Gelombang Unjuk Rasa di Iran Terus Berlanjut, Warga Mengakali Pembatasan Dengan Akses Internet Melalui Starlink
Pembatasan internet oleh Pemerintah Iran terus memicu kepanikan warga, namun mereka tidak menyerah. Mereka mengakali pembatasan dengan menggunakan layanan internet melalui Starlink, yang sejatinya tidak memiliki lisensi untuk beroperasi di Negeri Para Mullah tersebut.
Bahkan, setelah perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni 2025 lalu, parlemen Iran telah mengeluarkan undang-undang untuk melarang penggunaan Starlink. Pengguna Starlink bahkan dapat dihukum, tapi warga tidak peduli. Mereka terus menggunakan layanan ini untuk tetap terhubung dengan dunia luar.
Cara kerja Starlink yang berbasis sinyal satelit dan tidak menggunakan serat optik membuat perangkat ini menjadi pilihan utama di tengah konflik dan kerusuhan global. Dari perang Ukraina-Rusia hingga perang saudara Sudan, Starlink telah digunakan oleh aktivis, organisasi bantuan, dan petugas medis untuk berkomunikasi.
Pada Senin (12/1) lalu, Presiden AS, Donald Trump, mengungkap bahwa ia akan membahas pemulihan akses internet di Iran bersama Elon Musk. Meskipun ia tidak menyebutkan Starlink dalam pernyataannya, namun dia menyebutkan bahwa Elon Musk memiliki pengetahuan yang sangat bagus tentang hal ini.
Di tengah kepanikan warga, Starlink tetap menjadi pilihan utama untuk mengakses internet. Bahkan, di kota-kota di wilayah perbatasan, layanan ini masih efektif digunakan. Padahal, pembatasan akses internet di Iran telah mencapai lebih dari 108 jam, membuat akses informasi terkait situasi sebenarnya di Iran masih simpang siur.
Pembatasan internet oleh Pemerintah Iran terus memicu kepanikan warga, namun mereka tidak menyerah. Mereka mengakali pembatasan dengan menggunakan layanan internet melalui Starlink, yang sejatinya tidak memiliki lisensi untuk beroperasi di Negeri Para Mullah tersebut.
Bahkan, setelah perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni 2025 lalu, parlemen Iran telah mengeluarkan undang-undang untuk melarang penggunaan Starlink. Pengguna Starlink bahkan dapat dihukum, tapi warga tidak peduli. Mereka terus menggunakan layanan ini untuk tetap terhubung dengan dunia luar.
Cara kerja Starlink yang berbasis sinyal satelit dan tidak menggunakan serat optik membuat perangkat ini menjadi pilihan utama di tengah konflik dan kerusuhan global. Dari perang Ukraina-Rusia hingga perang saudara Sudan, Starlink telah digunakan oleh aktivis, organisasi bantuan, dan petugas medis untuk berkomunikasi.
Pada Senin (12/1) lalu, Presiden AS, Donald Trump, mengungkap bahwa ia akan membahas pemulihan akses internet di Iran bersama Elon Musk. Meskipun ia tidak menyebutkan Starlink dalam pernyataannya, namun dia menyebutkan bahwa Elon Musk memiliki pengetahuan yang sangat bagus tentang hal ini.
Di tengah kepanikan warga, Starlink tetap menjadi pilihan utama untuk mengakses internet. Bahkan, di kota-kota di wilayah perbatasan, layanan ini masih efektif digunakan. Padahal, pembatasan akses internet di Iran telah mencapai lebih dari 108 jam, membuat akses informasi terkait situasi sebenarnya di Iran masih simpang siur.