Dalam laporan yang disahkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) telah menandatangani Perjanjian Pengalihan Bisnis (BTA) dengan Grup Djarum, yaitu PT Savoria Kreasi Rasa. Penjualan ini akan memungkinkan perseroan untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Indonesia dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang sahamnya.
Bisnis teh SariWangi yang disajikan merupakan bagian dari ekuitas Unilever sebesar 45 persen dan menyumbang sekitar 2,5 persen dari total aset perseroan. Dengan nilai transaksi mencapai Rp1,5 triliun, ini merupakan penjualan yang cukup signifikan bagi perusahaan. Menurut data yang dipublikasikan oleh BEI, nilai pasar bisnis SariWangi sendiri berada di sekitar Rp1,488 triliun.
Sementara itu, Penjabat Direksi Padwestiana Kristanti menyatakan bahwa transaksi ini tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha Unilever. Perseroan menekankan bahwa penjualan bisnis teh tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang.
Transaksi ini diharapkan akan selesai pada 2 Maret 2026 dan tidak akan mengganggu proses operasional perseroan. Dengan demikian, perusahaan ini dapat merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Indonesia dan memperoleh keuntungan bagi pemegang sahamnya.
Bisnis teh SariWangi yang disajikan merupakan bagian dari ekuitas Unilever sebesar 45 persen dan menyumbang sekitar 2,5 persen dari total aset perseroan. Dengan nilai transaksi mencapai Rp1,5 triliun, ini merupakan penjualan yang cukup signifikan bagi perusahaan. Menurut data yang dipublikasikan oleh BEI, nilai pasar bisnis SariWangi sendiri berada di sekitar Rp1,488 triliun.
Sementara itu, Penjabat Direksi Padwestiana Kristanti menyatakan bahwa transaksi ini tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha Unilever. Perseroan menekankan bahwa penjualan bisnis teh tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang.
Transaksi ini diharapkan akan selesai pada 2 Maret 2026 dan tidak akan mengganggu proses operasional perseroan. Dengan demikian, perusahaan ini dapat merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Indonesia dan memperoleh keuntungan bagi pemegang sahamnya.