Pasar logam mulia Indonesia berada di "fase pemulihan" setelah harga lonjakan dan penurunan ekstrem. Dalam bulan Januari, harga emas dan perak naik drastis, membuat toko koin dan pasar logam mulia menjadi panas.
Namun, di Februari 2026, pasaran logam mulia berada dalam fase "pulih" yang penuh kehati-hatian. Harga emas sempat menembus US$5.300 per ons atau sekitar Rp89 juta, sementara perak mendekati US$120 per ons atau sekitar Rp2 juta.
Pergerakan harga ini membuat banyak kerusakan di seluruh lini toko koin dan pasar logam mulia. Karena toko koin menjadi "kebanjiran" emas dan perak dari masyarakat yang ingin menjual di harga tinggi, tempat-tempat tersebut mengalami kerugian besar.
Analisis logam mulia HSBC menunjukkan bahwa pergerakan harga ini telah menimbulkan banyak kerusakan. Toko koin memainkan peran penting dalam peredaran emas dan perak fisik, namun saat harga melonjak, arus barang masuk membludak.
Banyak kilang yang mengalami antrean panjang bahan mentah karena fluktuasi cepat seperti ini bisa langsung menggerus margin keuntungan. Selain itu, sebagian besar logam yang dibeli toko akan dijual ke kilang untuk dilebur dan dicetak ulang.
Sebagai contoh, perusahaan Precious Metal Refining Services di Chicago berhenti membeli perak bekas sejak harga menembus US$50 per ons atau sekitar Rp840 ribu. Seluruh pergerakan perak yang gila ini, mereka memilih menepi.
Untuk menghindari kerugian besar, beberapa toko koin mulai membatasi jumlah pembelian dari satu orang per hari. Langkah ini membantu lebih banyak orang mendapat uang tunai dan menjaga likuiditas toko.
Namun, di Februari 2026, pasaran logam mulia berada dalam fase "pulih" yang penuh kehati-hatian. Harga emas sempat menembus US$5.300 per ons atau sekitar Rp89 juta, sementara perak mendekati US$120 per ons atau sekitar Rp2 juta.
Pergerakan harga ini membuat banyak kerusakan di seluruh lini toko koin dan pasar logam mulia. Karena toko koin menjadi "kebanjiran" emas dan perak dari masyarakat yang ingin menjual di harga tinggi, tempat-tempat tersebut mengalami kerugian besar.
Analisis logam mulia HSBC menunjukkan bahwa pergerakan harga ini telah menimbulkan banyak kerusakan. Toko koin memainkan peran penting dalam peredaran emas dan perak fisik, namun saat harga melonjak, arus barang masuk membludak.
Banyak kilang yang mengalami antrean panjang bahan mentah karena fluktuasi cepat seperti ini bisa langsung menggerus margin keuntungan. Selain itu, sebagian besar logam yang dibeli toko akan dijual ke kilang untuk dilebur dan dicetak ulang.
Sebagai contoh, perusahaan Precious Metal Refining Services di Chicago berhenti membeli perak bekas sejak harga menembus US$50 per ons atau sekitar Rp840 ribu. Seluruh pergerakan perak yang gila ini, mereka memilih menepi.
Untuk menghindari kerugian besar, beberapa toko koin mulai membatasi jumlah pembelian dari satu orang per hari. Langkah ini membantu lebih banyak orang mendapat uang tunai dan menjaga likuiditas toko.