Tolak Damai, Wardatina Mawa Gak Kasih Ampun Insanul Fahmi dan Inara Rusli

Wardatina Mawa Tolak Restorative Justice, Inara Rusli dan Insanul Fahmi Akan Berlanjut ke Gelar Perkara

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, menyatakan bahwa keputusan penolakan restorative justice (RJ) dari Wardatina Mawa telah disampaikan secara resmi kepada penyidik. Akibatnya, kasus Inara Rusli dan Insanul Fahmi akan terus bergulir ke tahap hukum berikutnya.

"Kami menyampaikan bahwa permohonan restorative justice dari para terlapor ditolak oleh pelapor," kata Andaru di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin 19 Januari 2026. Dengan demikian, penyidik akan melakukan penilaian lanjutan untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

Wardatina Mawa melaporkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi ke Polda Metro Jaya pada 22 November 2025 atas dugaan perselingkuhan dan perzinaan. Ia juga menyebut bahwa hubungan antara suaminya dan Inara Rusli berawal dari relasi bisnis. Namun, pihak Wardatina Mawa sekarang menolak restorative justice sebagai alternatif perdamaian.

Pihak inara Rusli memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Dalam pertemuan tersebut, Wardatina Mawa menyatakan bahwa permohonan RJ ditolak secara resmi. Meski demikian, Inara Rusli masih berharap perkara ini dapat diselesaikan tanpa berlanjut ke proses hukum panjang.

"Kami meminta perlindungan hukum dan berkonsultasi agar restorative justice bisa terealisasi. Itu tujuan utamanya," ucap Daru Quthny, kuasa hukum Inara Rusli.
 
Saya pikir salah satu yang paling berwajah dari Wardatina Mawa adalah dia tidak mau mengakui bahwa hubungan suami-istri sebenarnya bermasalah karena perselingkuhan. Dia masih menjaga posisinya sebagai korban, padahal dalam kasus ini dia sendiri malah yang melaporkan perzinaan. Saya rasa ini membuat semuanya terlihat tidak adil dan menimbulkan keraguan bagaimana benar-benar Wardatina Mawa ingin perdamaian 🤔
 
Restoratif apa sih? Pihak Wardatina Mawa ini memilih tidak menggunakan jalur perdamaian restoratif ya... Mungkin karena mereka ingin melanjutkan kasus ini sampai akhir ya, tapi gampangnya, itu bikin korban lebih sulit. Inara Rusli dan Insanul Fahmi sudah berusaha untuk damai, tapi Wardatina Mawa memilih tidak. Saya rasanya, ini bikin korban sulit mendapatkan keadilan yang sebenarnya.
 
Pokoknya kasus Inara Rusli dan Insanul Fahmi gak jelas sih... Saya penasaran kapa sih keputusan Wardatina Mawa yang ditolak restorative justice itu. Kadang-kadang saya pikir, waktunya kembali ke usia 90-an ketika masih punya keluarga besar dan masuk akal banget, tapi sayangnya ituu cuman tahun 2025... Saya akses internet menggunakan smartphone Sony Ericsson W800, lho! Saya rasa ada yang salah dengan sistem hukum Indonesia ini...
 
Wah, ini jadi kabar mengecewakan juga. Wardatina Mawa memang sudah tolak restorative justice, kan? Saya paham kalau Inara Rusli masih berharap bisa selesai tanpa panjang lebar, tapi sepertinya sih ada batas yang tidak bisa dilawan lagi. Restorative justice itu kayaknya jadi opsi terakhir, kan? Saya rasa penyidik harus fokus pada langkah hukum selanjutnya, tapi juga harus diingat bahwa Inara Rusli masih memiliki hak untuk meminta perlindungan dan berkonsultasi dengan tim hukum-nya.
 
Wah, penolakan restorative justice ini kayak gila banget! Wardatina Mawa bilang "tolak", tapi siapa tahu nanti dia mau nyesel aja, kan? Restorative justice itu bagus untuk menghadapi masalah yang berasal dari hubungan, tapi Wardatina Mawa sendiri malah pilih menolakkannya. Hmm, saya rasa Warda harus jujur dulu apa yang sebenarnya terjadi di rumahnya, gak perlu lagi berbohong atau membuat siapa-siapa merasa terluka. Dan Inara Rusli, dia kayaknya bisa langsung bantu-anya Warda dengan restorative justice, gak perlu lagi proses hukum yang panjang dan berat. Wah, semoga Wardatina Mawa bisa nyesel aja, ya!
 
Gue penasaran banget sih apa arti dari restorative justice (RJ) itu. Sepertinya itu suatu cara agar kasus ini bisa diatasi dengan lebih baik dan tidak berlanjut ke proses hukum yang panjang dan ribet. Tapi Wardatina Mawa sekarang sudah menolak RJ, jadi siapa yang tahu apa nanti caranya.

Gue rasa ada beberapa pihak yang harus berdiskusi dengan lebih baik, seperti Wardatina Mawa, Inara Rusli, dan juga pihak hukum. Mereka harus mencari solusi yang bisa membuat semua pihak puas dan tidak marah. Karena kalau tidak, kasus ini bisa jadi semakin panas dan berakhir dengan hasil yang tidak diinginkan.

Gue berharap agar semua pihak dapat menemukan kesepakatan yang baik dan aman untuk semua belasan dari Wardatina Mawa sampai Inara Rusli.
 
Aku pikir apa yang terjadi disini ni tentang bagaimana masyarakat kita memandang kasus-kasus pernikahan yang gagal ini. Kita lihat Wardatina Mawa yg pertama kali melaporkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi ke pihak polisi, tapi sekarang dia malah tolak restorative justice yang bisa membantu mereka menyelesaikan masalah. Aku tahu ada beberapa alasan mengapa Wardatina Mawa ini tidak ingin terlibat dalam proses restorative justice lagi, mungkin karena dia khawatir tentang reputasinya atau apalagi.

Tapi aku rasa ini juga merupakan kesempatan bagi kita semua untuk memikirkan tentang bagaimana cara kita bisa membantu orang-orang yang sedang menghadapi masalah pernikahan yang gagal. Kita harus berusaha memberikan mereka dukungan dan saran yang tepat, bukan hanya menuduh dan menghukum. Restorative justice ini bisa menjadi salah satu solusi bagi masalah seperti ini, tapi kita harus mau terlibat dan membantu mereka menyelesaikannya.

Aku juga ingin tahu, bagaimana pihak Inara Rusli dan Insanul Fahmi ini bisa tetap berharap bahwa kasus ini bisa diselesaikan tanpa berlanjut ke proses hukum panjang. Mungkin mereka masih percaya bahwa ada cara lain untuk menyelesaikannya, tapi aku rasa kita harus mau menerima kenyataan bahwa tidak semua masalah bisa diatasi dengan restorative justice.

Aku pikir ini adalah kesempatan bagi kita untuk memikirkan tentang bagaimana cara kita bisa membantu orang-orang yang sedang menghadapi masalah pernikahan yang gagal. Kita harus berusaha memberikan mereka dukungan dan saran yang tepat, bukan hanya menuduh dan menghukum 🤔
 
kembali
Top