Korban Keguguran di Takalar, "Saya Merasa Nyaman Membeli Jagung"
Jumriani (33) warga Lingkungan Ciniayo Kelurahan Canrego Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar dilaporkan mengalami keguguran setelah menjadi korban pengeroyokan dua perempuan yang disebut rentenir. Puncaknya terjadi pada 2 Februari 2026, sekitar 11 hari setelah insiden dugaan penganiayaan yang terjadi pada 23 Januari 2026.
Jumriani mengaku merasakan nyeri pada perut setelah menegur dua perempuan tersebut, yang merupakan pekerja kios jagung di dekat rumahnya. Dalam dugaan pengeroyokan, Jumriani sempat mengalami tendangan saat peristiwa berlangsung.
Korban ini kemudian meminta hanya minum obat saja dan tidak melakukan tindakan lain seperti kuret karena khawatir dan sakit. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan Jumriani telah mengalami keguguran, namun masih terdapat sisa jaringan di dalam rahim. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan kemudian menyarankan tindakan kuret.
Namun, keluarga korban memilih metode lain. "Saya tidak ingin tahu apa yang terjadi di dalam rahim saya", kata suami Jumriani. Saat ini, Jumriani masih sering mengalami pendarahan dan belum dapat kembali bekerja menjual jagung seperti sebelumnya.
Dua perempuan tersebut yang menurut dugaan telah melakukan pengeroyokan pada Jumriani adalah RK dan HJ, kedua perempuan itu dianggap tidak bertanggung jawab dalam keadaan ini.
Jumriani (33) warga Lingkungan Ciniayo Kelurahan Canrego Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar dilaporkan mengalami keguguran setelah menjadi korban pengeroyokan dua perempuan yang disebut rentenir. Puncaknya terjadi pada 2 Februari 2026, sekitar 11 hari setelah insiden dugaan penganiayaan yang terjadi pada 23 Januari 2026.
Jumriani mengaku merasakan nyeri pada perut setelah menegur dua perempuan tersebut, yang merupakan pekerja kios jagung di dekat rumahnya. Dalam dugaan pengeroyokan, Jumriani sempat mengalami tendangan saat peristiwa berlangsung.
Korban ini kemudian meminta hanya minum obat saja dan tidak melakukan tindakan lain seperti kuret karena khawatir dan sakit. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan Jumriani telah mengalami keguguran, namun masih terdapat sisa jaringan di dalam rahim. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan kemudian menyarankan tindakan kuret.
Namun, keluarga korban memilih metode lain. "Saya tidak ingin tahu apa yang terjadi di dalam rahim saya", kata suami Jumriani. Saat ini, Jumriani masih sering mengalami pendarahan dan belum dapat kembali bekerja menjual jagung seperti sebelumnya.
Dua perempuan tersebut yang menurut dugaan telah melakukan pengeroyokan pada Jumriani adalah RK dan HJ, kedua perempuan itu dianggap tidak bertanggung jawab dalam keadaan ini.