Presiden AS, Donald Trump, meminta agar kuburan negara yang menjual minyak ke Kuba dengan tarif impor. Kebijakan ini sangat menyesatkan dan akan membuat Kuba sulit bertahan. Menurut Trump, Kuba tidak akan mampu bertahan dengan kebijakan ini.
Kepada wartawan, Trump menyatakan bahwa AS ingin menghentikan pengiriman minyak ke Kuba karena dianggap sebagai "ancaman yang tidak biasa dan luar biasa" terhadap keamanan nasional AS. Kemenangan Kuba dalam perdamaian dan keamanan dunia juga menjadi alasan utama untuk menghentikan kebijakan ini.
Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodríguez, sangat menentang kebijakan Trump tersebut. Menurutnya, ancaman tarif adalah "pemerasan dan paksaan" ke negara lain untuk ikut memblokade ekonomi Kuba. Rodríguez juga mengkritik perintah eksekutif terkait ancaman tarif impor itu sebagai bukti bahwa AS yang selama ini menjadi faktor pemicu ketidakstabilan politik global.
Krisis energi di Kuba akan memperparah karena embargo berkepanjangan AS. Sebelum ancaman tarif, pengiriman minyak Venezuela ke Kuba dihentikan setelah Nicolás Maduro dipenggalai oleh Amerika Serikat. Sementara itu, Meksiko juga menghentikan sementara pengiriman minyak ke Kuba karena tekanan AS.
Kepada wartawan, Trump menyatakan bahwa AS ingin menghentikan pengiriman minyak ke Kuba karena dianggap sebagai "ancaman yang tidak biasa dan luar biasa" terhadap keamanan nasional AS. Kemenangan Kuba dalam perdamaian dan keamanan dunia juga menjadi alasan utama untuk menghentikan kebijakan ini.
Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodríguez, sangat menentang kebijakan Trump tersebut. Menurutnya, ancaman tarif adalah "pemerasan dan paksaan" ke negara lain untuk ikut memblokade ekonomi Kuba. Rodríguez juga mengkritik perintah eksekutif terkait ancaman tarif impor itu sebagai bukti bahwa AS yang selama ini menjadi faktor pemicu ketidakstabilan politik global.
Krisis energi di Kuba akan memperparah karena embargo berkepanjangan AS. Sebelum ancaman tarif, pengiriman minyak Venezuela ke Kuba dihentikan setelah Nicolás Maduro dipenggalai oleh Amerika Serikat. Sementara itu, Meksiko juga menghentikan sementara pengiriman minyak ke Kuba karena tekanan AS.