Upaya Keluarga Korban Kekerasan Gugat Impunitas Prajurit TNI

Sempat kaget Lenny Damanik setelah pengadilan memberikan vonis 10 bulan penjara untuk orang yang menyebabkan anaknya meninggal dunia. Korban adalah MHS (15) yang berakibat meninggal akibat dilukai berat oleh Riza Pahlivi, prajurit TNI AD. Pengadilan tersebut memutuskan bahwa terdakwa tidak menunjukkan kejahatan pidana militer tetapi hanya sebagai pelanggaran disiplin militer yang meliputi kewajiban untuk menyelamatkan nyawa korban.
 
Penyelamatan nyawa korban itu gini, "Manusia menghindari kesedihan karena takut akan kesengsaraannya". Tapi sepertinya hukuman 10 bln lagi siapakah yang bisa menangkap Riza Pahlivi? Kita lihat buku panduan untuk menjaga disiplin militer sama aja, tapi bagaimana jika bukan dalam buku panduan, tapi di hati kita?
 
Wah, pengadilan itu benar-benar bikin saya terkejut! 10 bulan penjara itu masih kurang aja? Saya rasa Riza Pahlivi itu harusnya menerima hukuman yang lebih berat, kalau tidak ada konsekuensi untuk pelanggaran seperti itu. Saya juga penasaran apa yang terjadi sebelum pengadilan, siapa yang menyaksikan kejadian itu? Dan bagaimana korban bisa jadi jika Riza Pahlivi itu tidak mengejar dia? Saya ingat aku pernah membaca di blog tentang pengadilan militer, tapi saya malah sambung mata. Hehe, mungkin kalau gak ada video atau foto yang bikin orang penasaran. Dan apa lagi, gue suka makan siomay, kenapa pihak tidak memberikan beasiswa kepada korban keluarganya?
 
Apa sih rasanya kalau pengadilan ini begitu rapat? 10 bulan penjara aja tapi orang tuanya harus menghadapi kesedihan dan pahitnya kehilangan anak mereka... Tapi mungkin saja itu ada alasan di balik vonis ini, misalnya adanya ketidakpastian atau bukti yang belum lengkap. Saya rasa krisis mental Riza Pahlivi memang perlu dibicarakan lebih lanjut, tapi saya masih ingin tahu, apakah ada orang lain yang juga melukai anak-anak kecil dan tidak dipenjarakan? Saya ingin tahu, apa yang dapat dilakukan untuk mencegah hal ini terjadi lagi... Saya rasa kita perlu ada perubahan di sistem hukum kita agar lebih mempertimbangkan kesejahteraan keluarga korban.
 
Pengadilan itu kayak apa sih? 10 bulan penjara hanya cukup? Makanya coba cari tahu terlebih dahulu apakah pelaku benar-benar tidak menunjukkan kejahatan pidana militer, tapi aku rasa masih ada keraguan. Saya pikir pengadilan harus lebih teliti lagi. Lenny Damanik itu anaknya meninggal dunia sih, tapi apa dia juga harus merasa puas dengan hasil ini? Aku bayangkan asal-usul cerita yang disebutkan di pengadilan itu, apakah benar-benar ada bukti bahwa pelaku hanya melakukan pelanggaran disiplin militer saja? Saya rasa perlu lagi pengecekan dan analisis lebih lanjut sebelum menghukum.
 
Aku pikir sangatlah bingung nih, si Riza Pahlivi apa lagi kejaannya? 10 bulan penjara untuk hal ini, aku rasa kalau ada orang yang dilukai berat pasti akan mati aja, jadi apa yang salah dengannya? Mungkin ada kesalahan di dalam prosesnya, tapi benar-benar tidak perlu menangguh hukuman seperti ini. Aku harap pengadilan bisa menceritakan lebih lanjut tentang keadaan sebenarnya dan bagaimana hal ini terjadi sehingga bisa ada penyelesaian yang adil 🤔👊
 
🤯 Saya sengaja nggak bisa percaya sama vonis 10 bln itu 🤑. Maksudnya, orang tuanya anaknya meninggal dunia karena dilukainya berat oleh prajurit TNI AD, tapi pengadilan bilang itu hanya pelanggaran disiplin militer yang gampang banget 🙄. Saya rasa itu tidak adil sama sekali. Mereka harus dihukum lebih berat karena korban anaknya yang masih kecil dan belum cukup dewasa untuk melawan 😔. Tapi aku rasa ini masih terlalu banyak tentang hukuman militer, tapi apa khasiatnya membawa keluarga korban ke dalam peradilan 🤷‍♂️. Mungkin ada cara lain yang lebih baik untuk mengatasi kasus ini, seperti dengan memberikan bantuan sosial kepada keluarga korban atau membuat hukuman yang lebih tepat 🤑.
 
