Pemerintah Amerika Serikat telah menandatangani pembelian minyak mentah pertama dari Venezuela senilai Rp 8,43 Triliun. Ini merupakan hasil kesepakatan sebesar 2 Miliar Dolar As atau Rp 33,73 Triliun yang dicapai setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Menurut sumber yang dikutip dari CNBC Indonesia, investasi AS ini jauh melebihi target yang diusahakan pemerintah. Pertumbuhan ekonomi AS di tahun lalu mencapai dua digit, yaitu sekitar 2,1 persen, meningkat dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Penandatanganan kesepakatan ini merupakan tanda bahwa Amerika Serikat telah memilih jalur alternatif dalam mendapatkan minyak mentah setelah penangkapan Presiden Venezuela. Pengambilan keputusan ini juga menunjukkan kerja sama AS dengan negara lain untuk meningkatkan stabilitas global.
Namun, perlu diingat bahwa pembelian minyak pertama dari Venezuela masih merupakan langkah awal dalam kesepakatan sebesar 2 Miliar Dolar As. Investasi ini akan berdampak pada ekspor Venezuela dan keberadaan AS sebagai pemain utama di pasar minyak mentah dunia.
Menurut sumber yang dikutip dari CNBC Indonesia, investasi AS ini jauh melebihi target yang diusahakan pemerintah. Pertumbuhan ekonomi AS di tahun lalu mencapai dua digit, yaitu sekitar 2,1 persen, meningkat dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Penandatanganan kesepakatan ini merupakan tanda bahwa Amerika Serikat telah memilih jalur alternatif dalam mendapatkan minyak mentah setelah penangkapan Presiden Venezuela. Pengambilan keputusan ini juga menunjukkan kerja sama AS dengan negara lain untuk meningkatkan stabilitas global.
Namun, perlu diingat bahwa pembelian minyak pertama dari Venezuela masih merupakan langkah awal dalam kesepakatan sebesar 2 Miliar Dolar As. Investasi ini akan berdampak pada ekspor Venezuela dan keberadaan AS sebagai pemain utama di pasar minyak mentah dunia.