Bank Dunia Minta Perhatian 3 Negara, Krisis Menanti di Tahun 2026
Dalam laporan ekonomi global yang baru-baru ini diterbitkan, Bank Dunia memberikan peringatan bahwa meskipun laju pertumbuhan global masih relatif stabil, namun ada tiga negara yang harus berhati-hati. Negara-negara tersebut adalah Pakistan, Sudan, dan Timor-Leste.
Dalam laporan tersebut, Bank Dunia menyatakan bahwa ekonomi global diharapkan tumbuh sebesar 2,6% pada tahun 2026. Namun, kenyataan di lapangan lebih kompleks daripada yang dinyatakan secara agregat.
Pertama, Pakistan yang menghadapi tekanan utang tinggi dan konflik bersenjata. Bank Dunia menyatakan bahwa keberlangsungan ekonomi negara tersebut sangat bergantung pada penyelesaian konflik yang sedang berlangsung di wilayah Timur Tengah.
Kedua, Sudan yang juga menghadapi tekanan utang tinggi dan kekurangan sumber daya alam. Bank Dunia menilai bahwa ekonomi negara tersebut sangat rentan terhadap perubahan-perubahan global dan lokally.
Terakhir, Timor-Leste yang memiliki fondasi struktural yang lemah dan masih mengalami penurunan inflasi. Bank Dunia menyatakan bahwa jika tidak diatasi dengan cepat, kekurangan sumber daya alam akan membawa dampak ekonomi negara tersebut ke arah kontraksi.
Dengan demikian, Bank Dunia memberikan peringatan kepada tiga negara tersebut untuk memperhatikan keseimbangan ekonomi dan mengurangi risiko krisis. Jika tidak, maka dampaknya akan meresap ke seluruh dunia.
Dalam laporan ekonomi global yang baru-baru ini diterbitkan, Bank Dunia memberikan peringatan bahwa meskipun laju pertumbuhan global masih relatif stabil, namun ada tiga negara yang harus berhati-hati. Negara-negara tersebut adalah Pakistan, Sudan, dan Timor-Leste.
Dalam laporan tersebut, Bank Dunia menyatakan bahwa ekonomi global diharapkan tumbuh sebesar 2,6% pada tahun 2026. Namun, kenyataan di lapangan lebih kompleks daripada yang dinyatakan secara agregat.
Pertama, Pakistan yang menghadapi tekanan utang tinggi dan konflik bersenjata. Bank Dunia menyatakan bahwa keberlangsungan ekonomi negara tersebut sangat bergantung pada penyelesaian konflik yang sedang berlangsung di wilayah Timur Tengah.
Kedua, Sudan yang juga menghadapi tekanan utang tinggi dan kekurangan sumber daya alam. Bank Dunia menilai bahwa ekonomi negara tersebut sangat rentan terhadap perubahan-perubahan global dan lokally.
Terakhir, Timor-Leste yang memiliki fondasi struktural yang lemah dan masih mengalami penurunan inflasi. Bank Dunia menyatakan bahwa jika tidak diatasi dengan cepat, kekurangan sumber daya alam akan membawa dampak ekonomi negara tersebut ke arah kontraksi.
Dengan demikian, Bank Dunia memberikan peringatan kepada tiga negara tersebut untuk memperhatikan keseimbangan ekonomi dan mengurangi risiko krisis. Jika tidak, maka dampaknya akan meresap ke seluruh dunia.