Banyak RT di Jakarta Terendam Banjir, Warga Dilarang Keluar
Dua hari berturut-turut hujan deras menyebabkan banjir di beberapa wilayah Jakarta. Pada Jumat sore ini, 41 Rukun Tetangga (RT) terendap karena banjir. Kondisi ini diteruskan sejak Rabu dan Kamis lalu.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur terdampak paling parah dengan 21 RT terendam. Berdasarkan keadaan, ketinggian air mencapai lebih dari 3 meter di beberapa titik. Banjir ini disebabkan oleh hujan deras dan luapan Kali Ciliwung.
Di Jakarta Barat, 8 RT terendap, yaitu RT Kelurahan Kedaung Kali Angke 4, Kelurahan Rawa Buaya 1, dan Kelurahan Kembangan Selatan 3. Sementara itu di Jakarta Selatan, 10 RT terdampak, yakni RT Kelurahan Pejaten Timur 4, Kelurahan Rawajati 2, dan Kelurahan Tanjung Barat 4.
Kondisi banjir ini memang sangat mengkhawatirkan. Namun, berdasarkan data dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, tidak ada kondisi bahaya ekstrem di beberapa wilayah. Tapi warga yang terdampak masih harus berhati-hati dan memantau tinggi muka air.
Warga yang melihat langsung kondisi banjir ini mengatakan bahwa sungai yang tergenang air sangat dalam sehingga wajahnya tidak bisa melihat dasar sungai. Ia juga khawatir jika hujan deras berlanjut, maka kondisi banjir akan semakin memburuk.
Dua hari berturut-turut hujan deras menyebabkan banjir di beberapa wilayah Jakarta. Pada Jumat sore ini, 41 Rukun Tetangga (RT) terendap karena banjir. Kondisi ini diteruskan sejak Rabu dan Kamis lalu.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur terdampak paling parah dengan 21 RT terendam. Berdasarkan keadaan, ketinggian air mencapai lebih dari 3 meter di beberapa titik. Banjir ini disebabkan oleh hujan deras dan luapan Kali Ciliwung.
Di Jakarta Barat, 8 RT terendap, yaitu RT Kelurahan Kedaung Kali Angke 4, Kelurahan Rawa Buaya 1, dan Kelurahan Kembangan Selatan 3. Sementara itu di Jakarta Selatan, 10 RT terdampak, yakni RT Kelurahan Pejaten Timur 4, Kelurahan Rawajati 2, dan Kelurahan Tanjung Barat 4.
Kondisi banjir ini memang sangat mengkhawatirkan. Namun, berdasarkan data dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, tidak ada kondisi bahaya ekstrem di beberapa wilayah. Tapi warga yang terdampak masih harus berhati-hati dan memantau tinggi muka air.
Warga yang melihat langsung kondisi banjir ini mengatakan bahwa sungai yang tergenang air sangat dalam sehingga wajahnya tidak bisa melihat dasar sungai. Ia juga khawatir jika hujan deras berlanjut, maka kondisi banjir akan semakin memburuk.