Tragedi Siswa SD di NTT, Kemendikdasmen: Korban Penerima PIP

Kematian Siswa SD di NTT, Korban Penerima Bantuan PIP

Korban kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menjadi bahan perdebatan. Seorang siswa SD kelas IV ditemukan meninggal dunia dalam kebun neneknya. Menurut Atip Latipulhayat, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, korban merupakan penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), bantuan tunai pendidikan untuk siswa dari keluarga miskin atau rentan miskin.

Bantuan PIP untuk siswa SD di tahun ajaran 2025/2026 ditetapkan sebesar Rp450 ribu per tahun. Namun, Atip menekankan pentingnya penguatan pendampingan psikososial bagi anak-anak dari keluarga rentan guna mencegah terulangnya tragedi serupa.

"Harus ada pendampingan psikososial, perhatian moral, dan lingkungan tumbuh kembang yang suportif," ujarnya. Kemendikdasmen juga menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut dan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.

Atip mengajak semua pihak menyikapi informasi terkait peristiwa ini secara bijak serta menghindari penyebaran spekulasi yang dapat menambah beban psikologis keluarga korban dan komunitas sekolah. "Kemendikdasmen menegaskan pentingnya dukungan bersama dari sekolah, keluarga, masyarakat, media, serta pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan suportif bagi anak, sebagai bagian dari upaya pencegahan peristiwa serupa di masa mendatang," tutur Atip.
 
Makasih kalau pemerintah punya bantuan PIP, tapi nggak apa-apa ya? Korbannya masih tinggal dengan neneknya, bagaimana kalau aku mau belajar? Bantuan saja, tapi gak ada dukungan psychologis... Makanya banyak kecelakaan seperti ini. Sekolah juga harus lebih baik, aku bayangin anak-anak SD kelas IV itu masih kecil-kecilan, nggak punya pengalaman untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Kalau PIP tidak ada pendampingan psikososial, apa salahnya kalau korban ini masih hidup?
 
Kalau gini terjadi lagi, siapa tahu kan? Program PIP harusnya sudah memberikan efek yang positif, tapi masih ada korban yang terjadi seperti ini. Perlu diawasi juga ya, bagaimana cara pemerintah dan sekolah bisa mencegah hal ini kembali terjadi nanti. Pasti perlu adanya pendampingan psikososial yang lebih baik untuk anak-anak, jadi mereka tidak lagi mengalami kesedihan seperti korban ini.
 
Makanya korban masih bisa menerima bantuan PIP? Mungkin karena keluarga korban banyak yang sudah tidak ada lagi 😔. Perlu kita pertimbangkan, berapa banyak anak-anak SD yang masih memiliki kesempatan seperti itu? Apakah cukup banyak? Atau perlu kita kembalikan pembayaran itu? Biar tidak terjadi lagi kecelakaan semacam ini.
 
INI SUDAH BANYAK KELUARGA YANG MUSIBATKAN DENGAN ANAK SDNYA Meninggal! PIP TENTU BENAR, TAPI APAPUN NYA DALAM PELAJARAN SEHARUSNYA TIDAK KECIL. HARUS LAGI PENGAWASAN JANGKA PANjang BIAR ANAK-ANAK BELUM PERLU SAMPINGNYA DENGAN KEJAHATAN!
 
Wahhh, nih kabar korban siswa SD itu masih teringat banget, rasanya ada yang salah jika kita tidak ingin ini terjadi lagi 😔. Tapi aku pikir penguatan pendampingan psikososial itu penting banget, jadi anak-anak dari keluarga rentan miskin nggak harus mengalami hal seperti itu lagi. Aku ingat kalau di masa lalu, aku sendiri pernah melihat temen-temenku yang tidak memiliki fasilitas yang baik untuk belajar, sehingga mereka harus bekerja keras dan kurang fokus pada pendidikan. Ini pasti bisa mencegah hal seperti itu terjadi lagi, jadi semoga penguatan pendampingan psikososial itu berhasil 💪.
 
Makasih ya pemerintah itu sudah bantu korban duka cita 😔. Penguatan pendampingan psikososial nanti harusnya juga dilakukan agar gini tidak terulang lagi, kan? Siswa SD yang baru 5 tahun lagi masih di sekolah 😕. Kita harus waspada banget terhadap keselamatan anak-anak kita 🚨.
 
Pernah lihat ya kekayaan Indonesia, tapi ada still many problem kita lagi 😔. Siswa SD menerima bantuan PIP tapi masih bisa jadian accident like ini. Harusnya pemerintah lebih berhati-hati dalam memberikan bantuan dan juga perlakukan yang lebih baik terhadap anak-anak. Sebagai orang tua, tidak mau jadi korban lagi, tapi ada still many room for improvement kita. Semoga penguatan pendampingan psikososial bisa membantu, tapi harusnya juga dilakukan dengan lebih efektif dan efisien 🤔💡
 
kembali
Top