Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman kepada Partai Republik kalah dalam pemilu paruh waktu periode November 2026, di mana dia bisa dimakzulkan. Menurutnya, jika Partai Republik tidak menang, "Mereka akan menemukan alasan untuk memakzulkan saya."
Kasus ini terjadi ketika Trump menghadapi tekanan dari kelompok-kelompok yang mendukung Partai Demokrat dalam pemilu tengah periode. Sementara itu, kekalahan ini akan berdampak signifikan bagi kinerja Presiden AS di masa depan.
Pemilu Paruh Waktu AS pada November 2026 akan menentukan 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat dan 33 posisi di Senat. Jika Partai Republik tidak berhasil, maka Trump bisa dimakzulkan. Hal ini akan berarti bahwa dia harus menghadapi adili di Senat.
Di sisi lain, peluang pemilu tengah periode mulai menunjukkan tanda-tanda stagnasi ekonomi Amerika dan aksi penculikan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Sementara itu, Partai Demokrat juga bisa memanfaatkan isu-isu domestik seperti inflasi dan kenaikan harga.
Menurut berbagai jajak pendapat, Trump memasuki pemilu tengah periode dengan tingkat persetujuan sekitar 42-45 persen. Meskipun demikian, dia tetap optimis dengan peluang partainya, yaitu Partai Republik.
Kasus ini terjadi ketika Trump menghadapi tekanan dari kelompok-kelompok yang mendukung Partai Demokrat dalam pemilu tengah periode. Sementara itu, kekalahan ini akan berdampak signifikan bagi kinerja Presiden AS di masa depan.
Pemilu Paruh Waktu AS pada November 2026 akan menentukan 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat dan 33 posisi di Senat. Jika Partai Republik tidak berhasil, maka Trump bisa dimakzulkan. Hal ini akan berarti bahwa dia harus menghadapi adili di Senat.
Di sisi lain, peluang pemilu tengah periode mulai menunjukkan tanda-tanda stagnasi ekonomi Amerika dan aksi penculikan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Sementara itu, Partai Demokrat juga bisa memanfaatkan isu-isu domestik seperti inflasi dan kenaikan harga.
Menurut berbagai jajak pendapat, Trump memasuki pemilu tengah periode dengan tingkat persetujuan sekitar 42-45 persen. Meskipun demikian, dia tetap optimis dengan peluang partainya, yaitu Partai Republik.