Pada pertandingan semifinal Australia Terbuka, Jannik Sinner kembali menemukan dirinya di bawah tekanan besar dari lawannya, Novak Djokovic. Meski sempat unggul dua set berbanding satu, akhirnya dia kalah dengan skor 5-2. Kekalahan ini membuat Sinner sangat kecewa.
"Ini adalah Grand Slam yang sangat penting bagi saya," ujar Sinner saat bersikap sibuk sebelum pertandingan. "Dengan mengetahui latar belakangnya, hal seperti ini bisa terjadi." Sinner menilai permainannya berjalan ketat dan berkualitas tinggi dari kedua pihak. Namun, ia mengakui gagal memanfaatkan peluang krusial.
Sinner hanya mampu mengonversi dua dari 18 break point melawan Djokovic. Ia menyoroti momen di set kelima sebagai titik penentu. Meski memiliki peluang besar, Sinner tidak bisa memanfaatkannya dan akhirnya kalah. "Itu pertandingan yang bagus dari kami berdua. Saya punya banyak peluang. Tidak bisa memanfaatkannya dan itulah hasilnya. Tentu saja ini menyakitkan."
Meski kekalahan ini sangat menyakitkan, Sinner tetap memuji level permainan lawannya. Ia menilai performa Djokovic tidak mengejutkan mengingat rekam jejaknya. "Dia telah memenangi 24 Grand Slam. Kami saling mengenal dengan baik. Anda tidak boleh terkejut, karena dia adalah pemain terhebat selama bertahun-tahun," kata Sinner.
Sinner juga menyinggung bahwa Grand Slam selalu memberi motivasi tambahan bagi para pemain top. "Kami tahu betapa pentingnya Grand Slam bagi saya, baginya, bagi Carlos, dan semua orang. Ada sedikit motivasi ekstra dan dia bermain hebat." Meski gagal melaju ke final, Sinner tetap meninggalkan Melbourne dengan peringkat dunia No. 2 ATP, posisi yang sama seperti saat ia datang ke turnamen.
"Ini adalah Grand Slam yang sangat penting bagi saya," ujar Sinner saat bersikap sibuk sebelum pertandingan. "Dengan mengetahui latar belakangnya, hal seperti ini bisa terjadi." Sinner menilai permainannya berjalan ketat dan berkualitas tinggi dari kedua pihak. Namun, ia mengakui gagal memanfaatkan peluang krusial.
Sinner hanya mampu mengonversi dua dari 18 break point melawan Djokovic. Ia menyoroti momen di set kelima sebagai titik penentu. Meski memiliki peluang besar, Sinner tidak bisa memanfaatkannya dan akhirnya kalah. "Itu pertandingan yang bagus dari kami berdua. Saya punya banyak peluang. Tidak bisa memanfaatkannya dan itulah hasilnya. Tentu saja ini menyakitkan."
Meski kekalahan ini sangat menyakitkan, Sinner tetap memuji level permainan lawannya. Ia menilai performa Djokovic tidak mengejutkan mengingat rekam jejaknya. "Dia telah memenangi 24 Grand Slam. Kami saling mengenal dengan baik. Anda tidak boleh terkejut, karena dia adalah pemain terhebat selama bertahun-tahun," kata Sinner.
Sinner juga menyinggung bahwa Grand Slam selalu memberi motivasi tambahan bagi para pemain top. "Kami tahu betapa pentingnya Grand Slam bagi saya, baginya, bagi Carlos, dan semua orang. Ada sedikit motivasi ekstra dan dia bermain hebat." Meski gagal melaju ke final, Sinner tetap meninggalkan Melbourne dengan peringkat dunia No. 2 ATP, posisi yang sama seperti saat ia datang ke turnamen.