Bumi Pasirlangu, Bandung - Hari ketujuh dari longsor di Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat ini, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban masih berlangsung dengan energi baru. Menurut Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, keberhasilan dalam mencari korban semakin meningkat, yaitu sejumlah 60 body pack sudah di-evakuasi.
"Selama operasi SAR ini berlangsung hingga hari ketujuh, kami berhasil menemukan lima kantong jenazah yang kemudian diserahkan kepada tim DVI. Berdasarkan data yang kami dapatkan, sebanyak 44 korban telah dikenal dan diserahkan kepada keluarga mereka," ungkapnya saat berbicara di Posko Basarnas Cisarua.
Namun, mengenai jumlah korban yang hilang masih banyak yang belum diketahui. Pada awalnya, jumlah korban yang hilang dinyatakan sebanyak 20 orang. Namun seiring berjalannya waktu dan hasil asesmen lapangan yang dilakukan oleh Search Management Cell (SMC), Incident Commander (IC), dan DVI, data korban mengalami dinamika.
"Awalnya jumlah korban yang hilang disebutkan sebanyak 113 orang. Namun perkembangan terakhir menunjukkan angka 158 warga yang dilaporkan hilang dari 35 kepala keluarga," jelasnya.
Meski dihadapkan pada medan yang berat serta kondisi cuaca yang tidak selalu stabil, Basarnas menegaskan operasi SAR tetap berjalan tanpa henti. Pencarian dilakukan sepanjang waktu 24 jam dengan dukungan berbagai unsur, termasuk upaya modifikasi cuaca oleh BNPB guna meminimalkan potensi hujan di lokasi pencarian.
"Kondisi medan dan cuaca memang belum maksimal. Namun kami tetap berupaya semaksimal mungkin. Tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari, dan kami berharap sebelum masa tersebut berakhir seluruh korban dapat ditemukan," kata Syafii.
Dia juga meminta doa dan dukungan dari masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar dan dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar anggota keluarganya.
"Operasi ini akan terus kami lanjutkan selama masih ada harapan menemukan korban. Kami mohon doa agar seluruh proses berjalan aman dan lancar," katanya.
"Selama operasi SAR ini berlangsung hingga hari ketujuh, kami berhasil menemukan lima kantong jenazah yang kemudian diserahkan kepada tim DVI. Berdasarkan data yang kami dapatkan, sebanyak 44 korban telah dikenal dan diserahkan kepada keluarga mereka," ungkapnya saat berbicara di Posko Basarnas Cisarua.
Namun, mengenai jumlah korban yang hilang masih banyak yang belum diketahui. Pada awalnya, jumlah korban yang hilang dinyatakan sebanyak 20 orang. Namun seiring berjalannya waktu dan hasil asesmen lapangan yang dilakukan oleh Search Management Cell (SMC), Incident Commander (IC), dan DVI, data korban mengalami dinamika.
"Awalnya jumlah korban yang hilang disebutkan sebanyak 113 orang. Namun perkembangan terakhir menunjukkan angka 158 warga yang dilaporkan hilang dari 35 kepala keluarga," jelasnya.
Meski dihadapkan pada medan yang berat serta kondisi cuaca yang tidak selalu stabil, Basarnas menegaskan operasi SAR tetap berjalan tanpa henti. Pencarian dilakukan sepanjang waktu 24 jam dengan dukungan berbagai unsur, termasuk upaya modifikasi cuaca oleh BNPB guna meminimalkan potensi hujan di lokasi pencarian.
"Kondisi medan dan cuaca memang belum maksimal. Namun kami tetap berupaya semaksimal mungkin. Tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari, dan kami berharap sebelum masa tersebut berakhir seluruh korban dapat ditemukan," kata Syafii.
Dia juga meminta doa dan dukungan dari masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar dan dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar anggota keluarganya.
"Operasi ini akan terus kami lanjutkan selama masih ada harapan menemukan korban. Kami mohon doa agar seluruh proses berjalan aman dan lancar," katanya.