Uang Primer Adjusted Capai Rp2.367 T di Akhir 2025, Naik 16,8%

Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa uang primer atau M0 adjusted pada akhir 2025 mencapai Rp2.367,8 triliun dengan pertumbuhan sebesar 16,8 persen. Hal ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode November 2025 yang tumbuh 13,3 persen.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, pertumbuhan M0 adjusted dipengaruhi oleh pemberian insentif likuiditas melalui pengendalian moneter adjusted. Insentif ini memberikan penyesuaian pada perhitungan jumlah uang beredar, seperti M0 dan M2, untuk memperhitungkan dampak pemberian likuiditas kepada perbankan.

Pemerintah menetapkan besaran insentif likuiditas bagi perbankan yang menurunkan suku bunga kredit. Insentif ini meningkat dari 0,5 persen menjadi 1,0 persen dari dana pihak ketiga (DPK). Sementara itu, insentif likuiditas untuk penyaluran kredit tetap besar dengan nilai maksimal 4,5 persen dari DPK.

Dalam beberapa bulan terakhir, Bank Indonesia telah mengeluarkan berbagai kebijakan moneter untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah pengendalian suku bunga kredit yang menurunkan suku bunga untuk meningkatkan kemampuan perusahaan untuk membiaya operasional dan investasi.

Namun, pihak BI juga berhati-hati dalam memberikan insentif likuiditas. Mereka ingin menjaga stabilitas moneter dan mencegah inflasi yang berlebihan. Pada akhirnya, kebijakan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan keseluruhan kestabilan moneter.

Peningkatan giro bank umum di Bank Indonesia dan uang kartal yang diedarkan juga menjadi faktor penting dalam pertumbuhan M0 adjusted pada akhir 2025. Giro bank umum tercatat tumbuh 35,1 persen menjadi Rp979,86 triliun, sementara itu uang kartal yang diedarkan mencapai Rp1.359,9 triliun.

Dengan demikian, pertumbuhan M0 adjusted pada akhir 2025 dapat dianggap sebagai indikasi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, pihak BI tetap harus berhati-hati dan terus mengevaluasi kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas moneter dan mencegah inflasi yang berlebihan.
 
aku pikir ini lumayan, pertumbuhan ekonomi di tahun ini memang cukup baik 🤑 tapi perlu diawasi agar tidak menjadi kesalahan besar. pemerintah harus terus mengevaluasi kebijakan moneter dan tidak boleh lupa untuk memperhatikan inflasi yang berlebihan. kira-kira sih BI sudah bisa menjaga stabilitas moneter dengan baik, tapi masih perlu diperhatikan agar tidak menjadi kesalahan besar.
 
aku kaget banget denger news ini 🤯 uang primer di akhir 2025 mencapai triliun, tapi aku rasa ini bukan kebaikan dari BI, tapi lebih seperti BI sedang membiarkan perbankan Indonesia berlebihan dengan suku bunga yang terlalu rendah. kalau begitu, apa manakah hasilnya? 🤔

aku juga curiga banget dengan peningkatan giro bank umum dan uang kartal yang diedarkan. aku tahu itu bisa meningkatkan pertumbuhan M0 adjusted, tapi aku rasa itu hanya cara BI untuk membuat perbankan Indonesia semakin mudah beroperasi, bukan sebagai inisiatif yang baik dari pihak BI sendiri 🤑.

dan aku juga ingin bertanya, apa sih hasil dari kebijakan ini? bagaimana jika suku bunga terlalu rendah dan tidak ada kontrol? itu bisa menyebabkan inflasi yang berlebihan! 🤦‍♂️

aku hanya harap pihak BI dapat lebih bijak dalam memberikan insentif likuiditas dan mengontrol moneter, agar tidak ada efek sampingan yang buruk pada ekonomi Indonesia. 👀
 
Makanya kita selalu harus ngobrol dengan diri sendiri, kan? Kalau bukan ada tekanan dari luar, bagaimana kita bisa tahu apakah kita sedang berjuang untuk kesuksesan atau hanya menikmati kehidupan. Seperti bank Indonesia yang sedang terus mengevaluasi dan mengatur kembali moneter mereka, tapi apa salahnya jika kita juga melakukan hal yang sama dengan diri sendiri? Menilai dan memperbaiki diri sendiri adalah langkah paling penting dalam mencapai kesuksesan. Jadi, jangan takut untuk bereksperimen dan belajar dari kesalahanmu sendiri 😊
 
Mungkin kalau BI mau buat insentif likuiditas lebih besar lagi, biar perbankan lebih mau berinvestasi dan stimulasi ekonomi bisa cepat. Tapi, tentu saja harus diimbangi dengan menjaga stabilitas moneter, biar gak terjadi inflasi yang berlebihan 🤑
 
biar gampang banget nih, M0 adjusted bank ini keren banget, tapi biar bisa naik 16,8 persen itu nggak mudah deh 🤑. pemerintah dan BI harus terus berhati-hati ya, biar jangan inflasi makin naik. kalau gini, masyarakat Indonesia aja sibuk cari cara untuk menengketek harga barangannya 😬. tapi sepertinya kebijakan ini masih keren, karena pertumbuhan ekonomi nantinya bakal lebih baik 📈.
 
kembali
Top