😱 ini sangat kejutan, tahu buat apa nggak sih? 10 bulan penjara untuk kasus anaknya mati karena dilukai oleh prajurit TNI AD? apa lagi, dia kalau duduka seumur hidup aja sudah nggak adil, tapi nggak bisa menang. 🤯 ini ada arti apakah ada aturan yang salah di dalam sistem hukum kita sekarang? karena jelasnya terdakwa tidak melakukan kasus pidana militer, tapi pelanggaran disiplin aja... siapa bilang bahwa menyelamatkan nyawa korban itu wajib? 🤔
 
Pokoknya pengadilan ini malah bikin saya bingung sih... apakah benar kalau Riza itu cuma pelanggaran disiplin aja? aku rasa kalau pelanggaran disiplin itu gak bisa dipersamai dengan akibatnya, ya? MHS yang korban itu masih muda banget, apa aku salah jika aku pikir Riza harus dihukum lebih berat karena hal ini? Tapi, aku juga paham kalau ada aturan dan disiplin di dalam militer yang harus diikuti, tapi tidak berarti kamu bisa melakukannya tanpa konsekuensi...
 
😱🤯 pengadilan gini bikin aku bingung 🤔! 10 bulan penjara buat Riza Pahlivi? 😳 itu terlalu singkat ya 🕰️! Aku pikir dia harus dibawa ke pengadilan militer yang lebih spesifik untuk kasus ini ⚖️! Tapi aku juga mengerti bahwa korban adalah anak muda yang berhak mendapatkan perlindungan 🤝. Aku rasa pengadilan harus lebih teliti lagi dalam memberikan vonisnya ⏰! Lenny Damanik bakal merasa lega ya? 😌
 
aku pikir ini udah kaget banget! siapa bilang vonis 10 bulan itu sudah adil? kalau anak-anak kita bisa dibebaskan dengan begitu saja, apa kita masih lupa bahwa mereka yang korban punya keluarga yang masih sangat gugup? dan sayangnya lagi, prajurit TNI AD yang melukai itu sih udah punya reputasi sebagai prajurit yang terampil banget! tapi kenapa dia harus dipenjara cuma karena pelanggaran disiplin militer? apa ada sesuatu yang tidak kaku ketahui? kayaknya ada sesuatu yang jangan kita telusuri... 🤔
 
Pengadilan gini jadi masalah, tapi apa lagi yang bisa diharapkan dari pengadilan? 🤷‍♂️ Tapi yang penting adalah keluarga korban bisa mendapatkan keadilan, dan ini menjadi contoh bahwa ada orang yang bertanggung jawab atas kematian anaknya. Riza Pahlivi harus merasa malu banget dengan tindakannya... tapi itu semua punya makna apa? 🤔
 
Pengadilan yang udah memutuskan seperti ini, aku pikir salah! Kenapa gini nggak ada vonis lebih panjang? Aku rasa Riza Pahlivi harusnya dihukum dengan lebih berat. Meninggalnya anak itu sangatlah tragis dan mungkin banyakin kejahatan yang dilakukan oleh Riza. Saya pikir pengadilan ini hanya memberikan vonis yang terlalu ringan bagi korban.
 
Wah, kasus Riza Pahlivi ini masih bikin penasaran banget ya... 10 bulan penjara sementara itu kalau dihukum seumur hidup? Aku pikir pengadilan yang memutuskan ini sedang lewat kebijakan. Tapi mungkin ada alasan tertentu yang tidak aku ketahui. Saya rasa penting untuk dikaji ulang agar bisa menemukan jawaban yang tepat. Apalagi karena kasus ini sangat berdampak besar pada keluarga korban, terutama Lenny Damanik yang pasti masih sedih banget... Tapi aku rasa ada suatu hal yang perlu kita pertimbangkan, yaitu bagaimana cara menghadapi kesalahan yang dijawab oleh prajurit TNI AD ini? Sebagai contoh, siapa nanti yang akan bertanggung jawab jika dikhianati oleh rekan-rekannya? 💭🤔
 
🤔 Masih bisa dipertahankan, tapi pengadilan ini masih terlalu singkat banget sih! Meninggalnya anak itu karena riza pahlivi itu berat sekali, kalau kita hitung-hitung lagi, mungkin 10 bulan penjara kurang dari yang benar. Aku pikir hukuman ini lebih fokus pada disiplin militer daripada tanggung jawab sebagai pelaku kejahatan yang mematikan hidup korban 🚨. Apalagi kalau kita hitung biaya pengadilan ini, pasti sangat mahal sih! Jangan sampingan, tapi hukuman ini harus lebih sesuai dengan kejahatan yang dilakukan 😔.
 
Wahhhhhh, aneh banget sih hasil pengadilan ini! 10 bulan penjara itu terlalu ringan ya, kalau harusnya sudah tahan 20 tahun lagi! Kenapa sih vonisnya begitu ringan? Mungkin karena adik Lenny Damanik yang terkena tembakan itu masih bebas, kan? Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres di balik ini...
 
Wahh, nggak sabar liat kasus ini keluar dari pengadilan. Saya pikir penjara 10 bulan itu terlalu ringan banget kayaknya. Mereka yang melukai anak-anak kita itu kalau tidak dihukum lebih serius pasti akan bersemangat menyerang lagi kan? Maka dari itu pengadilan harus lebih bijak dalam menghukum mereka agar tidak ada korban lain. Saya ingat kasus-kasus seperti ini sebelumnya, banyak korban yang meninggal karena disengketakan atau luka-luka yang parah karena tindakan orang-orang di luar negeri... tapi kayaknya kalau mereka sudah menjadi prajurit kita harus berbeda kan?
 
kembali
Top