Mendagri Tito Pernah Mengatakan, Bantuan ke Sumatra Masif Di Ekspos Ragi, Tetapi Belum Terasa!
Kemarin, di Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, mengatakan bahwa pemerintah terus menerus melakukan mobilisasi bantuan dan pasukan untuk menangani dampak bencana di Sumatra. Ia juga menegaskan bahwa selama ini pemerintah belum terekspos dengan baik oleh media.
Tito yang saat ini memimpin Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah, mengatakan bahwa mobilisasi bantuan dan pasukan sudah dilakukan sejak hari pertama bencana. Ia juga mencontohkan bahwa ada ribuan murid dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), sekolah kedinasan Badan Pusat Statistik (BPS), dan sekolah kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah ditugaskan untuk membantu penanganan bencana di Sumatra.
"Dimulai lah dari kemarin IPDN, BPS, dan kemudian berikutnya lagi adalah Pak Menteri KKP juga sama akan mengirimkan murid sekolah kedinasannya seribu orang. Ngurusin mungkin bantu tambak-tambak yang terdampak di daerah pesisir," kata Tito.
Kemudian, ia menegaskan bahwa kegiatan penanganan bencana oleh murid-murid sekolah kedinasan itu akan dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran. Ia juga mengatakan bahwa biaya yang diperlukan sudah ada dan hanya perlu dipindahkan menjadi KKN, KKN yang dipercepat.
Tito yang saat ini memimpin Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah, mengatakan bahwa pemerintah terus menerus melakukan mobilisasi bantuan dan pasukan untuk menangani dampak bencana di Sumatra. Ia juga menegaskan bahwa selama ini pemerintah belum terekspos dengan baik oleh media.
"Selama ini mobilisasi dilakukan, tapi mungkin enggak terekspos di media ya. Enggak terekspos di media, akhirnya seolah-seolah kita bekerja seadanya. Padahal enggak, mobilisasi dilakukan oleh Presiden semenjak hari pertama," kata Tito.
Tito yang saat ini memimpin Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah, juga menegaskan bahwa pengerahan pasukan TNI-Polri ke Sumatra sudah dilakukan secara masif. Ia juga mencontohkan bahwa ada puluhan pesawat berisi pasukan yang telah dikirim ke wilayah terdampak bencana.
"TNI banyak sekali dimunculkan, Polri banyak sekali BKO-nya. Pesawat berapa puluh, heli berapa, tapi eksposnya mungkin yang kurang," ucap Tito.
Dengan demikian, Tito mengharapkan agar pemerintah dan media dapat bekerja sama untuk menangani dampak bencana di Sumatra dengan lebih baik.
Kemarin, di Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, mengatakan bahwa pemerintah terus menerus melakukan mobilisasi bantuan dan pasukan untuk menangani dampak bencana di Sumatra. Ia juga menegaskan bahwa selama ini pemerintah belum terekspos dengan baik oleh media.
Tito yang saat ini memimpin Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah, mengatakan bahwa mobilisasi bantuan dan pasukan sudah dilakukan sejak hari pertama bencana. Ia juga mencontohkan bahwa ada ribuan murid dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), sekolah kedinasan Badan Pusat Statistik (BPS), dan sekolah kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah ditugaskan untuk membantu penanganan bencana di Sumatra.
"Dimulai lah dari kemarin IPDN, BPS, dan kemudian berikutnya lagi adalah Pak Menteri KKP juga sama akan mengirimkan murid sekolah kedinasannya seribu orang. Ngurusin mungkin bantu tambak-tambak yang terdampak di daerah pesisir," kata Tito.
Kemudian, ia menegaskan bahwa kegiatan penanganan bencana oleh murid-murid sekolah kedinasan itu akan dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran. Ia juga mengatakan bahwa biaya yang diperlukan sudah ada dan hanya perlu dipindahkan menjadi KKN, KKN yang dipercepat.
Tito yang saat ini memimpin Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah, mengatakan bahwa pemerintah terus menerus melakukan mobilisasi bantuan dan pasukan untuk menangani dampak bencana di Sumatra. Ia juga menegaskan bahwa selama ini pemerintah belum terekspos dengan baik oleh media.
"Selama ini mobilisasi dilakukan, tapi mungkin enggak terekspos di media ya. Enggak terekspos di media, akhirnya seolah-seolah kita bekerja seadanya. Padahal enggak, mobilisasi dilakukan oleh Presiden semenjak hari pertama," kata Tito.
Tito yang saat ini memimpin Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah, juga menegaskan bahwa pengerahan pasukan TNI-Polri ke Sumatra sudah dilakukan secara masif. Ia juga mencontohkan bahwa ada puluhan pesawat berisi pasukan yang telah dikirim ke wilayah terdampak bencana.
"TNI banyak sekali dimunculkan, Polri banyak sekali BKO-nya. Pesawat berapa puluh, heli berapa, tapi eksposnya mungkin yang kurang," ucap Tito.
Dengan demikian, Tito mengharapkan agar pemerintah dan media dapat bekerja sama untuk menangani dampak bencana di Sumatra dengan lebih baik.