Trump mengancam akan dimakzulkan jika Partai Republik kalah dalam Pemilu Paruh Waktu 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa dirinya bisa dimakzulkan jika Partai Republik tidak menang dalam pemilu tengah periode November 2026.
Trump berbicara seperti ini saat pertemuan Partai Republik di Washington, DC, pada Selasa (6/1/2026). Ia mengatakan bahwa jika Partai Republik tidak menang, mereka akan mencari alasan untuk memakzulkan dirinya. Trump percaya bahwa Partai Demokrat akan menggunakan aksi penculikan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, sebagai strategi untuk merebut kendali kongres.
Trump juga mengatakan bahwa dia sedang menghadapi tekanan untuk beralih fokus ke isu-isi domestik, terutama terkait inflasi dan kenaikan harga. Meskipun demikian, Trump tetap optimis dengan peluang partainya. Ia memprediksi Partai Republik akan mengatasi rintangan dan meraih kemenangan besar.
Namun, Trump bingung tentang mengapa Partai Republik tidak mendapatkan dukungan lebih besar dari masyarakat. Ia mengajukan pertanyaan kepada dirinya sendiri tentang apa yang membuat pikiran publik berubah.
Trump berbicara seperti ini saat pertemuan Partai Republik di Washington, DC, pada Selasa (6/1/2026). Ia mengatakan bahwa jika Partai Republik tidak menang, mereka akan mencari alasan untuk memakzulkan dirinya. Trump percaya bahwa Partai Demokrat akan menggunakan aksi penculikan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, sebagai strategi untuk merebut kendali kongres.
Trump juga mengatakan bahwa dia sedang menghadapi tekanan untuk beralih fokus ke isu-isi domestik, terutama terkait inflasi dan kenaikan harga. Meskipun demikian, Trump tetap optimis dengan peluang partainya. Ia memprediksi Partai Republik akan mengatasi rintangan dan meraih kemenangan besar.
Namun, Trump bingung tentang mengapa Partai Republik tidak mendapatkan dukungan lebih besar dari masyarakat. Ia mengajukan pertanyaan kepada dirinya sendiri tentang apa yang membuat pikiran publik berubah.