Hilang di Gunung Slamet, Pencarian Syafiq Tidak Menemukan Hasil
Jumat, 27 Desember 2025, Syafiq Ridhan Ali Razan (18) pendaki asal Kota Magelang dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya. Ia melakoni pendakian bersama rekannya Himawan Choidar Bahran dan memulai perjalanan pada hari Jumat tersebut.
Himawan sempat mengalami kram di puncak aliran air batas vegetasi sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan. Ia turun mencari bantuan, namun Syafiq yang berusaha mencari pertolongan diketahui tersesat.
Pencarian dilakukan oleh tim SAR dengan sekitar 70 personel dan relawan yang dibagi ke dalam empat tim pada hari Rabu, 7 Januari. Pada awalnya, ada sekitar 120 orang yang ingin terlibat, namun dikurangi demi keselamatan dan efektivitas.
Pencarian dimulai dari basecamp sejak pukul 07.00 WIB dan menyasar beberapa titik, seperti Pos 3 dan Pos 5 ke arah bawah, area puncak, aliran air, serta batas vegetasi. Namun, operasi pencarian ini secara resmi dihentikan pada Rabu, 7 Januari 2026 sesuai dengan SOP nasional pencarian pendaki yang hilang.
Meskipun demikian, tim SAR tidak menyerah karena ditemukan beberapa petunjuk kecil dan firasat kolektif. Mereka melanjutkan pencarian hingga hari ini, Kamis, 8 Januari. Pencarian dilakukan setelah melihat jejak-jejak samar di jalur, kondisi medan, serta keyakinan bahwa masih ada harapan.
Syafiq Ridhan Ali berusia siswa kelas 12 SMAN 5 Magelang dan sempat mengirim pesan WhatsApp yang menjadi jejak terakhir sebelum hilang. Ia juga tidak memiliki izin yang benar untuk mendaki Gunung Slamet.
Pencarian melibatkan Basarnas, tim SAR gabungan, relawan, serta dukungan pemerintah daerah. Hingga kini, hasil pencarian masih nihil.
Jumat, 27 Desember 2025, Syafiq Ridhan Ali Razan (18) pendaki asal Kota Magelang dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya. Ia melakoni pendakian bersama rekannya Himawan Choidar Bahran dan memulai perjalanan pada hari Jumat tersebut.
Himawan sempat mengalami kram di puncak aliran air batas vegetasi sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan. Ia turun mencari bantuan, namun Syafiq yang berusaha mencari pertolongan diketahui tersesat.
Pencarian dilakukan oleh tim SAR dengan sekitar 70 personel dan relawan yang dibagi ke dalam empat tim pada hari Rabu, 7 Januari. Pada awalnya, ada sekitar 120 orang yang ingin terlibat, namun dikurangi demi keselamatan dan efektivitas.
Pencarian dimulai dari basecamp sejak pukul 07.00 WIB dan menyasar beberapa titik, seperti Pos 3 dan Pos 5 ke arah bawah, area puncak, aliran air, serta batas vegetasi. Namun, operasi pencarian ini secara resmi dihentikan pada Rabu, 7 Januari 2026 sesuai dengan SOP nasional pencarian pendaki yang hilang.
Meskipun demikian, tim SAR tidak menyerah karena ditemukan beberapa petunjuk kecil dan firasat kolektif. Mereka melanjutkan pencarian hingga hari ini, Kamis, 8 Januari. Pencarian dilakukan setelah melihat jejak-jejak samar di jalur, kondisi medan, serta keyakinan bahwa masih ada harapan.
Syafiq Ridhan Ali berusia siswa kelas 12 SMAN 5 Magelang dan sempat mengirim pesan WhatsApp yang menjadi jejak terakhir sebelum hilang. Ia juga tidak memiliki izin yang benar untuk mendaki Gunung Slamet.
Pencarian melibatkan Basarnas, tim SAR gabungan, relawan, serta dukungan pemerintah daerah. Hingga kini, hasil pencarian masih nihil.