Mendagri Tito: Bantuan Sumatra Masif Kurang Terekspos Media, Kita Bekerja Seadanya
Tiga hari setelah bencana di Sumatra pecah, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra Tito Karnavian menyatakan bahwa mobilisasi bantuan ke wilayah terdampak bencana di Sumatra kurang terekspos oleh media. Hal ini membuat pemerintah sering dinilai bekerja seadanya.
Tito menegaskan, selama ini pemerintah terus menerus melakukan mobilisasi bantuan dan pasukan untuk menghadapi dampak bencana di Sumatra. Bahkan sejak hari pertama bencana, Presiden Prabowo Subianto sudah mengarahkan bantuan.
"Mobilisasi dilakukan, tapi mungkin enggak terekspos di media ya. Enggak terekspos di media, akhirnya seolah-seolah kita bekerja seadanya. Padahal enggak, mobilisasi dilakukan oleh Presiden semenjak hari pertama," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Banda Aceh.
Pengerahan pasukan TNI-Polri ke Sumatra juga sudah dilakukan secara masif, tetapi masih kurang terekspos oleh publik. Menurut Tito, TNI dan Polri telah mengirim puluhan pesawat berisi pasukan ke wilayah terdampak bencana.
"TNI banyak sekali dimunculkan, Polri banyak sekali BKO-nya. Pesawat berapa puluh, heli berapa, tapi eksposnya mungkin yang kurang," ucapnya.
Selain itu, pemerintah juga memberdayakan murid-murid dari berbagai sekolah kedinasan untuk membantu penanganan bencana di Sumatra. Hingga saat ini, ribuan murid dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah diberangkatkan ke Sumatra untuk membantu penanganan bencana.
Dimulai dari kemarin IPDN, BPS, dan kemudian berikutnya lagi adalah Pak Menteri KKP juga akan mengirimkan murid sekolah kedinasannya seribu orang. Ngurusin mungkin bantu tambak-tambak yang terdampak di daerah pesisir.
Tiga hari setelah bencana di Sumatra pecah, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra Tito Karnavian menyatakan bahwa mobilisasi bantuan ke wilayah terdampak bencana di Sumatra kurang terekspos oleh media. Hal ini membuat pemerintah sering dinilai bekerja seadanya.
Tito menegaskan, selama ini pemerintah terus menerus melakukan mobilisasi bantuan dan pasukan untuk menghadapi dampak bencana di Sumatra. Bahkan sejak hari pertama bencana, Presiden Prabowo Subianto sudah mengarahkan bantuan.
"Mobilisasi dilakukan, tapi mungkin enggak terekspos di media ya. Enggak terekspos di media, akhirnya seolah-seolah kita bekerja seadanya. Padahal enggak, mobilisasi dilakukan oleh Presiden semenjak hari pertama," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Banda Aceh.
Pengerahan pasukan TNI-Polri ke Sumatra juga sudah dilakukan secara masif, tetapi masih kurang terekspos oleh publik. Menurut Tito, TNI dan Polri telah mengirim puluhan pesawat berisi pasukan ke wilayah terdampak bencana.
"TNI banyak sekali dimunculkan, Polri banyak sekali BKO-nya. Pesawat berapa puluh, heli berapa, tapi eksposnya mungkin yang kurang," ucapnya.
Selain itu, pemerintah juga memberdayakan murid-murid dari berbagai sekolah kedinasan untuk membantu penanganan bencana di Sumatra. Hingga saat ini, ribuan murid dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah diberangkatkan ke Sumatra untuk membantu penanganan bencana.
Dimulai dari kemarin IPDN, BPS, dan kemudian berikutnya lagi adalah Pak Menteri KKP juga akan mengirimkan murid sekolah kedinasannya seribu orang. Ngurusin mungkin bantu tambak-tambak yang terdampak di daerah pesisir.