Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan para panglima operasi khusus Amerika Serikat untuk menyusun rencana invasi ke Greenland. Laporan ini dilaporkan oleh Antara, mengutip sejumlah sumber. Sebagian perwira senior militer AS menentang rencana itu, namun penasihat kebijakan Trump, Stephen Miller, disebut-sebut sebagai pendukung utamanya.
Trump sempat mengklaim upaya 'memiliki' Greenland untuk mencegah Rusia dan Cina melakukannya terlebih dahulu. "Negara-negara harus memiliki kepemilikan dan Anda membela kepemilikan, Anda tidak membela sewa. Dan kita harus membela Greenland," kata Trump kepada wartawan pada Jumat (9/1/2026), menanggapi pertanyaan BBC.
AS akan melakukan upaya akuisisi Greenland dengan cara yang sulit atau mudah, kata Gedung Putih. Namun, mereka juga tidak mengesampingkan upaya pencaplokan paksa. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengungkapkan kegeramannya terhadap pernyataan Landry dan akan memanggil Duta Besar AS di Kopenhagen untuk meminta penjelasan.
Trump mengumumkan penunjukan Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus AS untuk Greenland. Landry kemudian membenarkan bahwa AS berencana menjadikan pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya.
Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen dan PM Greenland Jens-Frederik Nielsen memperingatkan AS untuk tidak merebut pulau tersebut. Mereka juga menekankan perlunya penghormatan terhadap integritas teritorial bersama.
Dialog tentang rencana Trump tersebut harus didasarkan pada diplomasi dan prinsip-prinsip internasional, kata para pemimpin politik Greenland. Mereka mengumumkan bahwa sidang Inatsisartut (parlemen) akan dimajukan untuk memastikan "terjadinya debat politik yang adil dan komprehensif serta terjaminnya hak-hak rakyat" Greenland.
Trump sempat mengklaim upaya 'memiliki' Greenland untuk mencegah Rusia dan Cina melakukannya terlebih dahulu. "Negara-negara harus memiliki kepemilikan dan Anda membela kepemilikan, Anda tidak membela sewa. Dan kita harus membela Greenland," kata Trump kepada wartawan pada Jumat (9/1/2026), menanggapi pertanyaan BBC.
AS akan melakukan upaya akuisisi Greenland dengan cara yang sulit atau mudah, kata Gedung Putih. Namun, mereka juga tidak mengesampingkan upaya pencaplokan paksa. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengungkapkan kegeramannya terhadap pernyataan Landry dan akan memanggil Duta Besar AS di Kopenhagen untuk meminta penjelasan.
Trump mengumumkan penunjukan Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus AS untuk Greenland. Landry kemudian membenarkan bahwa AS berencana menjadikan pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya.
Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen dan PM Greenland Jens-Frederik Nielsen memperingatkan AS untuk tidak merebut pulau tersebut. Mereka juga menekankan perlunya penghormatan terhadap integritas teritorial bersama.
Dialog tentang rencana Trump tersebut harus didasarkan pada diplomasi dan prinsip-prinsip internasional, kata para pemimpin politik Greenland. Mereka mengumumkan bahwa sidang Inatsisartut (parlemen) akan dimajukan untuk memastikan "terjadinya debat politik yang adil dan komprehensif serta terjaminnya hak-hak rakyat" Greenland.