UIN Palopo Pastikan Korban Pencabulan Oknum Guru Besar Bukan Mahasiswinya

Pencabulan Guru Besar di UIN Palopo, Korban Tidak Mahasiswinya

Dalam kasus pencabulan oknum guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, korban dugaan pencabulan tersebut ternyata bukan mahasiswinya. Menurut Humas UIN Palopo, Reski Azis, korban kerja di dekat ruko milik Prof ER dan kejadian tersebut terjadi di luar kampus.

Sementara itu, UIN Palopo telah menentukan bahwa korban tidak menjadi mahasiswa di kampus tersebut. Namun, status pendidikan korban belum dapat dipastikan apakah masih sekolah atau tidak. Dari informasi sementara, diketahui bahwa korban bekerja di sebuah gerobak dekat tempat kejadian perkara.

"Kami pastikan korban bukan mahasiswa UIN Palopo dan tidak terlibat dalam kasus pencabulan tersebut," kata Reski Azis. Dia juga menegaskan bahwa kronologi dugaan pencabulan tersebut masih belum diketahui dan akan lebih dulu memanggil Prof ER untuk dimintai klarifikasi.

Dengan demikian, UIN Palopo berupaya menjelajahi fakta-fakta di balik kasus ini dan memberikan klarifikasi kepada publik.
 
Maksudnya apa sih kalau korban bukan mahasiswinya? Tapi masih ada yang jujur mengatakan kalau Prof ER laku baik kecil. Kalau begitu, mungkin giliran kita harus memastikin siapa yang benar-benar bersalah. Saya pikir ini bukan tentang kampus UIN Palopo, tapi tentang bagaimana kita bisa memahami apa yang terjadi di balik kasus ini.
 
Mengenang kasus pencabulan guru besar di UIN Palopo, aku pikir perlu diwaspadai. Sebenarnya, korban dugaan pencabulan tersebut ternyata bukan mahasiswinya. Aku rasa UIN Palopo harus lebih teliti dalam menyebutkan fakta-fakta terkait kasus ini agar tidak ada kesalahpahaman. Tapi aku senang UIN Palopo sedang berupaya menjelajahi fakta-fakta di balik kasus ini dan memberikan klarifikasi kepada publik. Aku harap pihak berwenang dapat menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan adil!
 
Kemaren aku liat kabar tentang pencabulan guru besar di UIN Palopo, aku pikir mahasiswinya yang korban itu apa-apa pun ganteng atau nggak ganteng pasti korban ya... tapi ternyata tidak, korban bukan mahasiswa! Aku penasaran kenapa Prof ER gak mau ngakui kebenarannya, gue kira dia pasti bilangin hal yang salah sih.
 
Aku bingung juga kan... si Prof ER kayaknya terlibat dalam adegan yang aneh banget. Tapi si korban siapa? Aku rasa korban kalau ngerjain di gerobak tempat kejadian itu, tapi siapa bilang dia bukan mahasiswinya? Mungkin korban kalau punya cerita sendiri tentang apa yang terjadi... aku harap UIN Palopo bisa menyelidiki lebih jauh lagi dan memberikan klarifikasi.
 
kasus ini lagi-lagi mengejutkan orang Indonesia, siapa nih yang bisa mengira korban pencabulan itu bukan mahasiswinya? tapi kenapa ada yang begitu berani melakukannya? salah satu penjelasan mungkin karena korban bekerja dekat tempat kejadian dan punya kesempatan untuk bertemu dengan Prof ER. tapi apa lagi yang bisa kita lakukan?
 
Gue pikir korban pencabulan itu pasti orang lain, kan? Tidak bisa percaya kalau korban sebenarnya adalah guru besar ya? Gue rasa UIN Palopo harus lebih teliti dalam penyelidikan kasus ini, nih. Kemudian harusnya ada jawaban yang jelas tentang siapa yang bertanggung jawab. Kalau korban bukan mahasiswinya, maka siapa lagi yang terlibat? Gue harap UIN Palopo bisa menjawab pertanyaan publik dengan lebih cepat.
 
ini gue pikir apa yang bikin gini terjadi? siapa yang bisa yakin bahwa korban bukan mahasiswinya kalau bukan Prof ER sendiri. mending cari tahu apa benar-benar terjadi di balik kejadian itu dulu. kayaknya UIN Palopo harus lebih teliti dalam penyelidikan kasus ini ya 😒
 
Wah keren banget! Akhirnya terungkap bahwa korban pencabulan guru besar bukan mahasiswinya, toh kayaknya tidak ada yang salah dengan kejadian itu 😂. Tapi seriously, apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini? Kenapa korban bekerja di gerobak dekat tempat kejadian perkara? Mungkin ada yang ingin mengkhakimi Prof ER, tapi kalau tidak ada bukti, maka tidak perlu. UIN Palopo harus saja jujur dan memberikan klarifikasi tentang kasus ini 🤔.
 
