Berdasarkan laporan dari sumber yang dipercaya, Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan para panglima operasi khusus AS untuk menyusun rencana invasi ke Greenland. Rencana ini dikabarkan disokong oleh penasihat kebijakan Trump, Stephen Miller.
Tentang rencana ini, ada beberapa pemimpin Partai Demokrat yang menolak dan mengatakan bahwa upaya invasi tersebut tidak masuk akal dan tidak seimbang dengan kebutuhan AS. Sementara itu, para pemimpin Partai Republik yang mendukung Trump menyatakan bahwa rencana ini perlu dilaksanakan untuk mempertahankan keamanan Amerika Serikat.
Pada awalnya, Trump menekankan bahwa upaya 'memiliki' Greenland adalah upaya untuk mencegah Rusia dan Cina melakukannya terlebih dahulu. Namun, dia kemudian mengubah pendirinya dan menyatakan bahwa AS akan melakukan upaya akuisisi Greenland dengan cara apa pun.
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen telah mengungkapkan kegeramannya terhadap pernyataan AS dan menekankan pentingnya menjaga integritas wilayah Greenland. Sementara itu, Gubernur Louisiana Jeff Landry yang dipilih Trump sebagai utusan khusus AS untuk Greenland kemudian membenarkan bahwa AS berencana menjadikan pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya.
Pemimpin Partai Demokrat di Amerika Serikat juga telah menolak rencana invasi ini dan mengatakan bahwa upaya pencaplokan paksa tidak masuk akal. Mereka juga menekankan pentingnya mempertahankan hubungan diplomatik yang baik dengan Denmark.
Sementara itu, mantan Pemimpin Partai Demokrat Greenland Mute Egede telah menegaskan bahwa Greenland tidak dijual dan tidak akan pernah dijual. Namun, Trump menolak berjanji tidak menggunakan kekuatan militer untuk merebut kendali atas Greenland.
Para pemimpin Partai Demokrat Greenland juga telah mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa mereka tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat dan lebih ingin menjaga identitas wilayah mereka. Mereka juga menekankan pentingnya mempertahankan diplomasi dan prinsip-prinsip internasional dalam penanganan masalah ini.
Dalam kesimpulan, rencana invasi AS ke Greenland masih menjadi topik kontroversi di Amerika Serikat dan Eropa. Banyak pemimpin politis yang menolak rencana ini dan mengatakan bahwa upaya pencaplokan paksa tidak masuk akal.
Tentang rencana ini, ada beberapa pemimpin Partai Demokrat yang menolak dan mengatakan bahwa upaya invasi tersebut tidak masuk akal dan tidak seimbang dengan kebutuhan AS. Sementara itu, para pemimpin Partai Republik yang mendukung Trump menyatakan bahwa rencana ini perlu dilaksanakan untuk mempertahankan keamanan Amerika Serikat.
Pada awalnya, Trump menekankan bahwa upaya 'memiliki' Greenland adalah upaya untuk mencegah Rusia dan Cina melakukannya terlebih dahulu. Namun, dia kemudian mengubah pendirinya dan menyatakan bahwa AS akan melakukan upaya akuisisi Greenland dengan cara apa pun.
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen telah mengungkapkan kegeramannya terhadap pernyataan AS dan menekankan pentingnya menjaga integritas wilayah Greenland. Sementara itu, Gubernur Louisiana Jeff Landry yang dipilih Trump sebagai utusan khusus AS untuk Greenland kemudian membenarkan bahwa AS berencana menjadikan pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya.
Pemimpin Partai Demokrat di Amerika Serikat juga telah menolak rencana invasi ini dan mengatakan bahwa upaya pencaplokan paksa tidak masuk akal. Mereka juga menekankan pentingnya mempertahankan hubungan diplomatik yang baik dengan Denmark.
Sementara itu, mantan Pemimpin Partai Demokrat Greenland Mute Egede telah menegaskan bahwa Greenland tidak dijual dan tidak akan pernah dijual. Namun, Trump menolak berjanji tidak menggunakan kekuatan militer untuk merebut kendali atas Greenland.
Para pemimpin Partai Demokrat Greenland juga telah mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa mereka tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat dan lebih ingin menjaga identitas wilayah mereka. Mereka juga menekankan pentingnya mempertahankan diplomasi dan prinsip-prinsip internasional dalam penanganan masalah ini.
Dalam kesimpulan, rencana invasi AS ke Greenland masih menjadi topik kontroversi di Amerika Serikat dan Eropa. Banyak pemimpin politis yang menolak rencana ini dan mengatakan bahwa upaya pencaplokan paksa tidak masuk akal.