanyaannya apakah ini benar-benar kondisi nyata buat semua jenis dosen? Gue dengerin bahwa rincian tersebut pernah viral di media sosial, tapi sekarang gue lihat punya kejutan lagi ๐Ÿ˜ฎ. Yang pasti, kita harus lebih cek banget tentang hal ini ๐Ÿค“
 
Gue pikir kaya aja si Brian Yuliarto udah bikin kontrak kinerja pimpinan pergiuruan tinggi se-Indonesia dengan kisaran Rp11,5 juta per tahun! Gue rasa itu sangat tidak adem banget, apa lagi nih kalau dosen lektor yang dianggap sebagai "mata-mata" yang paling banyak bekerja harus dibayarRp16,4 juta per tahun. Sedangkan gue tahu siapa-siapa yang bekerja keras sehari-hari dan menerima gaji Rp3 juta? Udah wajar banget kalau dosen yang bekerja sama sekali tidak akan merasa puas dengan gaji seperti itu! Gue rasa penghasilan dosen ini harusnya lebih adem, jadi bisa menyesuaikan kesehari-hari mereka. Tolong si Brian Yuliarto cari cara untuk membagikan gaji secara adil dan sesuai dengan konisi nyata, biar dosen tidak lagi merasa kesepian dan tidak dihargai! ๐Ÿค”๐Ÿ“ˆ
 
gampang ngedeheh... kalau gini aja, kenapa gak ada transparansi sih? menteri Mendiktisaintek bisa nggabungkan data ni dengan buku tabungan dosen ya... apa sih yang mau dikejutkan oleh dosen ini? kalau penghasilan nyata mereka lebih murah dr jumla tersebut, kenapa gak ada yang bilang sih? hanya nggabuhin aja dengan foto aja..
 
Maksudnya apa sih nih? Menteri Pendidikan itu membagikan informasi tentang gaji dosen, tapi ada yang bilang tidak sesuai dengan nyata... Saya rasa kita harus fokus pada hal ini, bukan hanya menyerang pemerintah. Dosen juga memiliki hak untuk mengelola uang mereka sendiri, kan? Maka dari itu, kita harus membantu dan mendukung penghasilan dosen yang sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Jangan bikin semuanya jadi konflik, ayo kita bicara rasa di balik sana ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿ’ฌ
 
Gue pikir kalo asumsi di atas sengaja bikin kita pikir gaji dosen itu apa-apa, tapi ternyata ada rincian nyata juga! ๐Ÿค” Gue bayangkan jikalau kamu punya teman yang lektur dan lulus S2, tapi dia masih harus bekerja sebagai tenaga kerja biasa-biasa aja, gak mungkin bisa buat kontrak perkerjaan atau apa-apa. Tapi ternyata ada rincian tunjangan kinerja yang bikin dia bisa hidup nyaman seperti ini! ๐Ÿ’ธ Kalo asumsi yang bikin gambar itu di viral adalah untuk membangkitkan kesadaran tentang gaji dosen, ya itu salah paham sebenarnya. Gue pikir pemerintah harus lebih transparan lagi tentang hal ini, agar kita bisa paham betapa pentingnya pendidikan dan bagaimana kita bisa mendukungnya. ๐Ÿ“š๐Ÿ’ช
 
ini kebenarannya sih, tapi mending nggak banget kekepanikan dosen, giliran mereka aja ngerjain, apa lagi kalau ada dosen yang kurang berpengalaman, toh mungkin gaji pokoknya punya beda juga ya ๐Ÿคทโ€โ™€๏ธ.
 
Dosen gajinya sudah lama kena angkat ๐Ÿ˜’. Kita nggak percaya lagi sih. Rp11,4 juta per tahun? Gini aja cuman gaji pokok, kita tambah tunjangan dan profesi lainnya, kan? ๐Ÿค”. Saya rasa perlu ada review lebih lanjut dulu sebelum diumumkan begitu aja. Dan siapa yang bilang asisten ahli itu mendapat Rp11 juta per tahun? ๐Ÿ˜‚. Kita lihat dari pengalaman kita sendiri, gajinya berbeda jauh ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ.
 
kembali
Top