Uang Primer Adjusted Capai Rp2.367 T di Akhir 2025, Naik 16,8%

Pertumbuhan Uang Primer Paling Tinggi di 2025

Bank Indonesia melaporkan uang primer (M0) adjusted pada Desember 2025 mencapai Rp2.367,8 triliun, naik 16,8 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Ini merupakan pertumbuhan tertinggi dalam satu tahun, melebihi 13,3 persen di bulan November 2025.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, pertumbuhan ini dipengaruhi oleh pemberian insentif likuiditas melalui pengendalian moneter adjusted. Insentif ini memberikan penyesuaian pada perhitungan jumlah uang beredar, seperti M0 dan M2, untuk memperhitungkan dampak pemberian likuiditas.

Bank Indonesia meningkatkan besaran insentif likuiditas bagi perbankan yang menurunkan suku bunga kredit lebih cepat melalui interest rate channel. Sementara itu, insentif likuiditas untuk penyaluran kredit melalui lending channel tetap besar, yakni maksimal 4,5 persen dari Dana Pihak Ketiga (DPK).

Total insentif KLM yang telah dikucurkan Bank Indonesia mencapai Rp388,1 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada bank BUMN sebesar Rp177,1 triliun, bank umum swasta nasional (BUSN) Rp169,5 triliun, dan lain-lain.

Pertumbuhan M0 adjusted juga didorong oleh peningkatan giro bank umum di Bank Indonesia adjustedserta uang kartal yang diedarkan. Giro bank umum tercatat tumbuh 35,1 persen menjadi Rp979,86 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Sementara itu, uang kartal yang diedarkan mencapai Rp1.359,9 triliun, meningkat dibandingkan posisi Desember 2024 yang sebesar Rp1.204,5 triliun.
 
Kalau begitu, ini artinya biaya hidup orang Indonesia makin murah juga? Masing-masing bulan gini, uang primer saja naik nggak berhenti. Aku pikir ini bisa jadi tanda bahwa ekonomi Indonesia dalam proses perbaikan. Tapi, aku rasa masih ada yang harus diatasi, seperti pengangguran dan inflasi. Kalo kita hanya fokus pada pertumbuhan uang primer saja, nanti tidak ada yang jadi solusi yang serius. Jadi, aku harap pemerintah bisa membuat kebijakan yang lebih matang. ๐Ÿค”๐Ÿ’ธ
 
omong omong, pertumbuhan uang primer ini kayaknya buat makin banyak orang terinspirasi nih, tapi gak salah juga kan sih kalau pemerintah mau bikin insentif likuiditas untuk bank-bank, itu penting banget untuk proses ekonomi, asal tidak terlalu memanfaatkan dana itu aja ๐Ÿค‘. Maksimal 4,5 persen dari DPK yang diedarkan ke perbankan, kayaknya harus diperhatikan juga sih, gak ingin makin banyak uang kartal dan giro bank umum yang nanti jadi barang tambahan di pasaran nih ๐Ÿ˜‚.
 
hehe banget, ini arti ekonomi Indonesia kembali semangat ya ๐Ÿคฉ! Rp2,367,8 triliun sudah bukannya angka yang bisa dipertahankan? ๐Ÿค‘ toh kalau suku bunga kredit bisa dikurangi lagi, aku yakin banyak orang akan lebih nyaman untuk membeli rumah atau mobil. tapi gampang-ganteng kan dengan insentif likuiditas dari Bank Indonesia ๐Ÿ˜Š.
 
Uwuuu, lihat gak, uang primer naik banget! ๐Ÿคฏ Rp2,367,8 triliun, itu lumayan besar. Saya pikir ini karena pemerintah dan bank Indonesia suka memberikan insentif likuiditas, ya? ๐Ÿค‘ Mereka ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tapi aku rasa mereka juga ingin memudahkan perbankan dalam mengeluarkan uang. Kalau begitu, itu tidak salah, tapi kita harus waspada, ya? ๐Ÿค”
 
omg kan pertumbuhan uang primer ini super cepat sih, aku pikir masih masuk akal banget karena giro bank umum dan uang kartal tibak berubah banyak, tp mungkin aku hanya ngobrol sendiri di sini :D. tapi jadi, apa artinya kalau uang primer meningkat 16,8 persen? aku pikir itu akan membuat harga barang naik lagi, tapi siapa tahu aja perbedaan ini ada alasan yang lebih baik di baliknya. aku juga penasaran apa aja dampaknya terhadap konsumsi umum dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan...
 
