Pencabulan Guru Besar di UIN Palopo, Korban Tidak Mahasiswinya
Dalam kasus pencabulan oknum guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, korban dugaan pencabulan tersebut ternyata bukan mahasiswinya. Menurut Humas UIN Palopo, Reski Azis, korban kerja di dekat ruko milik Prof ER dan kejadian tersebut terjadi di luar kampus.
Sementara itu, UIN Palopo telah menentukan bahwa korban tidak menjadi mahasiswa di kampus tersebut. Namun, status pendidikan korban belum dapat dipastikan apakah masih sekolah atau tidak. Dari informasi sementara, diketahui bahwa korban bekerja di sebuah gerobak dekat tempat kejadian perkara.
"Kami pastikan korban bukan mahasiswa UIN Palopo dan tidak terlibat dalam kasus pencabulan tersebut," kata Reski Azis. Dia juga menegaskan bahwa kronologi dugaan pencabulan tersebut masih belum diketahui dan akan lebih dulu memanggil Prof ER untuk dimintai klarifikasi.
Dengan demikian, UIN Palopo berupaya menjelajahi fakta-fakta di balik kasus ini dan memberikan klarifikasi kepada publik.
Dalam kasus pencabulan oknum guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, korban dugaan pencabulan tersebut ternyata bukan mahasiswinya. Menurut Humas UIN Palopo, Reski Azis, korban kerja di dekat ruko milik Prof ER dan kejadian tersebut terjadi di luar kampus.
Sementara itu, UIN Palopo telah menentukan bahwa korban tidak menjadi mahasiswa di kampus tersebut. Namun, status pendidikan korban belum dapat dipastikan apakah masih sekolah atau tidak. Dari informasi sementara, diketahui bahwa korban bekerja di sebuah gerobak dekat tempat kejadian perkara.
"Kami pastikan korban bukan mahasiswa UIN Palopo dan tidak terlibat dalam kasus pencabulan tersebut," kata Reski Azis. Dia juga menegaskan bahwa kronologi dugaan pencabulan tersebut masih belum diketahui dan akan lebih dulu memanggil Prof ER untuk dimintai klarifikasi.
Dengan demikian, UIN Palopo berupaya menjelajahi fakta-fakta di balik kasus ini dan memberikan klarifikasi kepada publik.