Kuba hadang Ancaman Tarif Impor dari Amerika Serikat, Trump: Negara Ini Tak Bisa Bertahan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang berisi ancaman tarif impor terhadap negara yang menjual dan memasok minyak ke Kuba. Dengan demikian, Kuba dihadang untuk menghadapi krisis energi yang semakin parah.
Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez mengecam kebijakan Trump tersebut sebagai "pemerasan dan paksaan" terhadap negara lain untuk ikut memblokade ekonomi Kuba. Menurutnya, AS telah menjadi faktor pemicu ketidakstabilan politik global.
Kubanya yang sejauh ini bergantung pada Venezuela dan Meksiko sebagai salah satu negara pemasok minyak terbesar di sana. Dengan diculiknya Presiden Venezuela, pasokan minyak Venezuela ke Kuba dihentikan. Sementara itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga telah menghentikan sementara pengiriman minyak ke Kuba.
Krisis energi yang semakin parah ini dapat memperparah kesehatan ekonomi Kuba yang sudah terjepit di bawah embargonya sendiri. Pasokan minyak yang hilang telah membuat Kuba menjadi salah satu negara dengan ketidakstabilan energi paling tinggi di dunia.
Kebijakan Trump ini dapat dilihat sebagai upaya AS untuk menguasai ekonomi dan politik Kuba. Namun, kebijakan tersebut juga dapat memicu konflik dan ketidakstabilan politik global.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang berisi ancaman tarif impor terhadap negara yang menjual dan memasok minyak ke Kuba. Dengan demikian, Kuba dihadang untuk menghadapi krisis energi yang semakin parah.
Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez mengecam kebijakan Trump tersebut sebagai "pemerasan dan paksaan" terhadap negara lain untuk ikut memblokade ekonomi Kuba. Menurutnya, AS telah menjadi faktor pemicu ketidakstabilan politik global.
Kubanya yang sejauh ini bergantung pada Venezuela dan Meksiko sebagai salah satu negara pemasok minyak terbesar di sana. Dengan diculiknya Presiden Venezuela, pasokan minyak Venezuela ke Kuba dihentikan. Sementara itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga telah menghentikan sementara pengiriman minyak ke Kuba.
Krisis energi yang semakin parah ini dapat memperparah kesehatan ekonomi Kuba yang sudah terjepit di bawah embargonya sendiri. Pasokan minyak yang hilang telah membuat Kuba menjadi salah satu negara dengan ketidakstabilan energi paling tinggi di dunia.
Kebijakan Trump ini dapat dilihat sebagai upaya AS untuk menguasai ekonomi dan politik Kuba. Namun, kebijakan tersebut juga dapat memicu konflik dan ketidakstabilan politik global.