Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat akan menggelar pertemuan pertama di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 23-24 Januari 2026 untuk menyudahi perang antara Rusia dan Ukraina yang berlangsung selama hampir empat tahun. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa beberapa hal penting sudah disepakati, termasuk jaminan keamanan untuk Ukraina dan strategi pemulihan ekonomi pasca perang.
Namun, masih banyak isu yang belum terpecahkan, seperti Donbas. Zelenskyy menyebutkan bahwa dokumen kesepakatan perdamaian sudah lebih siap, namun Donald Trump menilai proses perdamaian masih akan berjalan dan belum selesai.
Rusia secara terbuka menyatakan Ukraina harus sepenuhnya menarik pasukan dari Donbas, sebuah syarat yang oleh Kyiv dianggap tidak dapat diterima. Zelenskyy bahkan menyebut Donbas sebagai masalah wilayah menjadi isu paling krusial dan akan menjadi agenda utama dalam perundingan tersebut.
Sementara itu, Kremlin menegaskan bahwa penarikan pasukan dari Donbas adalah "kondisi yang sangat penting", sedangkan Ukraina menilai menyerahkan wilayah hanya akan mendorong Rusia melakukan agresi lanjutan di masa depan.
Meskipun mengakui jika pertemuan pertama antara Rusia dan Ukraina ini adalah sebuah langkah penting, namun Zelenskyy masih ragu untuk menilai jika pertemuan ini nantinya akan berujung pada pengakhiran perang.
Pertemuan di Abu Dhabi ini juga akan membahas tentang dana miliaran dolar AS Rusia yang dibekukan di Eropa setelah negara tersebut menginvasi Ukraina secara penuh sejak 2022 lalu. Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina akan terus memperjuangkan agar seluruh aset tersebut dialihkan untuk rekonstruksi negaranya.
Pertemuan di Abu Dhabi ini merupakan langkah yang penting dalam usaha menyudahi perang antara Rusia dan Ukraina. Namun, masih banyak isu yang belum terpecahkan, dan perlu upaya yang lebih giat dari semua pihak untuk mencapai kesepakatan perdamaian yang sebenarnya.
Namun, masih banyak isu yang belum terpecahkan, seperti Donbas. Zelenskyy menyebutkan bahwa dokumen kesepakatan perdamaian sudah lebih siap, namun Donald Trump menilai proses perdamaian masih akan berjalan dan belum selesai.
Rusia secara terbuka menyatakan Ukraina harus sepenuhnya menarik pasukan dari Donbas, sebuah syarat yang oleh Kyiv dianggap tidak dapat diterima. Zelenskyy bahkan menyebut Donbas sebagai masalah wilayah menjadi isu paling krusial dan akan menjadi agenda utama dalam perundingan tersebut.
Sementara itu, Kremlin menegaskan bahwa penarikan pasukan dari Donbas adalah "kondisi yang sangat penting", sedangkan Ukraina menilai menyerahkan wilayah hanya akan mendorong Rusia melakukan agresi lanjutan di masa depan.
Meskipun mengakui jika pertemuan pertama antara Rusia dan Ukraina ini adalah sebuah langkah penting, namun Zelenskyy masih ragu untuk menilai jika pertemuan ini nantinya akan berujung pada pengakhiran perang.
Pertemuan di Abu Dhabi ini juga akan membahas tentang dana miliaran dolar AS Rusia yang dibekukan di Eropa setelah negara tersebut menginvasi Ukraina secara penuh sejak 2022 lalu. Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina akan terus memperjuangkan agar seluruh aset tersebut dialihkan untuk rekonstruksi negaranya.
Pertemuan di Abu Dhabi ini merupakan langkah yang penting dalam usaha menyudahi perang antara Rusia dan Ukraina. Namun, masih banyak isu yang belum terpecahkan, dan perlu upaya yang lebih giat dari semua pihak untuk mencapai kesepakatan perdamaian yang sebenarnya.