Trump mengancam 'hal buruk' ke Iran, Beri Ancaman Mematikan ke Khamenei!
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menunjukkan tindakannya yang keras terhadap Iran. Saat ini, tekanan diteruskan dari seluruh dunia. Sebagai hasilnya, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dianggap harus menghentikan ambisi nuklernya. Bisa dibilang, Iran sedang menempati posisi yang sangat terjepit.
Dari sisi negosiasi nuklir yang akan berlangsung di Oman, Presiden Trump memberikan ancaman "hal buruk" kepada Khamenei. Jika mereka tidak menghentikan ambisinya, Washington siap melakukan tindakan yang lebih destruktif. Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menoleransi langkah tersebut.
Menurut laporan dari NBC News, ketika bertemu dengan media, Trump memberikan kata-kata yang tajam terhadap Khamenei. Dia mengatakan bahwa jika Iran melanjutkan rencana membangun fasilitas nuklir baru, Amerika Serikat akan melakukan hal-hal yang sangat buruk kepada mereka.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tidak akan memberikan ruang diplomasi yang lunak. Ia juga menuntut agar perundingan Jumat nanti tidak hanya menyentuh isu nuklir, tetapi juga harus mencakup pembatasan total program rudal balistik Iran.
Di sisi lain, posisi Iran saat ini dinilai berada di titik nadar. Sejak terjadinya serangan udara AS pada Juni lalu, Iran kehilangan sekutu strategisnya dan pemerintahnya tidak memiliki banyak pilihan selain bertahan di meja perundingan.
Protes domestik yang kian bergejolak membuat pemerintah Iran tidak memiliki banyak pilihan untuk menghadapi ancaman dari Trump. Di bawah bayang-bayang ancaman itu, apakah Iran akan berhasil membentuk strategi untuk menghindari 'hal buruk' tersebut?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menunjukkan tindakannya yang keras terhadap Iran. Saat ini, tekanan diteruskan dari seluruh dunia. Sebagai hasilnya, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dianggap harus menghentikan ambisi nuklernya. Bisa dibilang, Iran sedang menempati posisi yang sangat terjepit.
Dari sisi negosiasi nuklir yang akan berlangsung di Oman, Presiden Trump memberikan ancaman "hal buruk" kepada Khamenei. Jika mereka tidak menghentikan ambisinya, Washington siap melakukan tindakan yang lebih destruktif. Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menoleransi langkah tersebut.
Menurut laporan dari NBC News, ketika bertemu dengan media, Trump memberikan kata-kata yang tajam terhadap Khamenei. Dia mengatakan bahwa jika Iran melanjutkan rencana membangun fasilitas nuklir baru, Amerika Serikat akan melakukan hal-hal yang sangat buruk kepada mereka.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tidak akan memberikan ruang diplomasi yang lunak. Ia juga menuntut agar perundingan Jumat nanti tidak hanya menyentuh isu nuklir, tetapi juga harus mencakup pembatasan total program rudal balistik Iran.
Di sisi lain, posisi Iran saat ini dinilai berada di titik nadar. Sejak terjadinya serangan udara AS pada Juni lalu, Iran kehilangan sekutu strategisnya dan pemerintahnya tidak memiliki banyak pilihan selain bertahan di meja perundingan.
Protes domestik yang kian bergejolak membuat pemerintah Iran tidak memiliki banyak pilihan untuk menghadapi ancaman dari Trump. Di bawah bayang-bayang ancaman itu, apakah Iran akan berhasil membentuk strategi untuk menghindari 'hal buruk' tersebut?