Gunung Slamet, tempat Syafiq menghilang selama pendakian. (Gambar: tirto.id)
Syafiq Ridhan Ali Razan pernah mengirim pesan singkat kepada ibunya sebelum dinyatakan hilang saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatan, Pemalang. Pesan tersebut bertuliskan: "Bu, aku nyasar tekan Gunung Slamet" dan diiringi foto basecamp pendakian.
Mengenai kejadian itu, Syafiq dan rekan satuannya, Himawan Choidar Bahran, memulai pendakian pada hari Jumat, 27 Desember 2025. Namun, saat berada di puncak aliran air batas vegetasi, mereka sempat terpisah. Himawan mengalami kram dan kemudian ditemukan dalam kondisi lemas dengan kaki terkilir di Pos 9. Syafiq diketahui turun lebih dulu sendirian untuk mencari bantuan dan sejak saat itu jejaknya menghilang.
Saat ini, pencarian lanjutan dilakukan setelah melihat jejak-jejak samar di jalur, kondisi medan, serta keyakinan bahwa masih ada harapan. Pencarian ini diperpanjang dua hari untuk mencari tanda-tanda yang dapat membantu menemukan Syafiq.
Syafiq Ridhan Ali Razan pernah mengirim pesan singkat kepada ibunya sebelum dinyatakan hilang saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatan, Pemalang. Pesan tersebut bertuliskan: "Bu, aku nyasar tekan Gunung Slamet" dan diiringi foto basecamp pendakian.
Mengenai kejadian itu, Syafiq dan rekan satuannya, Himawan Choidar Bahran, memulai pendakian pada hari Jumat, 27 Desember 2025. Namun, saat berada di puncak aliran air batas vegetasi, mereka sempat terpisah. Himawan mengalami kram dan kemudian ditemukan dalam kondisi lemas dengan kaki terkilir di Pos 9. Syafiq diketahui turun lebih dulu sendirian untuk mencari bantuan dan sejak saat itu jejaknya menghilang.
Saat ini, pencarian lanjutan dilakukan setelah melihat jejak-jejak samar di jalur, kondisi medan, serta keyakinan bahwa masih ada harapan. Pencarian ini diperpanjang dua hari untuk mencari tanda-tanda yang dapat membantu menemukan Syafiq.