Tirto.id - Argumen bahwa olahraga dan politik tidak boleh dicampuradukkan justru menjadi resep sempurna untuk korupsi. Menurut Profesor Alan Tomlinson, sepak bola adalah turunan dari kebudayaan manusia dan sudah pasti berkelindan dengan politik.
Real Madrid yang condong di sisi Zionis
Mereka memboikot Rusia di Piala Dunia 2022. Namun, dalam kasus Israel, mereka diam dan mengeluarkan kartu sakti itu. Salah satu suksesor Real Madrid masa itu, Alfredo Di Stefano, berhasil didatangkan ke Santiago Bernabéu berkat campur tangan Franco.
Gurita Bisnis si Presiden yang Berlumur Darah
Proyek Galacticos Jilid 1 ala Pérez digencarkan tak lama setelah ia memimpin perusahaan konstruksi ACS, yang berdiri pada 1997 dengan dukungan keuangan awal dari keluarga Alberto dan March—keduanya berhubungan dekat dengan kediktatoran Franco.
Pereza dan Kekayaan, Gereja dan Nelayan
Jika Franco membantu Real Madrid secara terang-terangan agar bisa mendapatkan hal yang diinginkan klub, termasuk kemenangan atas Barcelona di Copa del Generalisimo (1943) serta pembajakan pemain bintang Alfredo Di Stefano pada 1953, tidak demikian dengan Pérez.
Dalam wawancara sebagaimana dikutip dari Goal, Tebas menilai sikap Los Merengues itu tidak perlu, apalagi ketika klub tersebut merasa sebagai korban. "Itu berlebihan," katanya.
Pereza dan Kekayaan, Gereja dan Nelayan
Soal itu diamini oleh banyak kalangan di jejaring sepak bola, termasuk Sir Alex Ferguson, pelatih Manchester United periode 1986–2013. Pada 2008, tak lama sebelum Cristiano Ronaldo direlakan bergabung ke tim ibu kota Spanyol, Fergie bilang: “Hal yang benar-benar memalukan dari semua ini adalah bahwa Real Madrid, sebagai klub milik Jenderal Franco, memiliki sejarah, sebelum demokrasi datang ke Spanyol, untuk mendapatkan siapa pun yang diinginkannya dan melakukan apa pun yang diinginkannya.”
Bukti atas klaim itu bisa ditelusuri dengan mudah, termasuk pada era kiwari. Pada 2024, ketika isu Vinicius Junior bakal kalah dalam perebutan Ballon d'Or menyeruak dan makin kuat, pihak Real Madrid mengambil sikap yang memantik banyak reaksi karena dianggap kontroversial.
Ternyata, tidak hanya Carvajal yang secara tak langsung mendukung zionis Israel. Penjaga gawang nomor satu Real Madrid, Thibaut Courtois, bahkan secara gamblang menunjukkan keberpihakannya kepada aktor genosida.
Real Madrid yang condong di sisi Zionis
Mereka memboikot Rusia di Piala Dunia 2022. Namun, dalam kasus Israel, mereka diam dan mengeluarkan kartu sakti itu. Salah satu suksesor Real Madrid masa itu, Alfredo Di Stefano, berhasil didatangkan ke Santiago Bernabéu berkat campur tangan Franco.
Gurita Bisnis si Presiden yang Berlumur Darah
Proyek Galacticos Jilid 1 ala Pérez digencarkan tak lama setelah ia memimpin perusahaan konstruksi ACS, yang berdiri pada 1997 dengan dukungan keuangan awal dari keluarga Alberto dan March—keduanya berhubungan dekat dengan kediktatoran Franco.
Pereza dan Kekayaan, Gereja dan Nelayan
Jika Franco membantu Real Madrid secara terang-terangan agar bisa mendapatkan hal yang diinginkan klub, termasuk kemenangan atas Barcelona di Copa del Generalisimo (1943) serta pembajakan pemain bintang Alfredo Di Stefano pada 1953, tidak demikian dengan Pérez.
Dalam wawancara sebagaimana dikutip dari Goal, Tebas menilai sikap Los Merengues itu tidak perlu, apalagi ketika klub tersebut merasa sebagai korban. "Itu berlebihan," katanya.
Pereza dan Kekayaan, Gereja dan Nelayan
Soal itu diamini oleh banyak kalangan di jejaring sepak bola, termasuk Sir Alex Ferguson, pelatih Manchester United periode 1986–2013. Pada 2008, tak lama sebelum Cristiano Ronaldo direlakan bergabung ke tim ibu kota Spanyol, Fergie bilang: “Hal yang benar-benar memalukan dari semua ini adalah bahwa Real Madrid, sebagai klub milik Jenderal Franco, memiliki sejarah, sebelum demokrasi datang ke Spanyol, untuk mendapatkan siapa pun yang diinginkannya dan melakukan apa pun yang diinginkannya.”
Bukti atas klaim itu bisa ditelusuri dengan mudah, termasuk pada era kiwari. Pada 2024, ketika isu Vinicius Junior bakal kalah dalam perebutan Ballon d'Or menyeruak dan makin kuat, pihak Real Madrid mengambil sikap yang memantik banyak reaksi karena dianggap kontroversial.
Ternyata, tidak hanya Carvajal yang secara tak langsung mendukung zionis Israel. Penjaga gawang nomor satu Real Madrid, Thibaut Courtois, bahkan secara gamblang menunjukkan keberpihakannya kepada aktor genosida.