Presiden AS Donald Trump kembali serang JPMorgan Chase, bank tertua di Amerika Serikat. Menurut laporan dari CNBC Indonesia, Trump mengancam akan menuntut JPMorgan Chase karena "debanking" atau penolakan akses perbankan terhadap dirinya setelah kerusuhan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol AS.
Trump mengatakan bahwa dia akan menuntut bank ini dalam dua minggu ke depan karena secara tidak benar dan tidak pantas menolak akses perbankannya. Namun, pihak JPMorgan dan Gedung Putih belum memberikan komentar tentang permintaan komentar tersebut.
Sejarah antara Trump dan JPMorgan Chase telah dikabarkan sebelumnya. Menurut laporan dari CNBC Indonesia, Trump dan keluarganya memiliki sejarah mengkritik lembaga keuangan karena diduga menolak bekerja sama dengan mereka berdasarkan orientasi politik mereka.
Kembali pada tahun 2021, Donald Trump Jr., anak laki-laki Trump, menyatakan bahwa keluarganya kesulitan mengakses layanan bank besar. Mereka kemudian memasuki industri mata uang kripto sebagai alternatif.
Dampak dari serangan ini terlihat pada saham JPMorgan yang turun sekitar 5% selama seminggu terakhir. Sehingga, perlu diawasi bagaimana reaksi JPMorgan dan bank lainnya di Amerika Serikat menghadapi serangan Trump ini.
Namun, asal tahu saja, Donald Trump juga telah menuduh The Wall Street Journal tidak mengerjakan laporan tentang tawaran posisi ketua Fed kepada CEO JPMorgan Jamie Dimon. Meskipun demikian, baik JPMorgan maupun The Journal belum memberikan komentar.
Trump mengatakan bahwa dia akan menuntut bank ini dalam dua minggu ke depan karena secara tidak benar dan tidak pantas menolak akses perbankannya. Namun, pihak JPMorgan dan Gedung Putih belum memberikan komentar tentang permintaan komentar tersebut.
Sejarah antara Trump dan JPMorgan Chase telah dikabarkan sebelumnya. Menurut laporan dari CNBC Indonesia, Trump dan keluarganya memiliki sejarah mengkritik lembaga keuangan karena diduga menolak bekerja sama dengan mereka berdasarkan orientasi politik mereka.
Kembali pada tahun 2021, Donald Trump Jr., anak laki-laki Trump, menyatakan bahwa keluarganya kesulitan mengakses layanan bank besar. Mereka kemudian memasuki industri mata uang kripto sebagai alternatif.
Dampak dari serangan ini terlihat pada saham JPMorgan yang turun sekitar 5% selama seminggu terakhir. Sehingga, perlu diawasi bagaimana reaksi JPMorgan dan bank lainnya di Amerika Serikat menghadapi serangan Trump ini.
Namun, asal tahu saja, Donald Trump juga telah menuduh The Wall Street Journal tidak mengerjakan laporan tentang tawaran posisi ketua Fed kepada CEO JPMorgan Jamie Dimon. Meskipun demikian, baik JPMorgan maupun The Journal belum memberikan komentar.