Upaya Keluarga Korban Kekerasan Gugat Impunitas Prajurit TNI

Kasus pembunuhan MHS yang diduga dibunuh oleh seorang prajurit TNI ini menimbulkan kesan kekecewaan bagi keluarga korban, yaitu ibu kandung MHS dan Eva Meliani br Pasaribu. Mereka berdua mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer ke Mahkamah Konstitusi (MK) dalam upaya untuk meminta pengujian ulang terhadap UU Peradilan Militer.
 
Wah, kasus ini bikin aku merasa kesal juga. Kita harus ambil sinyal bahwa ini bukan hal kecil banget. Orangnya sudah dituduh dibunuh oleh prajurit TNI, tapi masih belum ada kemajuan yang jelas. Keluarga korban kayaknya perlu dihormati dan mendapatkan pengakuan yang adil. Uji materi di MK itu kayaknya benar-benar penting agar kita bisa memahami apa yang terjadi di balik kasus ini. Semua orang harus mengikuti proses hukum dengan jujur dan adil, biar korban bisa mendapatkan keadilan yang seharusnya.
 
ini kayaknya kasus pembunuhan MHS yang kembali di bangun lagi 🤦‍♂️. aku pikir kalau sudah punya uji materi tentang peradilan militer, apa lagi yang bisa dibicarakan? tapi jadi nggak mau dipastikan kebenaran kasusnya kayak gini. aku rasa keluarga korban dan Eva Meliani ini butuh dukungan dari masyarakat dan lembaga-lembaga yang berwenang. aku harap MK bisa segera memproses kasus ini dan memberikan keadilan bagi keluarga korban 🤞.
 
Makasih ya, para pejabat dan orang penting yang ada di Indonesia... tapi kalo kita lihat dari perspektif keluarga korban aja, kasus ini masih jauh dari akhir. Mereka sudah ngalami kesedihan ekstrem karena anaknya punya kehidupan yang berharga itu bisa dibunuh begitu saja!

Aku rasa, mungkin kalau kita lakukan uji materi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer, para pejabat dan orang penting ini harusnya sudah siap untuk menyebutkan kebenaran dari kasus ini. Tapi aja, apa yang terjadi? Kasus ini punya banyak keraguan dan tanda-tanda yang tidak masuk akal.

Aku pikir, kalau kita ingin selesai dengan kasus ini, kita harus bisa memberikan jaminan bahwa korban akan mendapatkan keadilan yang tepat. Dan itu bisa dilakukan jika kita melakukan uji materi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer dengan benar-benar tulus dan tanpa ada pola politis.

Aku rasa, para pejabat dan orang penting harus lebih berani untuk menyebutkan kebenaran dari kasus ini. Dan kalau kita tidak bisa, mungkin aku akan terus menulis tentang hal ini hingga jutaan korban dari kasus ini mendapatkan keadilan yang tepat.
 
[![gugup.gif](https://github.com/MemeDropper88/blob/main/gugup.gif)) Wah, kasus ini begitu kekecewa! [![berat.gif](https://github.com/MemeDropper88/blob/main/berat.gif)) Maksudnya, kalau korban sudah mati, siapa lagi yang mau memberikan perhatian? [![miring.gif](https://github.com/MemeDropper88/blob/main/miring.gif)) Saya rasa MK harus serius ini, walaupun UU Peradilan Militer itu sudah lama... [![serius.gif](https://github.com/MemeDropper88/blob/main/serius.gif)) Atau mungkin kalau ada yang salah, maka harus diperbaiki juga, jadi tidak terjadi seperti ini lagi!
 
Aku pikir kasus ini bisa menjadi peluang bagi pemerintah untuk mengoptimalkan peradilan militer di Indonesia 🤔. Mereka bisa menggunakan kesempatan ini untuk memperbaiki ketidakpastian dalam sistem peradilan dan memberikan kepastian hukum yang lebih baik bagi para korban kasus-kasus serupa. Aku juga berharap keluarga korban bisa mendapatkan keadilan dan pengakuan yang mereka butuhkan 🤞. Kalau giliran kita, aku pikir MK bisa membantu mengoptimalkan proses peradilan militer dengan membuat regulasi yang lebih transparan dan akurat 💡.
 
ini kalau ada kasus pembunuhan yang begitu tragis, kenapa tidak ada transparansi tentang apa-apa yang dialami korban? mungkin karena pihak TNI ingin menyembunyikan sesuatu yang jangan diungkapkan ya... tapi ini kalau sudah masuk ke Mahkamah Konstitusi, itu berarti ada tindakan yang jelas harus ditanggapi. makanya keluarga korban harus terus berjuang untuk memperoleh keadilan yang seharusnya mereka miliki. dan biar jangan salah tempat, tapi kalau ada prajurit TNI yang mengaku tidak tahu apa-apa, itu juga tidak masuk akal. di luar aja, siapapun harus bisa menjelaskan apa yang sudah dilakukan.
 
Aku pikir kasus ini jadi bukti nyata kalau sistem peradilan militer Indonesia masih kalah banget dengan internasional! 🤦‍♂️ Mereka butuh pengujian ulang terhadap UU Peradilan Militer dan aku setuju, tapi aku rasa ada sesuatu yang salah dengan cara keluarga korban ngajukan uji materi ke MK. Aku pikir mereka harus koordinasi dengan lembaga peradilan yang tepat dulu, jangan ngeremiri-remiri aja ke tempat lain 🤔. Dan aku rasa kalau ada yang salah juga dengan cara TNI ngajak prajurit yang diduga dibunuh itu, seharusnya mereka harus diinterogasi dulu sebelum diangkat sebagai pelaku! 🚨
 
Makasih ya, aku rasa keluarga korban pasti sangat kesepian banget karna kasus ini. Mereka udah ngalami kerugian besar dan gini lagi uji materi ke Mahkamah Konstitusi... mungkin bisa membawa perubahan? Aku harap pihak TNI bisa menjelaskan apa yang terjadi dan bagaimana mereka bisa memastikan agar tidak ada kasus seperti ini kembali. UU Peradilan Militer pasti penting banget untuk melindungi hak-hak militer, tapi aku rasa perlu juga dilakukan perubahan ke dalamnya sehingga korban bisa mendapatkan keadilan yang sebenarnya. Semoga MK bisa membantu dan memberikan solusi yang baik 😊
 
Gue penasaran deh, kenapa mahkamah konstitusi gak bisa langsung banter asumsi yang sudah jelas sih. Kalau benar-benar ada prajurit TNI yang buat korban itu bunuh, maka aku pikir pengujian ulang UU Peradilan Militer adalah keharusan. Tapi gue juga paham kalau mahkamah konstitusi harus memilih satu peraturan yang jelas dan tidak bisa langsung menerima asumsi tanpa bukti. Gue harap keluarga korban bisa mendapatkan pengujian ulangnya dengan cepat agar kasus ini bisa selesai dan orang yang benar-benar bersalah bisa diproteksi hukum. 🤔💻
 
ini bikin perasaan kesal banget sih... kalau udah selesai punya kasus, kenapa masih bisa kekecewaan keluarga korban? rasanya lebih masuk akal jika ada uji materi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer yang jelas, siapa tahu kalau ada kesalahan lagi, siapa nanti yang harus jawab?
 
Mereka korban ini buat kita kesal, sih... Kasus ini menimbulkan banyak pertanyaan, apa benarnya sih prajurit TNI yang buntul-buntul ini? Jangan bilang kepalang aja, harus ada bukti yang cukup, ya. Keluarga korban ini punya hak untuk meminta pengujian ulang terhadap UU Peradilan Militer, karena kalau ada kesalahan, mereka harus dihakimi. MK harus memberikan jawaban yang jelas, sih...
 
gak sabar lagi denger kasus ini 🤕 mantan prajurit TNI yang dibunuh itu pasti pernah lupa makan siang aja, tapi korban MHS itu kehilangan hidupnya 😔. aku rasa keluarga korban sudah cukup frustrasi dengan proses ini, mereka udah ajukan uji materi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer ke Mahkamah Konstitusi (MK) sih, tapi masih belum ada jawaban yang jelas 🤔. aku berharap MK bisa memberikan solusi yang cepat dan adil untuk keluarga korban ini 😊.
 
Kasus ini pasti membuat rasa tidak puas di kalangan keluarga korban 🤕. Saya paham, mereka berdua sangat kesal dan butuh waktu untuk mencari kebenaran tentang apa yang terjadi padanya. Mereka memilih untuk mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena mereka ingin meminta pengujian ulang terhadap UU Peradilan Militer yang seharusnya memberikan perlindungan yang lebih baik bagi korban seperti MHS ini.

Tapi, saya masih ragu-ragu tentang kemampuan MK dalam menyelesaikan kasus ini. Saya khawatir bahwa proses pengujian ulang ini akan memakan waktu lama dan tidak pasti akan membawa hasil yang sesuai dengan harapan keluarga korban.
 
Pernah aku bayangin apa yang akan jadi kalau korban kasus ini adalah orang umum, bukan mahasiswa. Mereka berdua sangat setia dan nyaman dengan kebijakan di militer. Kalau ini terjadi pada karyawan atau warga sipil, pasti banyak yang akan merasa kesal dan ingin menuntut jawabannya. Tapi tapi kalau korban adalah mahasiswa... aku rasa masih banyak yang tidak paham apa yang sebenarnya menjadi masalahnya. Ada yang pikir mahasiswa ini hanya "kakong" di belakang latar, tapi bukan seperti itu. Mereka punya hak sama dengan siapa pun lainnya! 😕
 
Gak sabar nungguin hasil uji materi yang diajukan oleh keluarga korban pembunuhan MHS. Iya, kasus ini sangat kecewa banget, apalagi kalau dilihat dari perspektif keluarga korban. Mereka tahu lebih dekat apa yang terjadi pada anaknya dan ingin pasti punya jawaban yang jelas. Saya rasa MK harus teliti dalam menangani kasus ini, agar tidak ada kesan bahwa mereka hanya sekedar membaca naskah saja tanpa benar-benar memperhatikan kebenaran yang terjadi.
 
Makasih banget sama koran yang bikin kita tahu kasus ini 😊. Kalau aja korban bisa dibunuh oleh prajurit, itu bukan cuma kasus MHS Br Pasaribu, tapi juga kasus semua mahasiswa yang lupa berhaknya 🤦‍♂️. Uji materi UU Peradilan Militer di MK itu penting banget untuk memastikan bahwa ada keadilan dalam pengadilan ini 🙏. Saya harap MK bisa menjawab pertanyaan keluarga korban dan memberi jaminan bahwa ada yang tahu apa yang terjadi pada MHS Br Pasaribu 💡.
 
ini kabar yang sedih banget, si MHS itu nggak usianya kan? kayaknya kasus ini perlu dibahas dengan lebih teliti, mungkin ada kesalahan atau kekurangan di dalam proses penyelidikannya... 😕

aku pikir apa yang dibutuhkan disini adalah transparansi dan akuntabilitas, sehingga keluarga korban bisa tahu pasti siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. tapi kayaknya masih ada banyak hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu, seperti penyelidikan lanjutan dan identifikasi alat bantu yang digunakan oleh prajurit TNI itu 🤔.

aku rasa keluarga korban juga perlu mendapatkan keadilan yang segera dan pasti, bukan hanya berharap-nharap saja. jadi aku harap pemerintah bisa secepatnya mengatasi kasus ini dan memberikan jawaban yang jelas kepada masyarakat 💯
 
"Aku rasa korban ini seharusnya dibela dengan benar, tapi nggak ada yang tahu apa-apa... 😔 Sengit banget kalau uji materi peradilan militer di MK nanti, karena kan sudah pasti akan ada kekecewaan lagi... 🤯"
 
kembali
Top