Tito Kritik Mobilisasi Bantuan, Tapi Gua Aja, Gua Bekerja Seadanya
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, kembali menegaskan pemerintah melakukan mobilisasi bantuan ke wilayah terdampak bencana di Sumatra secara masif. Namun, ia juga mengkritik bahwa mobilisasi ini kurang terekspos oleh media.
Tito mengatakan bahwa sejak hari pertama bencana, Presiden Prabowo Subianto telah mengerahkan bantuan. "Mobilisasi dilakukan, tapi mungkin enggak terekspos di media ya. Enggak terekspos di media, akhirnya seolah-seolah kita bekerja seadanya," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Banda Aceh.
Ia juga menegaskan bahwa pengerahan pasukan TNI-Polri ke Sumatra dilakukan secara masif. "TNI banyak sekali dimunculkan, Polri banyak sekali BKO-nya. Pesawat berapa puluh, heli berapa, tapi eksposnya mungkin yang kurang," ucapnya.
Selain itu, pemerintah juga memberdayakan murid-murid dari berbagai sekolah kedinasan untuk membantu penanganan bencana di Sumatra. "Dimulai lah dari kemarin IPDN, BPS, dan kemudian berikutnya lagi adalah Pak Menteri KKP juga sama akan mengirimkan [murid] sekolah kedinasannya seribu orang," kata Tito.
Nantinya, kegiatan penanganan bencana di Sumatra oleh murid-murid sekolah kedinasan itu akan dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, kembali menegaskan pemerintah melakukan mobilisasi bantuan ke wilayah terdampak bencana di Sumatra secara masif. Namun, ia juga mengkritik bahwa mobilisasi ini kurang terekspos oleh media.
Tito mengatakan bahwa sejak hari pertama bencana, Presiden Prabowo Subianto telah mengerahkan bantuan. "Mobilisasi dilakukan, tapi mungkin enggak terekspos di media ya. Enggak terekspos di media, akhirnya seolah-seolah kita bekerja seadanya," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Banda Aceh.
Ia juga menegaskan bahwa pengerahan pasukan TNI-Polri ke Sumatra dilakukan secara masif. "TNI banyak sekali dimunculkan, Polri banyak sekali BKO-nya. Pesawat berapa puluh, heli berapa, tapi eksposnya mungkin yang kurang," ucapnya.
Selain itu, pemerintah juga memberdayakan murid-murid dari berbagai sekolah kedinasan untuk membantu penanganan bencana di Sumatra. "Dimulai lah dari kemarin IPDN, BPS, dan kemudian berikutnya lagi adalah Pak Menteri KKP juga sama akan mengirimkan [murid] sekolah kedinasannya seribu orang," kata Tito.
Nantinya, kegiatan penanganan bencana di Sumatra oleh murid-murid sekolah kedinasan itu akan dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran.