Video: OJK Catat Pertumbuhan Kredit Bank -Prospek Bunga Deposito Turun

OJK Menyatakan Kinerja Perbankan Terpantau Meningkat

Kinerja intermediasi perbankan terus berlanjut menguat di akhir November 2025, dengan outstanding kredit bank tumbuh 7,74% secara tahunan menjadi Rp 8.315 triliun.

Tren pemangkasan suku bunga dana di perbankan masih terus berlanjut hingga akhir November 2025, menunjukkan bahwa bank-bank di Indonesia semakin berusaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan menawarkan suku bunga yang lebih rendah.

Selain itu, OJK juga menyatakan bahwa kondisi rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan mulai menurun, hingga risiko kredit atau loan at risk di perbankan pada akhir November 2025 terpantau mula menurun.

Namun, kondisi liquidity coverage ratio dan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) masih sangat kondusif bagi bank-bank di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa perbankan di Indonesia masih dalam proses peningkatan kinerja untuk meningkatkan kesetaraan dengan standard internasional.
 
Pernah, aku coba lirik keuangan aku sendiri, sebelum ada teknologi yang bikin kita terlalu nyaman 🤯. Aku ingat saat ini banyak bank yang mau memberikan pinjaman kepada siapa saja, tapi ternyata banyak juga yang tidak bisa membayar kembali. Itu kerenahnya perbankan yang harus berhati-hati dan bijak dalam memberikan pinjaman. Sekarang, aku lihat kondisi perbankan di Indonesia sudah lebih baik, suku bunga rendah dan lebih banyak bank yang mau melayani konsumen. Tapi, masih ada hal yang bikin aku sedikit khawatir, apakah mereka sudah siap untuk berlaga-laga dengan perbankan internasional? 🤔
 
Gue pikir suku bunga yang rendah itu buat orang bisnis semakin sulit mendapatkan uang dari bank. Sementara itu, perbankan di Indonesia masih banyak banget yang belum bisa memenuhi standar internasional. Gue harap OJK bisa memberikan bantuan lebih untuk perbankan di Indonesia agar bisa meningkatkan kinerja dan kesetaraan dengan negara lain. Tapi, gue juga tidak ingin menyebutkan hal yang salah sama sekali, karena gue rasa itu sengaja tidak muncul. Karena, gue yakin bahwa OJK sudah berusaha keras untuk membuat perbankan di Indonesia lebih baik.
 
Keren banget sih performa bank-bank di Indonesia! Outstanding kredit bank naik 7,74% lagi! 🤩 Tapi, aku pikir masih perlu usaha lebih banyak lagi untuk memenuhi standar internasional. Rasio liquidity coverage ratio dan CAR masih jauh dari target. Aku harap OJK bisa terus mendukung perbankan di Indonesia agar bisa meningkatkan kinerja mereka. Tapi, aku juga tidak sabar banget nanti bank-bank di Indonesia bisa menawarkan suku bunga yang lebih rendah lagi! 💸
 
Kalau nungtin lama, suku bunga jadi lebih rendah, kan? Saya pikir itu bagus sekali. Nanti konsumen bisa menabung dana mereka dengan aman, dan bank-bank juga bisa meningkatkan kinerjanya. tapi perlu diawasi banget, karena rasio kecukupan modal CAR masih jauh dari target internasional. apa sih yang harus dilakukan, sih?
 
Makanya suku bunga yang rendah, tapi apa ada yang berubah? Semua bank jadi seperti sihir, semuanya suka menawarkan diskon 🤑👀. Tapi mungkin yang penting adalah kredit bermasalah mulai menurun, artinya semua orang tidak lagi tidak bisa membayar utang mereka 😅. Dan masih ada dua hal yang perlu diperbaiki, itu kecukupan modal dan liquidity coverage ratio, seperti bank-bank di Indonesia masih belum jadi sama dengan dunia internasional 💸. Tapi mungkin itu sudah cukup untuk sekarang, karena kalau mau belajar lagi lagi itu berarti ada yang salah 🤔.
 
Aku pikir baiknya OJK terus memantau kinerja perbankan dan memberikan saran yang tepat agar bank-bank di Indonesia lebih berkepanjangan dalam menyediakan suku bunga yang wajar, serta meningkatkan rasio kecukupan modal. Aku yakin kalau dengan semangat ini, perbankan di Indonesia nantinya akan menjadi lebih stabil dan bisa bersaing dengan perbankan internasional 🌟
 
gini nih, perbankan indonesia sudah semakin baik, outstanding kredit bank lumayan besar, dan suku bunga pun lebih rendah. tapi masih ada hal yang perlu diperhatikan, yaitu kondisi liquidity coverage ratio dan CAR masih harus ditingkatkan, kalau tidak bakal terus menjadi masalah.
 
Akhirnya, perbankan di Indonesia mulai berani menawarkan suku bunga yang lebih rendah! 💸👍 Semoga ini bisa membuat konsumen merasa nyaman dan bisa memilih bank yang tepat untuk investasi mereka. Tapi, masih ada yang perlu diperhatikan, ya... seperti kondisi liquidity coverage ratio dan CAR yang masih agak rendah. 🤔 Akan tetapi, saya masih optimis bahwa perbankan di Indonesia akan terus berusaha meningkatkan kinerja mereka untuk mencapai kesetaraan dengan standard internasional. Semoga saja! 💪
 
Pekin, kemana caranya perbankan Indonesia gak bisa seimbang? Suku bunga rendah, tapi rasio kredit bermasalah masih banyak, ayo buat kebijakan yang tepat sih! Saya pikir OJK harus lebih serius dalam mengawasi kondisi perbankan, jangan hanya menunggu perbankan sendiri untuk seimbang aja.
 
Pagi, saya pikir OJK already lakukan yang tepat kayaknya. Kinerja bank-bank di Indonesia terus berjalan baik, suku bunga yang rendah pasti membuat banyak orang bisa mendapatkan kredit dengan lebih mudah. Tapi, yang bikin saya sedih adalah ada bank-bank yang masih belum bisa meningkatkan liquidity coverage ratio dan CAR mereka. Mungkin karena masih banyak hal yang perlu diperbaiki, tapi saya yakin dengan peningkatan teknologi dan regulasi yang baik, perbankan di Indonesia akan terus maju dan tidak kalah dengan internasional. 🤞📈
 
Perbankan di Indonesia terus berusaha, tapi masih ada yang bikin kekecewa. Suku bunga rendah itu enak juga deh, tapi bagaimana kalau bank-bank itu kaya banget? Karena itu, kita harus patuhi jangka pendek dan jangka panjang. Jangan sampai kita punya dana yang banyak tapi tidak bisa menabung karena suku bunga terlalu rendah. Kita harus seimbang ya! 🤔
 
ya... kalau lihat situasi perbankan di Indonesia, aku pikir itu juga pengaruh dari kebijakan monetaris yang ada sekarang. jika suku bunga tetap rendah, maka konsumen akan lebih suka menabung dan bank juga harus berhati-hati dalam memberikan pinjaman. tapi kita lihat kondisi perbankan di Indonesia masih ada kemungkinan masalah karena kesulitan liquidity coverage ratio... aku harap peningkatan kinerja perbankan ini bisa terus ditekankan agar perbankan di Indonesia bisa maju menjadi bank yang lebih baik 🤞
 
Pokoknya, perbankan kita udah jadi lebih baik, ya! Suku bunga yang rendah makin banyak orang bisa mendapatkan pinjaman. Gak bisa salah, itu bagus banget! 🤣 Tapi, gak cuma itu aja, kondisi perbankan kita masih agak sulit diawasi. Liar tanding liar, kan? 😂 Kita harus terus mengawasi agar tidak ada yang 'mencuri' uang orang lain. Dan, wajah perbankan kita masih agak konyol, karena CAR-nya masih agak rendah. Haha, jangan berantakan, kita masih punya waktu untuk mengaturnya! 🕒
 
wah, kabar baik banget! saya senang sekali kondisi rasio kredit bermasalah mulai menurun 🙌. tapi, nggak paham apa sih liquidity coverage ratio itu? apakah itu bisa kita lihat di ATM atau sesuatu yang lain? dan suku bunga yang lebih rendah itu bagus banget untuk pembayar tagihan listrik saya, tapi bagaimana kalau mereka tidak mau menurunkan suku bunga itu? 🤔
 
Pernah dengar kalau kinerja perbankan itu nggak terkalahkan oleh tekanan suku bunga yang tinggi? Saya pikir ini masih sangat mengecewakan, luapan kebebasan bank-bank kita masih banyak lagi. Maka apalagi dengan rasio CAR yang nggak terlalu baik, kayaknya kita masih jauh dari target. Bagaimana kalau kita makin berani, jangan hanya mementingkan suku bunga rendah aja, tapi juga perhatikan aspek keuangan lainnya. Siapa tahu dengan penyesuaian yang tepat, kita bisa meningkatkan kinerja bank-bank kita dan membuat mereka lebih kompetitif di pasar internasional 😏
 
Gak bisa kecewa dengan OJK yang udah memberikan data yang positif mengenai kinerja perbankan, ya? Outstanding kredit bank naik 7,74% itu bukan mainan lagi! Mungkin karena tren pemangkasan suku bunga makin populer di kalangan konsumen. Aku bayak senang lihat bahwa bank-bank di Indonesia semakin berusaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan menawarkan suku bunga yang lebih rendah. Tapi, tapi, masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki, seperti liquidity coverage ratio dan CAR yang belum cukup baik...
 
Aku pikir aih, semuanya ok lah... kinerja perbankan naik kayaknya baik-baik saja 🤔. Tapi apa artinya kita tidak punya bank yang terbaik di dunia? Kita masih harus banyak belajar dari negara-negara lain, seperti Singapura atau Hong Kong. Dan apa dengan suku bunga yang rendah, itu bukan berarti kita punya biaya hidup yang lebih murah, kayaknya masih sama aja 💸.

Dan aku penasaran sih mengapa OJK terus memantau kinerja perbankan? Apa karena kita takut ada bank yang jatuh bangkrut lagi seperti 1998? 😅. Tapi sepertinya semuanya sudah beres, perbankan di Indonesia bisa bertahan. Dan CAR dan liquidity coverage ratio masih rendah juga kayaknya... tapi kita harus percaya diri juga, kita punya waktu untuk meningkatkan kinerja itu 🕒️.
 
Permasalahan perbankan Indonesia terus memanggil perhatian masyarakat, tapi apa yang ternyata dipikirkan oleh pengusaha dan investor? Mereka mau mendukung kebijakan OJK atau mereka lebih suka menunggu dan melihat kinerja perbankan sendiri. Kita harus bertanya-tanya apakah perusahaan besar di Indonesia seperti PT SM Bank, BNI, dan Mandiri sudah memenuhi standar internasional? Atau ada yang masih di bawah garis batas?
 
aku pikir ini gampang banget, suku bunga yang rendah itu bikin konsumen lebih mudah dipijak, dan bank juga bisa mendapatkan more profit dari segi jangka panjang. tapi aku masih ragu, mengapa kecukupan modal CAR masih jauh dari target? harusnya sekarang giliran mereka untuk meningkatkan kinerja, bukan lagi cuma menawarkan suku bunga yang rendah aja 🤔💸
 
kembali
Top