Investor di Indonesia mulai menyadari pentingnya memiliki strategi investasi yang tepat untuk menghadapi keterangkatan pasar. Menurut Doni Firdaus, Direktur Investasi PT Bahana TCW Investment Management, penguasaan lanjutan dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal tahun 2026 masih menjadi keinginan utama.
Menurut laporan terbaru, investor ritel lokal telah mendominasi kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), sementara investor institusi asing mulai mengurangi porsi sahamnya. Ini berarti investor lokal dengan saham besar menjadi penggerak saham RI saat jumlah investor asing semakin tergerus.
Kondisi ini membuat PT Bahana TCW Investment Management menyadari potensi investasi di corporate bonds, yang dikenal memiliki return yang stabil dan risiko yang lebih rendah. Menurut Doni Firdaus, investasi corporate bond sekarang fokus pada sektor yang memiliki fundamental kuat, seperti konsumer dan komoditas.
Sementara itu, harga komoditas emas terus mengejar tren penguatan, sehingga saham terkait tambang dan komoditas menjadi pilihan yang dipertimbangkan. Namun, investor perlu mempertimbangkan risiko terkait fluktuasi harga komoditas.
Dengan demikian, Doni Firdaus mengharapkan prospek investasi pasar keuangan RI di awal 2026 akan lebih stabil dan lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut laporan terbaru, investor ritel lokal telah mendominasi kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), sementara investor institusi asing mulai mengurangi porsi sahamnya. Ini berarti investor lokal dengan saham besar menjadi penggerak saham RI saat jumlah investor asing semakin tergerus.
Kondisi ini membuat PT Bahana TCW Investment Management menyadari potensi investasi di corporate bonds, yang dikenal memiliki return yang stabil dan risiko yang lebih rendah. Menurut Doni Firdaus, investasi corporate bond sekarang fokus pada sektor yang memiliki fundamental kuat, seperti konsumer dan komoditas.
Sementara itu, harga komoditas emas terus mengejar tren penguatan, sehingga saham terkait tambang dan komoditas menjadi pilihan yang dipertimbangkan. Namun, investor perlu mempertimbangkan risiko terkait fluktuasi harga komoditas.
Dengan demikian, Doni Firdaus mengharapkan prospek investasi pasar keuangan RI di awal 2026 akan lebih stabil dan lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.