Kecelakaan Cisarua Menjanjikan Penyebab, Tata Ruang Boleh Dijadikan Solusi
Pada saat yang tidak terduga, kawasan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat mengalami longsor besar. Banyak korban jiwa dan banyak rumah rusak parah bahkan hancur. Pemerintah mengambil tindakan yang berkesinambungan untuk menganalisis penyebab kecelakaan ini. Hal tersebut dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.
Menurut Hanif, langkah-langkah yang diambil untuk menyelesaikan kejadian ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga ahli-ahli lainnya. Mereka akan melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab utama longsor tersebut.
Selain itu, Hanif juga menyatakan perumusan tata ruang sangat penting agar bencana serupa tidak terulang kembali di masa depan. Perlu diingat bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan perlu diseluruh untuk menghindari kejadian yang sama.
Hanif juga menyinggung soal data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurutnya, wilayah Cisarua tercatat mengalami curah hujan selama empat hari berturut-turut dengan intensitas rata-rata 68 milimeter per hari yang tidak terlalu besar dibandingkan dengan beberapa kejadian bencana di wilayah lain.
Namun, Hanif menyatakan bahwa ada indikasi kerapuhan pada struktur tutupan lahan di wilayah Bandung Barat yang memerlukan segera diperbaiki.
Selain itu, dia juga menekankan bahwa faktor bencana Cisarua lainnya diduga berkaitan dengan karakteristik geologi, kemiringan lereng, serta pembukaan lahan untuk area pertanian masyarakat yang tidak mengindahkan kaidah pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Menurut Hanif, perubahan fungsi lahan dan pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan menjadi faktor kunci meningkatnya risiko bencana. Penataan ruang berkelanjutan dan pemulihan vegetasi pada lereng-lereng kritis menjadi solusi jangka panjang yang tidak bisa ditawar lagi.
Ketika diwawancarai, Hanif menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi total atas tragedi Cisarua terutama lingkungan sekitar pascabencana tanah longsor.
Pada saat yang tidak terduga, kawasan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat mengalami longsor besar. Banyak korban jiwa dan banyak rumah rusak parah bahkan hancur. Pemerintah mengambil tindakan yang berkesinambungan untuk menganalisis penyebab kecelakaan ini. Hal tersebut dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.
Menurut Hanif, langkah-langkah yang diambil untuk menyelesaikan kejadian ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga ahli-ahli lainnya. Mereka akan melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab utama longsor tersebut.
Selain itu, Hanif juga menyatakan perumusan tata ruang sangat penting agar bencana serupa tidak terulang kembali di masa depan. Perlu diingat bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan perlu diseluruh untuk menghindari kejadian yang sama.
Hanif juga menyinggung soal data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurutnya, wilayah Cisarua tercatat mengalami curah hujan selama empat hari berturut-turut dengan intensitas rata-rata 68 milimeter per hari yang tidak terlalu besar dibandingkan dengan beberapa kejadian bencana di wilayah lain.
Namun, Hanif menyatakan bahwa ada indikasi kerapuhan pada struktur tutupan lahan di wilayah Bandung Barat yang memerlukan segera diperbaiki.
Selain itu, dia juga menekankan bahwa faktor bencana Cisarua lainnya diduga berkaitan dengan karakteristik geologi, kemiringan lereng, serta pembukaan lahan untuk area pertanian masyarakat yang tidak mengindahkan kaidah pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Menurut Hanif, perubahan fungsi lahan dan pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan menjadi faktor kunci meningkatnya risiko bencana. Penataan ruang berkelanjutan dan pemulihan vegetasi pada lereng-lereng kritis menjadi solusi jangka panjang yang tidak bisa ditawar lagi.
Ketika diwawancarai, Hanif menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi total atas tragedi Cisarua terutama lingkungan sekitar pascabencana tanah longsor.