Pagi ini, di depan Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta Pusat, seribu lilin dipasang sebagai tanda damai. Umat Katolik berkumpul untuk menuntut klarifikasi tentang pengunduran diri Uskup Bogor, Monsinyur Paskalis Bruno Syukur. Aksi ini digelar setelah diperdebatkan di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Vatikan.
Ternyata, aksi ini bukanlah inisiatif dari otoritas gereja, melainkan umat Katolik yang merasa bertanggung jawab untuk menuntut transparansi. Aktivis katolik, Yustinus Prastowo mengatakan bahwa aksi tersebut berangkat dari keprihatinan umat terhadap pengunduran diri Uskup Bogor.
Umat berharap agar tidak ada spekulasi yang berkembang liar dan berujung pada prasangka buruk. Karena itu, mereka menginginkan dialog secara hati ke hati dalam iman. Aksi ini justru ditujukan untuk membuka ruang dialog dan penelusuran lebih lanjut.
Namun, belum ada klarifikasi resmi tentang alasan pengunduran diri Uskup Bogor. Umat berharap agar otoritas gereja dapat memberikan penjelasan yang jelas.
Ternyata, aksi ini bukanlah inisiatif dari otoritas gereja, melainkan umat Katolik yang merasa bertanggung jawab untuk menuntut transparansi. Aktivis katolik, Yustinus Prastowo mengatakan bahwa aksi tersebut berangkat dari keprihatinan umat terhadap pengunduran diri Uskup Bogor.
Umat berharap agar tidak ada spekulasi yang berkembang liar dan berujung pada prasangka buruk. Karena itu, mereka menginginkan dialog secara hati ke hati dalam iman. Aksi ini justru ditujukan untuk membuka ruang dialog dan penelusuran lebih lanjut.
Namun, belum ada klarifikasi resmi tentang alasan pengunduran diri Uskup Bogor. Umat berharap agar otoritas gereja dapat memberikan penjelasan yang jelas.