Investor asing tidak "tergoda" oleh pasar keuangan Indonesia karena masih ada ketidakpastian besar. Menurut Direktur Utama Dana Pensiun Perkebunan Edwind Sinaga, pasar RI belum menarik bagi investor global.
Ketidakpastian dalam negeri, konsistensi kebijakan hingga kepastian berinvestasi di Indonesia masih menjadi hambatan bagi investor. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi antara pemerintah dan otoritas moneter untuk mengelola fiskal dan ekonomi RI.
Dana Pensiun Perkebunan menilai kondisi pasar keuangan RI masih memerlukan perbaikan agar investor asing dapat tergoda. Oleh karena itu, arah investasi Dapenbun saat ini fokus pada menjaga likuiditas jangka panjang dan mencari instrumen dengan tenor panjang untuk mengurangi risiko.
Sinergi antara pemerintah dan otoritas moneter diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor, sehingga investor asing dapat tergoda oleh pasar keuangan RI.
Ketidakpastian dalam negeri, konsistensi kebijakan hingga kepastian berinvestasi di Indonesia masih menjadi hambatan bagi investor. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi antara pemerintah dan otoritas moneter untuk mengelola fiskal dan ekonomi RI.
Dana Pensiun Perkebunan menilai kondisi pasar keuangan RI masih memerlukan perbaikan agar investor asing dapat tergoda. Oleh karena itu, arah investasi Dapenbun saat ini fokus pada menjaga likuiditas jangka panjang dan mencari instrumen dengan tenor panjang untuk mengurangi risiko.
Sinergi antara pemerintah dan otoritas moneter diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor, sehingga investor asing dapat tergoda oleh pasar keuangan RI.