Makin nggak tahu apa yang benar dan apa yang salah. Kalau korban bukan mahasiswinya, tapi bekerja gerobak di dekat kampus... gimana aja dia terlibat dengan Prof ER? Nggak jelas banget. Saya pikir ada sesuatu yang tidak dipahami lagi.
 
Saya rasa korban pencabulan itu masih perlu diberi kepastian tentang statusnya, apakah masih sekolah atau tidak. Kamu tahu, kalau kita sudah bisa mengetahui hal ini, mungkin kita bisa mengerti apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini. Saya doang harap pihak UIN Palopo bisa menjelajahi fakta-fakta dengan benar dan memberikan klarifikasi yang akurat kepada publik 💡
 
ini kisah nyata yang bikin jantung terguncang 🤯. tapi apa yang bikin saya kecewa adalah pengawasan yang kurang ketat di kampus UIN Palopo. siapa bilang Prof ER bisa berlaku bebas? apalagi karena status korban masih belum dipastikan, ini seperti kasus pelarian yang lagi bingung 🤔. dan apa yang ingin saya tanyakan adalah, kenapa keberadaan korban ini tidak diikuti oleh media secara lebih serius? apa ada yang tersembunyi dari kami? semoga penyelesaian dari UIN Palopo bisa memberikan klarifikasi dan kedamaian bagi semua pihak 🤞.
 
Wow 🤯, siapa nih korban yang jadi sasaran pencabulan guru besar itu 😲? Belum ada info apa-apa tentang korban itu, kan? Hmm, mungkin harus menunggu kabar dari pihak UIN Palopo lagi 😐.
 
Oooh, apa aja kalau korban sih nggak mahasiswinya? Maksudnya, gini kasusnya bisa terjadi nanti kayak kejadian nyata ya. Kalo prof ER nyeselin dugaan ini, apa lagi yang bisa kita bayangkan? 😂 Bisa jadi korban sih udah ngomong sama sapa-sapa di kampus dan Prof ER malas ngikuti aja. Maksudnya, UIN Palopo harus lebih teliti lagi sebelum memanggil prof untuk klarifikasi deh.
 
Gampang banget ya, pencabulan korban bukan karena dia mahasiswa tapi karena dia nanti mau buat kerja paksa di ruko Prof ER. Maksudnya siapa tahu kalau kerja paksa itu apa-apa? Nggak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi kejadian itu.
 
Hmm, sih makin rame ya kisah ini... pencabulan guru besar UIN Palopo? nggak tahu apa yang benar, tapi aja makin penasaran. Apakah korban itu pengajar di sana atau apa sih? dan apa yang terjadi sebenarnya? kalau korban bukan mahasiswa, artinya apa kira-kira? semoga UIN Palopo bisa mencari jawabannya dan memberikan klarifikasi kepada publik ya...
 
Haha aku pikir korban pasti mahasiswinya kan, tapi ternyata bukan! Aku sedikit bingung sih, apakah ada yang salah dengan pernyataan UIN Palopo? Mungkin korban itu mahasiswinya dan ini hanyalah kesalahan penulis berita, tapi apa kabar tentang Prof ER itu? Kenapa UIN Palopo harus memanggil dia sendiri dulu? Aku pikir ini akan lebih cepat, tapi mungkin ada alasan yang membuatnya tidak bisa. Hmm, aku tetap bingung sih... 🤔
 
Hei, gue penasaran sih kenapa masih banyak yang salah informasi tentang korban pencabulan guru besar di UIN Palopo! 🤔 Lihat statisnya, dari 1000 orang yang melaporkan kejadian itu, hingga 90% yang salah informasi 😳. Dan kalau lihat grafiknya, korban ternyata bukan mahasiswinya, tapi kerja sambilan atau bahkan tidak bekerja sama sekali 📊. Gue rasa perlu memperbarui datanya, karena masih banyak orang yang tidak nyaman dengan kebenaran 😅.
 
Hmm, kan kayaknya kabar itu gini, korban pencabulan guru besar bukan mahasiswinya... tapi gini aja, kenapa harus terus dibawa kesana? Mungkin karena media punya kebun bakau yang luas, tapi kalau kenyataannya korban bekerja gerobak aja, apa arti sih? Apakah korban harus jadi pria yang berpenyiaran untuk dijadikan korban pencabulan? Nah, kalau benar-benar tidak ada hubungannya dengan mahasiswa, kenapa tak coba cari tahu dari korban itu sendiri?
 
Pencabulan gurunya itu kayak banget! Maksudnya, korban bukan mahasiswinya, tapi orang lain lagi. Apalagi kalau korban bekerja di gerobak dekat tempat kejadian itu, kayaknya harus ada penjelasan lebih lanjut tentang siapa dia dan apa yang terjadi. UIN Palopo harus teliti dalam mengeluarkan informasi, jangan cepat-cepat memanggil Prof ER tanpa ngerti dulu fakta-fakta yang sebenarnya.
 
kembali
Top