Pertumbuhan uang primer ini pasti bikin orang puas, tapi apa artinya? Uang lebih banyak tidak berarti kita punya banyak keuntungan dari itu ๐Ÿค‘. Yang penting adalah giro bank umum dan uang kartal ini harus digunakan untuk hal yang positif aja, seperti membeli properti atau investasi, jangan sembarangan aja ya ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Dan gue pikir Bank Indonesia harus lebih bijak dalam mengatur insentif likuiditas, karena kalau terlalu banyak, mungkin akan membuat inflasi naik lagi ๐Ÿšจ.
 
Maksudnya kalau uang primer naik super cepat banget kaya ๐Ÿค‘! Rp2.367,8 triliun aja sementara ini. Artinya uang semakin banyak beredar di masyarakat, itu baik juga untuk ekonomi ya ๐Ÿ˜Š. Giro bank umum dan uang kartal yang diedarkan terus meningkat 35,1% dan 34,5% respectivelly ๐Ÿ“ˆ. Sederhana aja, kalau uang primer naik maka konsumsi masyarakat naik juga, itu bagus untuk ekonomi rakyat Indonesia ๐Ÿ˜Š.
 
Wah kaya banget ya, uang primer kayaknya terus naik! Aku pikir ini karena pemerintah dan bank Indonesia mau memberikan insentif likuiditas, biarpun untuk mengontrol inflasi. Insya Allah, ini bisa membantu ekonomi kita berkembang lebih stabil. Sayangnya, ini juga berarti kamu perlu lebih telaten dalam menggunakan uangmu. Jangan terburu-buru kayak gila belanja aja, ayo ambil waktu untuk memikirkan keuanganmu.
 
๐Ÿ˜Š Uang primer naik banget kok! ๐Ÿค‘ Maksudnya apa sih? Pemerintah gak ngerti kan kalau penyerapan lebih banyak uang primer itu bagus buat pembangunan ekonomi? ๐Ÿค” Sebenarnya kalau kita lihat dari data ini, pertumbuhan ekonomi naik banget juga. Maksudnya orang Indonesia bisa mendapatkan pekerjaan dan biaya hidup yang stabil. ๐Ÿ“ˆ Jadi gak perlu khawatir tentang inflasi juga, karna uang primer itu juga nggak akan membuat harga barang-barang naik banget. ๐Ÿ˜Š
 
Apa lagi kemewahan uang ini... Rp2.367,8 triliun yang ada di akhir tahun 2025 itu, makin akrab dengar "uang kambing" kan? Padahal giro dan kartu kredit yang tumbuh pesat itu apa-apa keuntungan bagi rakyat biasa... Jadi saja, siapa pun yang punya uang ini itu, pasti ada niat lain selain untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan sehari-hari. Bank Indonesia sendiri juga jujur kalau insentif likuiditas yang diberikan membuat penyesuaian pada perhitungan jumlah uang beredar... Maksudnya apa? Kebanyakan orang yang mendapatkan kredit, malah bayar dengan suku bunga yang lebih tinggi, kan?
 
๐Ÿ˜ฎ๐Ÿคฏ Ini apa kejadian ya? Uang primer naik 16,8 persen! Ini artinya semua orang di Indonesia mulai berbelanja lebih banyak dan tidak peduli dengan uang mereka. ๐Ÿ›๏ธ๐Ÿ’ธ Semua orang mau terus-terusan belanja dan tidak peduli hasilnya. Mungkin itu bisa menyebabkan inflasi naik lagi, walaupun insentif likuiditas Bank Indonesia ini nantinya akan membantu. ๐Ÿค”
 
