Paket belanja online itu memang menyembunyi segala kejahatan, tapi yang paling tidak terduga adalah penyakit berisiko membunuh korban remaja. Seorang remaja perempuan dari Desa Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), Sakinah, digigit ular kobra saat membuka paket belanja online miliknya.
Korban ini terkena gigitan ular kecil yang bersembunyi di dalam tumpukan sampah plastik bekas paket. Sumber kejadian memberitahu bahwa ular itu tidak berasal dari dalam paket, melainkan dari rumah Sakinah sendiri. Pada saat itu, korban membuka paket dan membersihkan sampah plastik, sementara ular tersebut menyelinap ke dalam tumpukan sampah.
Korban ditemukan digigit ular kobra setelah membersihkan sampah plastik dari tumpukan bekas paket. Sumber memberitahu bahwa ada kesalahan saat penanganan pertolongan pertama, yang kemudian memperparah kondisi korban. Penyebab korban ini menjadi parah hingga harus menjalani operasi dan menghabiskan 12 ampul antibisa adalah karena kesalahan awal dalam penanganan gigitan.
Ketua Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo, menyimpulkan bahwa ular yang berada di dalam paket itu bukan berasal dari dalam paket. Sebaliknya, ular tersebut melihat ke dalam rumah korban sebelum membuka paket. Sumber menyebutkan bahwa ada jeda sekira satu jam antara saat membuka paket hingga membuang sampah plastik bekas paket.
Kesalahan penanganan gigitan ular ini dapat mengurangi kualitas hidup korban remaja itu, jadi penting untuk berhati-hati saat unboxing produk di rumah.
Korban ini terkena gigitan ular kecil yang bersembunyi di dalam tumpukan sampah plastik bekas paket. Sumber kejadian memberitahu bahwa ular itu tidak berasal dari dalam paket, melainkan dari rumah Sakinah sendiri. Pada saat itu, korban membuka paket dan membersihkan sampah plastik, sementara ular tersebut menyelinap ke dalam tumpukan sampah.
Korban ditemukan digigit ular kobra setelah membersihkan sampah plastik dari tumpukan bekas paket. Sumber memberitahu bahwa ada kesalahan saat penanganan pertolongan pertama, yang kemudian memperparah kondisi korban. Penyebab korban ini menjadi parah hingga harus menjalani operasi dan menghabiskan 12 ampul antibisa adalah karena kesalahan awal dalam penanganan gigitan.
Ketua Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo, menyimpulkan bahwa ular yang berada di dalam paket itu bukan berasal dari dalam paket. Sebaliknya, ular tersebut melihat ke dalam rumah korban sebelum membuka paket. Sumber menyebutkan bahwa ada jeda sekira satu jam antara saat membuka paket hingga membuang sampah plastik bekas paket.
Kesalahan penanganan gigitan ular ini dapat mengurangi kualitas hidup korban remaja itu, jadi penting untuk berhati-hati saat unboxing produk di rumah.