Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran dengan sangat keras ketika negara itu sedang diguncang demo besar. Ancaman ini dilontarkan oleh Trump setelah protes anti-pemerintah mengguncang negara Islam itu selama dua pekan terakhir.
Menurut Trump, rakyat Iran telah mengambil alih kota-kota tertentu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya beberapa minggu yang lalu. Dia pun mengancam akan menyerang negara itu dengan dalih menolong para demonstran.
"Kami akan terlibat, kami akan menyerang mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka," ancam Trump. Namun, dia juga menambahkan bahwa itu tidak berarti pengerahan pasukan darat AS ke Iran.
Sementara itu, Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, menegaskan bahwa Republik Islam tidak akan mundur menghadapi protes setelah demonstrasi terbesar mengguncang otoritas ulama. Kerumunan demonstran yang menentang rezim terus berbaris melintasi kota-kota besar.
Dalam konteks ini, ancaman Trump dapat dianggap sebagai upaya untuk memanfaatkan situasi kekerasan di Iran dan mengancam Iran dengan taktik propaganda.
Menurut Trump, rakyat Iran telah mengambil alih kota-kota tertentu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya beberapa minggu yang lalu. Dia pun mengancam akan menyerang negara itu dengan dalih menolong para demonstran.
"Kami akan terlibat, kami akan menyerang mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka," ancam Trump. Namun, dia juga menambahkan bahwa itu tidak berarti pengerahan pasukan darat AS ke Iran.
Sementara itu, Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, menegaskan bahwa Republik Islam tidak akan mundur menghadapi protes setelah demonstrasi terbesar mengguncang otoritas ulama. Kerumunan demonstran yang menentang rezim terus berbaris melintasi kota-kota besar.
Dalam konteks ini, ancaman Trump dapat dianggap sebagai upaya untuk memanfaatkan situasi kekerasan di Iran dan mengancam Iran dengan taktik propaganda.