Bocorkan Pesan Presiden Prancis Trump Bocorkan ke Publik, Apa Isinya?
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat kontroversi setelah bocorkan pesan pribadinya ke publik. Dalam pesan itu, Trump menunjukkan dirinya sebagai penjajah yang tidak menyukai persetujuan multilateral. Pesan itu dibocorkkan melalui sosial media Truth.
Macron memulai pesannya dengan menyebut Trump sebagai "temanku". Namun, setelah itu dia menyinggung Greenland kepada Trump. Presiden Prancis mengisyaratkan bahwa keinginan Trump terhadap Greenland sulit ia pahami.
"Kita sepenuhnya sejalan mengenai Suriah. Kita bisa melakukan hal-hal besar mengenai Iran. Saya tidak mengerti apa yang sedang Anda lakukan mengenai Greenland," tulis Macron.
Presiden Prancis juga menyatakan bahwa ia bisa mengatur pertemuan G7 pada Kamis sore. Ia sebut pertemuan itu dapat sebagai perantara dialog AS dan negara-negara lainnya di sela-selanya.
"Mari kita makan malam bersama di Paris bersama-sama pada hari Kamis sebelum Anda kembali ke AS," tulisnya.
Dengan pesan pribadinya yang membocorkan, Trump terus menunjukkan dirinya sebagai penjajah yang tidak menyukai persetujuan multilateral. Namun, apakah pesan itu akan berhasil membuat Trump menjadi pemimpin dunia yang lebih sukses?
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat kontroversi setelah bocorkan pesan pribadinya ke publik. Dalam pesan itu, Trump menunjukkan dirinya sebagai penjajah yang tidak menyukai persetujuan multilateral. Pesan itu dibocorkkan melalui sosial media Truth.
Macron memulai pesannya dengan menyebut Trump sebagai "temanku". Namun, setelah itu dia menyinggung Greenland kepada Trump. Presiden Prancis mengisyaratkan bahwa keinginan Trump terhadap Greenland sulit ia pahami.
"Kita sepenuhnya sejalan mengenai Suriah. Kita bisa melakukan hal-hal besar mengenai Iran. Saya tidak mengerti apa yang sedang Anda lakukan mengenai Greenland," tulis Macron.
Presiden Prancis juga menyatakan bahwa ia bisa mengatur pertemuan G7 pada Kamis sore. Ia sebut pertemuan itu dapat sebagai perantara dialog AS dan negara-negara lainnya di sela-selanya.
"Mari kita makan malam bersama di Paris bersama-sama pada hari Kamis sebelum Anda kembali ke AS," tulisnya.
Dengan pesan pribadinya yang membocorkan, Trump terus menunjukkan dirinya sebagai penjajah yang tidak menyukai persetujuan multilateral. Namun, apakah pesan itu akan berhasil membuat Trump menjadi pemimpin dunia yang lebih sukses?