Jakarta Terkena Banjir, 39 RT dan Jalan Terparah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah melaporkan bahwa banjir masih merendam banyak wilayah di Jakarta. Sampai saat ini, terdapat 39 Rukun Tetangga (RT) yang terkena dampak banjir, termasuk beberapa ruas jalan yang tergenang.
Menurut laporan BPBD DKI Jakarta, ketinggian air maksimal mencapai 3,5 meter. Banjir ini diakibatkan oleh meluapnya Sungai Ciliwung dan hujan deras yang terjadi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Daerah yang paling parah adalah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, karena banjir merendam wilayah bantaran Sungai Ciliwung dengan ketinggian mulai dari 1,5 hingga 3,5 meter. Di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, penurunan ketinggian banjir telah berangsur surut, bahkan beberapa ruas jalan yang sebelumnya tergenang kini sudah berangsur surut.
BPBD DKI Jakarta đã mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan air di setiap wilayah dan mengoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112 yang gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop.
Menurut laporan BPBD DKI Jakarta, ketinggian air maksimal mencapai 3,5 meter. Banjir ini diakibatkan oleh meluapnya Sungai Ciliwung dan hujan deras yang terjadi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Daerah yang paling parah adalah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, karena banjir merendam wilayah bantaran Sungai Ciliwung dengan ketinggian mulai dari 1,5 hingga 3,5 meter. Di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, penurunan ketinggian banjir telah berangsur surut, bahkan beberapa ruas jalan yang sebelumnya tergenang kini sudah berangsur surut.
BPBD DKI Jakarta đã mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan air di setiap wilayah dan mengoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112 yang gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop.