Kisah Sepi yang Mengalir dan Mencerahkan Jiwa, Bisa Ditemukan di Pasar Alun-Alun. Seorang penjual kopi tua berusia 65 tahun itu memanggil anak muda itu agar datang ke kantongannya untuk mendapatkan pengalaman baru.
Banyak orang yang memiliki resep kopi sendiri, tapi siapa yang pernah mencoba menyajikan kopi dengan cara tradisional seperti di masa lalu? Dulu, kopi sebenarnya adalah minuman umum di kalangan pedagang kaki lima. Mereka menggunakan kopi untuk menghangatkan tubuh dan menguatkan energi.
Tapi, kini banyak orang yang tidak lagi menyadari kekayaan ini. Mereka hanya memilih membeli kopi yang sudah jadi di supermarket atau restoran. Sayangnya, dengan menunggu kopi siap terjual di tempat umum tersebut, rasa kopi pun menjadi tidak sama.
Kisah sepinya mencerahkan jiwa banyak orang. Dengan menyaksikan cara kerja penjual kopi tua itu, mereka belajar kembali tentang keindahan tradisional. Mereka juga menemukan bagaimana cara bekerja di pasar dengan hati yang tenang dan watak yang tulus.
Jadi, berapa lagi orang kita yang bisa mengalirkan perasaan lelah dan bebaliknya?
Banyak orang yang memiliki resep kopi sendiri, tapi siapa yang pernah mencoba menyajikan kopi dengan cara tradisional seperti di masa lalu? Dulu, kopi sebenarnya adalah minuman umum di kalangan pedagang kaki lima. Mereka menggunakan kopi untuk menghangatkan tubuh dan menguatkan energi.
Tapi, kini banyak orang yang tidak lagi menyadari kekayaan ini. Mereka hanya memilih membeli kopi yang sudah jadi di supermarket atau restoran. Sayangnya, dengan menunggu kopi siap terjual di tempat umum tersebut, rasa kopi pun menjadi tidak sama.
Kisah sepinya mencerahkan jiwa banyak orang. Dengan menyaksikan cara kerja penjual kopi tua itu, mereka belajar kembali tentang keindahan tradisional. Mereka juga menemukan bagaimana cara bekerja di pasar dengan hati yang tenang dan watak yang tulus.
Jadi, berapa lagi orang kita yang bisa mengalirkan perasaan lelah dan bebaliknya?