PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memutuskan untuk melepas bisnis teh SariWangi ke dalam tangan Grup Djarum. Pernyataan ini telah dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selama proses transaksi ini berlangsung, perusahaan Unilever menargetkan akan selesai pada 2 Maret 2026 nanti.
Dalam perkiraan penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan, nilai pasar bisnis SariWangi mencapai Rp1.488 triliun. Perusahaan menetapkan harga Rp1.500 triliun diluar pajak yang berlaku.
Perkiraan ini menyebutkan bahwa penjualan ini merupakan pernyataan dari keputusan untuk melepaskan divisi tersebut, tetapi tidak akan mengganggu operasionalnya. Menurut keterangan yang diberikan oleh Sekretaris Perusahaan Padwestiana Kristanti, nilai transaksi dilakukan atas dasar penilaian yang memungkinkan perseroan untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Indonesia.
Selain itu, perusahaan juga menetapkan tujuan untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang.
Dalam perkiraan penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan, nilai pasar bisnis SariWangi mencapai Rp1.488 triliun. Perusahaan menetapkan harga Rp1.500 triliun diluar pajak yang berlaku.
Perkiraan ini menyebutkan bahwa penjualan ini merupakan pernyataan dari keputusan untuk melepaskan divisi tersebut, tetapi tidak akan mengganggu operasionalnya. Menurut keterangan yang diberikan oleh Sekretaris Perusahaan Padwestiana Kristanti, nilai transaksi dilakukan atas dasar penilaian yang memungkinkan perseroan untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Indonesia.
Selain itu, perusahaan juga menetapkan tujuan untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang.