"Greland Benci AS, Warga Berunjuk Rasa di Depan Kedubes"
Hari ini, di kota Kopenhagen, sebuah demonstrasi besar-besaran digelar oleh warga untuk mengejek pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dia lagi-lagi menuntut agar penguasaan Greenland kepada AS.
Di tengah kekacauan itu, sekelompok demonstran memprotes pernyataan presiden tersebut. Mereka menganggap bahwa pernyataan ini adalah tindakan yang tidak pantas dan memberontak. Bendera Greenland digeser dari posisinya di depan Kedubes AS, sebagai bentuk protes mereka.
Warga setempat sangat marah dengan pernyataan Trump. Mereka menganggap bahwa AS tidak memiliki hak untuk menuntut penguasaan Greenland. "AS tidak bisa melakukannya!", kata seorang warga. "Itu bukan miliknya!"
Aksi unjuk rasa ini digelar dalam saat-saat kekacauan yang berlangsung di depan Kedubes AS. Polisi harus mematikan aksi tersebut agar tidak berujung pada hal yang tidak diinginkan.
Aksi unjuk rasa ini menunjukkan bahwa warga Greenland sangat marah dengan pernyataan Trump. Mereka akan terus mengejar hingga keakhiran untuk menghentikan pernyataan tersebut.
Hari ini, di kota Kopenhagen, sebuah demonstrasi besar-besaran digelar oleh warga untuk mengejek pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dia lagi-lagi menuntut agar penguasaan Greenland kepada AS.
Di tengah kekacauan itu, sekelompok demonstran memprotes pernyataan presiden tersebut. Mereka menganggap bahwa pernyataan ini adalah tindakan yang tidak pantas dan memberontak. Bendera Greenland digeser dari posisinya di depan Kedubes AS, sebagai bentuk protes mereka.
Warga setempat sangat marah dengan pernyataan Trump. Mereka menganggap bahwa AS tidak memiliki hak untuk menuntut penguasaan Greenland. "AS tidak bisa melakukannya!", kata seorang warga. "Itu bukan miliknya!"
Aksi unjuk rasa ini digelar dalam saat-saat kekacauan yang berlangsung di depan Kedubes AS. Polisi harus mematikan aksi tersebut agar tidak berujung pada hal yang tidak diinginkan.
Aksi unjuk rasa ini menunjukkan bahwa warga Greenland sangat marah dengan pernyataan Trump. Mereka akan terus mengejar hingga keakhiran untuk menghentikan pernyataan tersebut.