๐Ÿคฏ Wah ya kalau uang primer naik 16,8 persen itu makanya aku senang sekali banget! Aku pikir ini pertumbuhan ekonomi yang positif banget, kayaknya nantinya inflasi juga tidak terlalu tinggi. Tapi aku khawatir gini kalau peningkatan uang kartal itu bagaimana kalau kena terpikir oleh orang-orang yang suka berburu tabungan? ๐Ÿ˜ฌ Aku harap bank Indonesia bisa mengatur agar insentif likuiditas tidak terlalu banyak, jadi gak bisa membuat masyarakat tertipu. Dan aku rasa giro bank umum juga penting banget, kalau ini uang primer naik dan giro bank umum juga meningkat, maka itu artinya orang-orang mulai berani tabung lebih banyak! ๐Ÿ’ธ
 
hehe, ini benar-benar luar biasa! ๐Ÿคฏ pertumbuhan uang primer di 2025 hingga 16,8 persen? itu seperti mainan permainan! ๐ŸŽฒ sementara ini, giro bank umum dan uang kartal juga meningkat pesat, siap-siap kan kalau nanti kita harus bayar lebih banyak biaya transaksi? ๐Ÿ˜‚ tapi nggak apa-apa, karena pertumbuhan ini memang sangat positif. 4,5 persen insentif likuiditas untuk penyaluran kredit juga bisa dianggap sebagai kebaikan, sih... ๐Ÿ’ธ total insentif KLM Bank Indonesia mencapai Rp388 triliun? itu angka yang cukup besar banget! ๐Ÿค‘ apalagi jika dibandingkan dengan pertumbuhan M0 adjusted sebesar 16,8 persen. itulah yang membuatku senang-senang! ๐Ÿ˜Š
 
hehe, aku bayangin kalau uang primer naik 16,8 persen itu seperti aku naik tur di Taman Mini Indonesia Indah ๐Ÿž๏ธ, aku rasa senang sekali! tapi kemarin aku pergi ke warung makan kaki lima di Jalan Surabaya, aku beli es teler Rp20.000 ๐Ÿฆ๐Ÿ˜‚, aku pikir itu mahal banget! dan yang uang kartal naik 35,1 persen itu seperti aku menemukan koin emas di pantai ๐Ÿ–๏ธ, aku senang sekali! tapi apa itu insentif likuiditas? aku nggak paham, aku suka cari makanan enak di warung kecil ๐Ÿด๐Ÿ‘Œ
 
Makasih aja ya, tahun ini uang primer naik terus-terusan kayak nggak bisa. Tahun lalu masih Rp2,053 triliun, ngerasa kayak 15 tahun yang lalu, kalo diperhitungkan. Sekarang udah Rp2,367 triliun, kan itu canggih sekali! Tapi, apa artinya kalau kita terus-terusan ngebut? Nggak ada kata keamanan kayaknya.
 
Wow, pertumbuhan uang primer ini sangat pesat ๐Ÿคฏ! Maksimal Rp2.367,8 triliun, eh itu seperti uang rakyat semua ๐Ÿค‘. Perlu diawasi agar tidak membuat inflasi terus naik, ya ๐Ÿ˜ฌ.
 
yaah, ini kan kabar baik banget! tapi apa itu artinya? kita naik uang primer lagi, tapi kapan bilang bahwa ini pertumbuhan tertinggi dalam satu tahun... kalau seperti itu, berarti apa yang terjadi dengan uang primer sebelumnya? apakah semuanya tidak cukup?

dan siapa nih yang menentukan besarnya insentif likuiditas? itu nggak bisa dibicarakan hanya karena keputusan bank Indonesia saja, tapi ada faktor lain yang juga mempengaruhi, kan? seperti ekonomi global atau konjunktur...
 
heya, kalau nggak salah informasinya banget sih! uang primer naik sangat cepat, 16,8% per tahun itu luar biasa ๐Ÿ˜ฒ. aku pikirnya karena pemberian insentif likuiditas yang bank indonesia lakukan, jadi bisa membantu perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit dan memberikan credit lebih banyak ๐Ÿ“ˆ. tapi aku masih ragu-ragu nih, apakah ini benar-benar hasil dari kebijakan moneter yang tepat? ๐Ÿค”.
 
kembali
Top